Garris Elkins: “Aku Menginginkanmu Untuk Menulis Suatu Masa Depan yang Besar” (Dec 3, 2013)


Sehelai Kertas Polos

Baru-baru ini saat saya berada di sebuah sesi tanya jawab di California, seseorang bertanya kepada saya, “Apa yang anda lihat bagi tahun 2014?”

Saya menjawab dengan berkata bahwa setiap akhir tahun, biasanya saya akan bertanya dan menanti perkataan dari Allah terkait tahun yang akan datang. Namun demikian, saya tidak memiliki perkataan yang spesifik di saat itu. Setelah saya menjawab pertanyaan itu, Allah memberi saya suatu gambaran.

Saya melihat selembar kertas yang besar sekali yang menutupi atas sebuah meja yang besar. Kertas yang besar ini terjuntai hingga tak terlihat batasnya. Kertas ini berwarna putih terang. Tak ada apapun yang tertulis di kertas tersebut – hanya sehelai kertas polos.

Keesokan harinya, setelah kembali dari perjalanan pelayanan, suatu gambar kembali muncul. Kali ini saya melihat sebuah pena besar – pena antik yang berbulu – turun melayang-layang ke gambar tersebut dan diam di atas lembar kertas yang kosong. Saat pena itu berhenti, Allah mulai berbicara kepada saya.

“Aku Ingin Agar Engkau Menulis Suatu Masa Depan yang Besar”

“Aku ingin agar engkau menulis sesuatu yang baru. Aku tidak hanya menghapus perkataan-perkataan dari masa lalu. Malah, Aku telah menyediakan suatu tempat yang baru bagimu untuk menulis suatu naskah yang baru bagi hidupmu. Inilah sesuatu yang baru dimana Aku mengundangmu untuk menulisnya.

“Inilah tugasmu. Aku menginginkanmu untuk menulis suatu masa depan yang besar – suatu masa depan yang tampak berupa dugaan pada awalnya. Aku memberimu ijin untuk menduga-duga kebaikanKu.

Menulislah seperti seseorang yang telah mendapatkan kasihKu untuk pertama kalinya. Aku ingin engkau menulis dengan sukacita tanpa adanya tanda baca. Aku ingin tulisanmu berdebar-debar dengan antisipasi dan harapan – suatu tulisan yang mengalir dari kegembiraan yang meluap-luap.

Aku berjanji dengan perkataanKu untuk memberikan apa yang diinginkan hatimu. Aku menyuruh Daud untuk menuliskan ini, ‘Bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.’ Aku berkata kepadamu untuk bergembira karenaKu saat engkau menulis dan Aku akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

“Saat engkau menulis, inspirasimu akan muncul dari tingkat kegembiraanmu karenaKu yang kian bertambah. Menulislah seperti seorang kekasih yang menulis dari kedalaman gairahnya. Menulislah dari kegembiraanmu karenaKu dan biarkan kegairahanmu akanKu memenuhi tulisanmu.”

Saat Allah selesai berbicara, pena masih melayang di atas kertas tersebut. Saya merasa pena itu menanti tangan yang akan terjulur untuk mengambilnya dan mulai menulis.

Keinginan Hati Kita Disucikan Saat Kita Pertama-tama Bersukacita Di DalamNya

Allah telah menyediakan bagi kita selembar kertas, pena, dan tinta profetik. Ia ingin kita percaya bahwa Ia senang melihat anak-anakNya menuliskan suatu masa depan sambil Ia mengamati. Kesukaan kita di dalam Allah melindungi semua hal yang telah ditulis. Keinginan hati kita disucikan saat kita pertama-tama bersukacita di dalamNya. Kesukaan kita di dalam Allah harus mendahului keinginan hati kita akan suatu masa depan yang baru agar keinginan hati kita tetaplah kudus.

Ambil pena dan mulailah menulis:

• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi keluargamu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi kesehatanmu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi gerejamu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi keuanganmu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi bangsamu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi impianmu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi pelayananmu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi kotamu.

Menulislah! Menulislah! Menulislah dengan kesukaan karena kebaikan Allah. Kata-kata yang anda tulis akan mengundang digenapinya janji-janji Allah dan akan bergabung bersama naskah masa depan anda. Naskah yang baru ini akan menjadi kisah suatu bab baru dalam hidup anda yang akan tersingkap di tahun 2014.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s