James Goll: Di Persimpangan Jalan Perubahan – “Apakah Persyaratan Untuk Masuk Dari Satu Tahap Ke Tahap Berikutnya?”(Oct 14, 2013)


Banyak orang telah memproklamasikan bahwa Tahun Baru Ibrani 5774 ini sebagai suatu “Tahun Terbukanya Pintu.” Sambil menyetujui hal ini, saya kerap melihat beberapa hal dari perpektif tambahan yang di dalamnya tidak hanya termasuk “pewahyuan Roh Kudus,” namun juga “jalan-jalan Tuhan.” Maka, jika tahun ini adalah “Tahun Terbukanya Pintu,” maka akan sangat membantu jika kita bertanya, “Apakah persyaratan untuk masuk dari satu tahap ke tahap berikutnya?” Kita harus menimbang, “Untuk melalui suatu pintu yang terbuka, perlukah kita menutup beberapa pintu lama terlebih dulu?”

Saya pribadi meyakini bahwa kita berada di suatu musim kerusuhan, pergolakan, dan percekcokan – yang menghasilkan perubahan. Kita berada di persimpangan jalan perubahan. Hal ini benar secara politis di Timur Tengah, AS, dan banyak negara lainnya. Terdapat beberapa isu seperti ekonomi global, fondasi dasar bagi generasi ini, hal-hal terkait keadilan sosial, menuntut perubahan di dalam Tubuh Kristus, dan membuat percabangan ini masuk ke dalam hidup dan keluarga kita. Kita sungguh membutuhkan anugerah bagi masa transisi ini!

Mari temukan beberapa prinsip yang akan menolong kita berpindah dari “Janji yang Disingkapkan” menuju “Janji yang Digenapi.”

Dari Tempat yang Sempit – Menuju Perubahan – Menuju Perbesaran

Kita berada di suatu proses perubahan. Pemerintahan Gereja sedang berubah. Tingkat otoritas kita sedang berubah. Karunia-karunia kita ditarik keluar dari dalam diri kita masuk ke dalam dimensi perentangan. Kita pernah dan sedang melalui tempat-tempat pengujian dan tawanan di dalam Tubuh Kristus yang disebut “tempat yang sempit.”

Jika kita meresponi “tempat yang sempit atau terbatas” dengan tepat, kita akan memasuki fase “transisi” untuk selanjutnya dibawa masuk ke dalam “tempat yang lebih besar lagi” di dalam Roh.

Tempat yang baru ini seperti unta yang memasuki lubang jarum. Yang lain menyebutnya sebuah gerbang yang sempit. Satu-satunya cara bagi sang unta untuk memasukinya adalah dengan membongkar muatannya. Inilah jarum itu – gerbang yang sempit. Inilah tempat untuk membongkar beban-beban masa lalu dan tempat membuat komitmen baru bagi Salib dimana kita mati bagi diri kita berkali-kali. “Tempat yang sempit” dapat menuntun kita keluar dari tawanan menuju tempat baru yang terbuka.

Bagaimana Kita Dapat Melewati Transisi?

Transisi berarti untuk melewati satu kondisi ke kondisi berikutnya. Transisi terjadi ketika Allah mendefinisikan ulang dan membuat penyesuaian yang diperlukan bagi kita untuk dapat bergerak maju. Ia memberikan kepada kita fokus dan arah yang baru. Ia mengajarkan kepada kita tentang diriNya dengan suatu cara yang baru.

Suatu transisi, dalam arti sesungguhnya, adalah frase yang menghubungkan paragraf atau komunikasi masa lalu dengan pemikiran akan masa depan. Kita harus mencari Allah baik pewahyuanNya maupun jalan-jalanNya di masa-masa perubahan. Perspektif pewahyuanNya menjembatani musim yang lama dengan musim yang baru. Tanpa komunikasi dan pewahyuan yang jelas di masa transisi, kita dapat kehilangan kekuatan dan hikmat dari kemenangan kita di masa lalu. Seharusnya kita sungguh-sungguh mencari kekuatanNya untuk berpindah dari satu kemuliaan ke kemuliaan berikutnya.

Di masa kelahiran, transisi adalah masa yang paling sukar. Inilah masa dimana seorang wanita merasa, “Aku tak sanggup lagi!” Hanya visi akan seorang anak yang akan lahir yang membuat daya tahan dan keteguhan untuk sampai kepada tujuan akhir akan garis keturunan dan warisan dapat dilanjutkan.

Bukanlah hal-hal baru yang akan tiba yang sukar untuk kita hadapi, melainkan masa transisi dari keadaan lama menuju keadaan yang baru. Bagaimana kita meresponi masa transisi sebelum kelahiran sesuatu yang baru yang akan membuat perbedaan.

Saat anda mengerang di musim ini, mintalah kepada Allah untuk memberi anda strategi untuk melindungi visi anda. Ingat, naga berusaha mencuri kelahiran hal-hal yang baru (Why. 12:4). Teruslah maju! Berserulah agar anugerah yang lebih besar lagi dicurahkan untuk dapat terus bergerak maju.

Ketika perubahan-perubahan ini muncul, maka perbesaran terjadi. Untuk “memperbesar” artinya adalah untuk meluaskan, untuk membebaskan, menjadi lebih besar lagi dalam hal ukuran dan intensitas. Perbesaran – atau melewati pintu baru yang terbuka – adalah suatu proses, bukan sekedar pernyataan. Teruslah maju di tempat yang sempit, bertahan di masa transisi, dan terimalah pembesaran.

Proses Perubahan

1. Suatu tingkat pewahyuan yang baru dilepaskan,
2. Visi anda di masa sekarang mulai disesuaikan,
3. Visi yang baru diamankan dan dibangun,
4. Jubah pemulihan disematkan atas anda,
5. Anda melewati proses pemulihan yang terkait dengan hal-hal di masa lalu,
6. Suatu identitas yang baru dibangun di dalam diri anda,
7. Strategi-strategi baru disingkapkan kepada anda,
8. Anda melihat penggenapan milik pusaka anda yang lebih besar lagi di hadapan anda,
9. Anda mendapatkan kekuatan untuk mengalahkan musuh-musuh anda,
10. Anda mengamankan milik pusaka anda yang baru.

Berkaca pada kehidupan doa dan pengalaman pelayanan saya, jika anda mengalami suatu “tempat tawanan yang sempit,” atau anda merasa bahwa anda sedang berada di masa transisi, yakinlah, Ia akan melawat anda dengan demonstrasi RohNya yang baru. Kiranya sumber-sumber anda bertambah dan pencobaan-pencobaan anda menjadi batu-batu pijakan untuk mendapatkan pewahyuan dan kekuatan yang diperbarui.

Dan ketahuilah, bahwa ketika anda melewati “pintu yang baru,” ada orang-orang lain yang telah memperhatikan ziarah anda. Ketika anda dikuatkan, kapasitas andapun diperbesar untuk menguatkan orang-orang lain di dalam nama Yesus!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s