Sandie Freed: Penglihatan Kaki Dian: Allah Sedang Menyiapkan Lawatan-lawatan yang Baru Bagi Kita (Nov 7, 2013)


Dear Believer,

Di hari-hari terakhir saya berulang kali mendapatkan penglihatan akan sebuah kaki dian. Suatu kali saat penyembahan di gereja dimana saya dan suami saya melayani di Bedford, Texas, dan beberapa kali di saat doa pribadi saya. Setiap kali saya mendapatkan penglihatan, saya sepenuhnya sadar akan kaki dian (atau biasa dikenal sebagai pelita) yang merupakan manifestasi kehadiran Tuhan Yesus Kristus, Terang Dunia yang sejati.

Di setiap penglihatan, Sang Pelita dilingkupi oleh apa yang saya sebut sebagai api yang menghanguskan (sama dengan apa yang mungkin Musa gambarkan dengan semak yang terbakar), dan, di saat yang sama, tetap mempertahankan ketujuh cabang lilinnya yang semuanya bersinar dengan terangnya. Tampak ketujuh sumbunya dipenuhi dengan minyak. Salah satu tujuan dari penampakan pelita yang mempesona adalah untuk melepaskan lebih banyak minyak atas umat Tuhan agar mereka dapat terus terbakar bagi kemuliaanNya.

Jelas bagi saya bahwa Allah menginginkan kita untuk “merapikan sumbu-sumbu kita,” misalnya, bersiap untuk lawatan-lawatan yang baru, sehingga saat Ia datang kepada kita (kapanpun itu!), kita siap menerima curahan minyak yang baru. Saya diingatkan selama penglihatan-penglihatan tersebut tentang 10 orang gadis yang membawa pelita mereka untuk bertemu Sang Mempelai Pria. Saya merasakan suatu dorongan untuk mengenalNya lebih intim lagi. Saya berkata kepada diri saya di salah satu penglihatan itu bahwa salah satu terjemahan dari kata “urapan” berarti “melihat ke dalam permukaan minyak!” Saya sedang menatap wajah Yesus, Ia yang Diurapi! Ia menegaskan bahwa urapan yang baru sedang dilepaskan. Namun masih banyak lagi – hal-hal yang Ia katakan dan kerjakan.

Lampstand

Mata Tuhan

Di salah satu penglihatan saya menyadari bahwa ada mata yang keluar dari Pelita. Sementara masih berada di penglihatan yang khusus ini, saya segera teringat akan Zak. 4:10 yang berkata bahwa “mata TUHAN…menjelajah seluruh bumi.” Mata Tuhan tidak berusaha mempermalukan atau menunjukkan kekurangan umat Tuhan berdasarkan beberapa jenis “standar kekudusan”; ataupun tidak merefleksikan bentuk hukuman apa pun. Dengan kata lain, Pelita, sekali lagi, adalah Pribadi dan tampak mengkomunikasikan pesan kasih bagi umat Tuhan.

Tidak ada pengadilan, penghukuman, atau tekanan untuk bertobat karena kita semua memang berdosa. Yang ada adalah pesan akan kasih, belas kasihan, dan pengampunan yang dilepaskan dari kehadiran api yang menghanguskan. Mata yang ada pada Pelita penuh dengan tatapan belas kasihan, murni, dan berusaha menarik kita untuk mendekat.

Setiap kali saya melihat Pelita, sebuah mulut akan terbentuk dari api dan kemudian berubah menjadi semacam terompet dimana Suara mulai berbicara. Setiap kali Pelita berbicara dengan suara yang lembut, jelas, namun di saat yang sama membuat pernyataan, menggemakan otoritas secara terus-menerus.

Tuhan Memperhatikan

Saat terompet berbicara, saya mendengar Tuhan berbicara kepada saya tentang mataNya yang menjelajah seluruh bumi. Dalam penglihatan ini, tiga hal dijelaskan kepada saya perihal mata Tuhan. Pertama, Ia memperhatikan kita – setiap saat – sebagai Pelindung dan Penyedia. Kedua, seperti Ia berkata kepada Yeremia perihal destiny dan panggilannya, Ia sedang memperhatikan perkataanNya agar siap dilaksanakan (Yer. 1:12). Jelas bahwa mataNya tertuju pada umatNya. Dan ketiga, bahwa Ia memperhatikan setiap dasar. Ia berjanji untuk membangun GerejaNya, perhatikanlah, maka Ia akan memindahkan gunung-gunung demi kita. Inilah saatnya untuk berkata kepada gunung-gunung dan melihat mereka dipindahkan! Namun bukan dengan kuat dan gagah kita, melainkan oleh RohNya!

“Aku Memperlengkapi UmatKu dengan Iman dan Pengharapan yang Besar akan Hal-hal yang Ajaib”

Lalu saya mendengar Allah berkata, “Aku telah mempersiapkan orang-orang yang akan mendapat dan merayakan kehadiranKu. Seperti halnya Aku memanggil 10 orang gadis, demikinlah Aku memanggil GerejaKu. Lima dari mereka telah mempersiapkan diri dan siap. Lima lainnya tidak siap akan lawatanKu.

“Katakan kepada umatKu bahwa Aku memiliki persediaan anugerah yang akan dilepaskan bersamaan dengan tercurahnya urapan yang baru. Aku akan menguatkan umatKu dengan demonstrasi besar-besaran. Aku juga mengayunkan kapak ke akar setiap penghalang dan batasan yang menawan mereka. Aku melakukan suatu hal yang baru di antara umatKu, dan hadirat RohKu yang nyata akan hadir di antara umatKu, dan demonstrasi kuasaKu akan disaksikan seperti belum pernah disaksikan sebelumnya. Aku memperlengkapi umatKu dengan iman dan pengharapan yang besar akan mujizat, dan Aku menyentuh mulut-mulut mereka agar mereka diperlengkapi untuk berbicara kepada gunung-gunung ketidakpercayaan dan melihat mereka semua dipindahkan.

Inilah musim dimana engkau akan melihat wajahKu, dan saat engkau melakukannya, Aku akan mengunjungimu dengan api. Api ini berasal dariKu dan dinyatakan pada Perjanjian Lama dengan berbagai cara. Tetapi Aku telah membangun suatu Perjanjian Baru dengan umatKu – satu perjanjian yang didasarkan pada pengorbanan AnakKu yang abadi dan bukan didasarkan pada pekerjaan yang sia-sia. Karena Aku membakar pekerjaan yang sia-sia dan melepaskan suatu semangat yang berapi-api untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diwakili oleh keinginan hati dan ‘pekerjaan mula-mula’ mereka.

“Aku akan menyucikan hati anak-anakKu dan akan membakar hati mereka untuk musim ke depan. Banyak dari mereka menjadi lelah karena roh antiKris yang berperang melawan orang-orang benar. Sebagian lagi menderita karena harapan yang tertunda. Namun demikian, Aku membuka tingkap-tingkap langkit dan mengutus bala tentaraKu yang perkasa untuk berperang melawan banyak penguasa di udara. Dan sebagai tambahan, Aku akan menyingkap prinsip-prinsip yang salah yang juga menjadi penguasa, diwakili oleh pola pikir agamawi dan doktrin-doktrin manusia yang diturunkan ke generasi selanjutnya.

“Tapi ketahuilah bahwa Aku ada di Takhta AnugerahKu dan Aku akan memperluas anugerah dan kasih karuniaKu bagi musim ke depan. Aku memiliki rancangan-rancangan kesuksesan dan kelimpahan bagi umatKu. Karena Aku bukanlah Tuhan yang menghukum anak-anakNya. Aku adalah Tuhan yang mengasihi mereka sebagai seorang Bapa. HatiKu ada untuk memberkati mereka sebagai anak-anakKu. Karenanya, Aku akan bersinar sebagai Terang Sejati dan Aku akan meniup alarm sangkakalaKu dan mengumpulkan mereka yang akan bertobat, berbalik, dan berubah, agar mereka juga dapat menjadi perluasan TerangKu.”

Ia Mengetuk Pintu Hati Anda

Lalu saya melihat Tuhan mengetuk pintu hati umatNya. Saya tahu bahwa hal ini merupakan pesan yang terkait dengan 10 gadis yang Yesus berikan kepada umatNya (juga bagi kita di saat ini).

Mat. 25:1-12 berkisah tentang 10 gadis yang pergi menemui Mempelai Pria. Dikisahkan ada 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana. 5 gadis bodoh membawa pelita mereka, tetapi tidak membawa minyak. 5 gadis lainnya membawa minyak dalam buli-buli mereka. Ketika Mempelai Pria tiba-tiba datang, 5 gadis bodoh mengatur sumbu mereka namun tidak membawa minyak. Sedangkan 5 gadis bijaksana telah mempersiapkan diri dengan mengatur sumbu dan menyiapkan minyak. Kelima gadis bodoh harus “membeli” minyak agar dapat bertemu Mempelai Pria. Jika anda pernah membaca kisah ini, teruslah membaca – ini adalah pewahyuan yang baru!

Para Orang Percaya yang Terkasih, mungkin anda sama seperti saya, yakin bahwa anda “ketinggalan” kedatanganNya, atau “kehilangan” sesuatu yang besar yang Allah siapkan bagi anda karena anda yakin bahwa anda takkan pernah mendapatkan semuanya. Sungguh, saya pernah mempercayai di hampir semua kehidupan Kristiani saya bahwa tergantung pada saya untuk bersikap sebaik mungkin agar dapat bertemu Yesus!

Ketahuilah bahwa Ia sendiri yang akan melayakkan kita jika kita mengijinkanNya! Masalahnya adalah – kita percaya bahwa semuanya tergantung pada kebaikan, kekudusan, dan pekerjaan-pekerjaan agamawi kita yang akan menentukan.

Lima – Angka Bagi “Anugerah!”

Setelah berdoa atas semua penglihatan ini, saya diingatkan bahwa angka lima mewakili “anugerah.” Hal ini penting untuk memahami kisah 10 gadis dengan lensa yang berbeda. Saat saya membaca Mat. 25:1-12 melalui lensa anugerah ilahi Allah, seluruh kisah ini memberi kita pewahyuan baru bagaimana kita dipersiapkan oleh tangan Tuhan, melalui pemeliharaan dan kasihNya, untuk dapat melihat hadiratNya!

Jika anda ingat, kesepuluh gadis ini bangkit dan memangkas sumbu mereka. Pada jaman di Alkitab, seringkali penting untuk memangkas sumbu pelita paling tidak sekali – mungkin dua kali – di kala malam agar selalu ada cahaya. Kelima gadis yang telah siap, berdiri dengan benar karena anugerah ilahi. Bukan karena “pekerjaan-pekerjaan” mereka yang mempersiapkan mereka – melainkan oleh anugerahNya yang menyiapkan setiap mereka untuk bersiap atas lawatanNya. Kelima gadis lainnya juga memiliki anugerah tetapi tidak mengerti bagaimana dapat mengaksesnya.

Ingatlah saat Yesus berkata bahwa Kerajaan Allah seperti sepuluh gadis ini. Karenanya, Kerajaan Allah melibatkan kita untuk menerima anugerahNya agar dapat menyatakan terangNya di dunia. Saya percaya Ia mengetuk pintu hati kita agar kita dapat memeriksa kembali sumbu dan minyak kita. Apakah kita bergantung pada anugerah Allah untuk menyiapkan kita atau kita percaya bahwa kita harus membeli atau bekerja untuk menerima urapan dan manifestasi hadiratNya?

Pewahyuan lainnya adalah tentang lima gadis yang kehabisan minyak dan memintanya kepada lima gadis bijaksana. Bagi kita di masa sekarang, hal ini berarti bahwa kita tidak dapat bergantung pada urapan orang lain – kita harus memiliki urapan kita sendiri.

Setiap kita memiliki urapan, dan inilah saatnya bagi kita untuk menjadi terang, karena hubungan pribadi kita dengan Kristus, Ia yang Diurapi. Saat kita membangun keintiman dengan Mempelai Pria, Ia akan memberi kita kekuatan untuk mengembangkan urapan kita dan untuk dipakai bagi kemuliaanNya di bumi ini. Bagian kita cukup percaya bahwa kita berada di dalam anugerah Allah dan mengikuti Kis. 13:43: “Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah.”

Saat kita mencari apa yang menyenangkanNya, maka kita semakin mendekat kepadaNya. Hal ini bukanlah tugas dan bukan usaha (pekerjaan-pekerjaan) kita – semua karena kasih dan anugerahNya semata!

1 Yoh. 5:3 menjelaskan sebagai berikut: “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat.”

Saya menyukai fakta bahwa kebaikan Allah menarik banyak orang untuk bertobat. Selama bertahun-tahun saya percaya bahwa saya tak pernah cukup baik agar Allah dapat mengasihi kita. Saya bertobat berkali-kali atas rasa malu saya, percaya bahwa saya takkan pernah sampai pada standar kekudusan. Kebenaran saya, semuanya terbungkus dalam perbuatan saya. Namun kini saya mengerti bahwa Allah adalah Allah yang baik dan Ia mengasihi saya – tanpa syarat! Pewahyuan ini membuat saya berlari untuk mengejarNya dan bukan menjauh dari hadiratNya.

Wow! Mata kasih dan anugerahNya akan memberi kita kita kekuatan menuju masa depan kita. Minyak yang mengalir dari hadiratNya akan memberi kita kekuatan dan memperlengkapi kita bagi musim ke depan. Ya, kebenaranNya akan membebaskan kita!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s