Kathi Pelton: Dua Kata Terindah yang Pernah Terucap (Nov 26, 2013)


Bersembunyikah Engkau?

Akhir-akhir ini saya merasakan kerinduan yang dalam di hati Bapa bagi anak-anakNya yang merasa berada jauh dariNya. Rasa malu, takut dan menyesal selalu membuat kita bersembunyi dari Allah, tetapi Allah kita selalu menanti dengan tangan terbuka untuk memulihkan setiap kita agar dapat hidup intim denganNya. Manusia telah menghadapi isu ini sejak awal penciptaan ini, dimulai oleh Adam dan Hawa:

” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” (Kej. 3:6-9)

Allah membuat pakaian bagi Adam dan Hawa, untuk menutupi ketelanjangan mereka. Meski harga yang mahal telah dibayar dan terus dibayar oleh karena dosa, di dalam anugerahNya Allah bertemu dengan anak-anak sulungNya dan menutupi mereka. Ia masih melakukan hal yang sama bagi kita di masa kini. Ia telah menyediakan bagi kita Pakaian Kekudusan untuk menutupi dosa dan rasa malu kita dalam bentuk anakNya, Yesus Kristus. Musuh telah menipu semua orang sejak di awal penciptaan kita. Ia terus-menerus menempatkan godaan di hadapan manusia, lalu mencoba untuk memikat mereka dengan kata-kata yang meyakinkan yang akan menciptakan suatu atmosfir kompromi. Itulah yang telah ia lakukan terhadap Hawa, dan ia masih melakukannya bagi kita di masa kini.

Jadi…apa yang anda lakukan saat anda diserahkan ke dalam godaan, tipuan, dan kompromi? Apakah anda berlari kepada Ia yang mengampuni dan membasuh anda dari dosa anda, ataukah anda melarikan diri dan bersembunyi dariNya? Jika selama ini anda telah melarikan diri, mencoba dengan sia-sia untuk bersembunyi dari Bapa, Ia mau anda untuk mengetahui bahwa Ia mengasihi anda, menanti anda kembali, dan telah menyiapkan sebuah perlindungan bagi anda.

Pikiran-pikiran Allah Terhadap Petrus

Petrus adalah sahabat dan murid Yesus. Ia telah melihat banyak mujizat, ia telah melihat ke dalam mata Mesias dan merasakan pelukanNya, dan ia telah berjalan bersamaNya, belajar langsung dariNya. Petrus mengasihi Yesus dan Yesus mengasihi Petrus! Yesus mengenal Petrus secara pribadi dan tahu bahwa ia memiliki kelemahan di area rasa takut. Ia juga tahu bahwa Petrus akan menolakNya 3x di malam penangkapan dan pengkhianatanNya. Ia tahu bahwa Petrus takkan bersamaNya saat Ia tergantung di Salib bersama dosa-dosa dunia yang menekanNya. Ia tahu bahwa Petrus akan lari dan bersembunyi. Namun di tengah-tengah kisah penyangkalan, kita sering melupakan dua perkataan yang paling penting dalam Perjanjian Baru.

Lalu mereka (Maria Magdalema, Maria ibu Yakobus, dan Salome) masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya termasuk Petrus (tafsiran): Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.” Mrk. 16:5-7

Termasuk Petrus…” Sungguh perkataan yang luar biasa! Allah ingin agar para wanita dan semua murid untuk tahu bahwa Petrus tidak dikucilkan dari keluargaNya. Petrus adalah satu-satunya yang disebut secara eksklusif. Inilah awal dari pemulihan Petrus, namun Petrus tidak ada disana. Yesus akan muncul dalam tubuh kebangkitanNya di depan orang-orang yang terdekat denganNya, dan meski Petrus telah menyangkalnya 3x dan meninggalkanNya saat Ia menderita di atas kayu Salib, hal pertama yang Yesus lakukan adalah memastikan bahwa malaikat memasukkan nama Petrus saat mengumumkan kebangkitanNya. Ia ingin semua orang tahu bahwa Petrus masih bagian dari keluargaNya!

Sejujurnya saya tak dapat membayangkan luka yang dirasakan saat mengetahui bahwa engkau menolak sahabat terkasihmu dan Mesiasmu. Rasa malu dan penyesalan yang terkadi dapat melemahkan bahkan pria terkuat sekalipun. Namun komunikasi pertama Yesus (melalui malaikat) setelah kebangkitanNya memiliki pesan rekonsiliasi yang mengagumkan, dan kerap dilewatkan: “Termasuk Petrus.”

Termasuk ANDA!

Dapatkah anda mendengar Roh Allah berbicara kepada anda? Mungkin Ia sedang berbicara kepada anda melalui artikel ini, karena rasa malu, rasa takut, dan penyesalan anda membuat anda tidak dapat mendengarNya. Ia memiliki janji untuk menemui anda dan memulihkan anda kembali ke keluargaNya. Ia berkata: “…termasuk _____” (masukkan nama anda). Pakaian kekudusanNya tersedia untuk menutupi rasa malu anda, kasihNya tersedia untuk memulihkan hati anda, dan pelukanNya menanti anda untuk meluruhkan semua ketakutan anda. Penyesalan bukanlah sahabat anda; itu adalah borgol yang menahan anda dari memelukNya. Saya tidak tahu apa yang pernah anda lakukan (atau sedang lakukan), namun Yesus tidak mengucilkan anda, sebaliknya, Ia merangkul anda dan mengenal setiap nama anda.

Kita SEMUA telah bersalah dan jauh dari kemuliaanNya, namun untuk itulah Ia datang. Ia datang untuk membayar harga yang tidak dapat kita bayar, untuk menjalani hidup yang tidak dapat kita jalani, dan mati agar membebaskan kita dari perpisahan yang abadi dari Allah.

Kemanapun Anda Pergi…

Anda tidak dapat bersembunyi dariNya – dan Ia tak ingin anda mencobanya! Ia bersama anda saat ini. Pikiran-pikiranNya terhadap anda melebihi butiran-butiran pasir di bumi dan melebihi bintang-bintang di langit. Pikiran-pikiranNya terhadap anda adalah untuk rancangan yang baik dan bukan yang jahat, seperti halnya bagi Petrus.

Saat saya menulis artikel ini, terlintas seberapa sering dalam setiap harinya saya memikirkan setiap anak-anak saya, dan bagaimana semua pikiran saya terhadap mereka adalah penuh cinta dan kebaikan. Saya ingin mereka diberkati, bahagia, dikasihi; saya ingin mereka mengalami hubungan yang intim bersama Yesus. Saya memikirkan mereka setiap kali saya bangun pagi; saya berdoa bagi mereka setiap saat. Jika saya, sebagai manusia, memikirkan anak-anak saya sesering itu, maka pikirkan seberapa banyak Bapa Surgawi anda memikirkan diri anda?

Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan Mazmur 139:

“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.
Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah, yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia. Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s