Cindy Jacobs: Merangkul Hal-hal yang Baru (August 28, 2013)


“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara” Yes. 43:19

Saat kita mengamati apa yang sedang Allah lakukan terhadap bangsa-bangsa di dunia, kita dapat berkata, “Allah sedang melakukan sesuatu yang baru!” Faktanya, saya sungguh-sungguh percaya bahwa Allah akan membuka pintu destiny bagi banyak orang. Pintu destiny akan terbuka bagi banyak orang yang sungguh-sungguh mendengarkan suaraNya, sehingga mereka akan memahami dan mengerti arah baru yang Allah ingin mereka tempuh. Jika kita ingin memahami bagaimana memasuki destiny Allah dalam hidup kita sebagai orang percaya dan pendoa syafaat, penting bagi kita untuk mampu bekerjasama dengan Roh Kudus karena Ia yang membuka jalan di padang belantara dan sungai di padang gurun. Faktanya, pejuang dan pemimpin doa Allah haruslah lebih fleksibel untuk berubah di tahun ini ketimbang di tahun-tahun sebelumnya karena Allah sedang menempatkan para tentaraNya di seluruh negeri-negeri.

Di bawah ini adalah beberapa prinsip yang berasal dari kitab Kejadian dimana Musa dipanggil untuk membebaskan umat Allah dari tawanan di Mesir. Prinsip-prinsip ini akan menolong anda untuk mengambil pelajaran dan menyiapkan diri anda untuk hal baru yang Allah ingin lakukan dalam hidup anda dan dalam hidup gereja anda atau pelayanan anda.

1. Setiap hal yang baru dimulai oleh Allah sendiri. Hal yang baru terkadang datang dalam bentuk kejutan. Tentu saja hal ini sejalan dengan segala sesuatu yang Ia lakukan bersama anda di dalam perjalanan anda bersamaNya. Contoh yang baik adalah bagaimana Allah mengagetkan kita ada dalam kisah Musa dan semak yang terbakar. Musa tidak tahu bahwa ia dipimpin Allah saat ia menuntun kawanan dombanya ke G. Sinai (Kel. 3:1). Sepanjang yang kita tahu, Musa mengira ia akan menggembalakan kawanan domba ayah mertuanya seumur hidupnya.

2. Merangkul hal yang baru menuntut tindakan akan niat kita (Kel. 3:3). Musa membuat keputusan untuk berbalik dan melihat semak yang terbakar. Banyak orang akan kehilangan suara Allah jika mereka tidak menyisihkan waktu, melihat dan mendengar hal-hal yang Ia katakan. Bukanlah hal yang baik untuk menduga dan memberikan pembenaran bahwa kita mengetahui kehendak Allah. Ambillah waktu untuk berbalik dan dapatkan hal-hal baru yang sedang Ia lakukan.

3. Bersiaplah untuk kelua dari zona nyaman anda. Terdengar mengejutkan, namun adalah mungkin untuk belajar menyukai padang gurun dan tidak menginginkan perubahan, bahkan saat Allah ada di dalam padang gurun itu. Perubahan dapat menjadi menakutkan dan merentangkan kita hingga ke batas iman kita.

4. Hal yang baru akan menantang kemampuan kita ke batasnya. Seperti yang Musa katakan, “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun?” (Kel. 3:11). Akan banyak orang-orang Kristen yang tampaknya tidak berarti yang akan tampil ke muka di kegerakan Allah yang baru ini. Faktanya, jika anda merasa tidak layak untuk menerima hal yang baru, maka anda takkan siap. Ada sesuatu terkait dorongan-dorongan Allah yang baru yang menghasilkan kekaguman di dalam diri mereka yang Ia panggil untuk tugas-tugas tertentu.

5. Allah akan memberikan kepada anda perkenanan dan otoritas untuk menyelesaikan apa yang diperintahkanNya kepada anda. Perkenanan adalah harta karun rahasia Allah yang Ia berikan untuk membuka jalan untuk menyelesaikan suatu tugas. Allah memberikan Musa namaNya dan otoritas dan perkenanan bersamanya. Ia berkata kepada Musa jika ditanya siapa yang mengutusnya, “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu” (Kel. 3:14).

6. Saat anda merangkul dan menerima panggilan Allah untuk melakukan hal yang baru dalam hidup anda, Ia akan memberikan kepada anda strategi yang diperlukan bagi tugas tersebut. Musa tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah, tetapi ia diberikan suatu strategi untuk menuntun umatNya keluar dari Mesir. Diperlukan suatu lompatan iman yang baru dari sisi Musa.

7. Yakinlah bahwa Allah sudah memiliki rencana dalam pikiranNya untuk membiayai kegiatan Allah yang baru. Saya tahu bahwa memiliki uang atau tidak untuk mendanai visi Allah terkesan tidak rohani bagi sebagian anda. Namun, hal ini menjadi begitu rohani saat anda belajar untuk mempercayai Allah yang menyediakan di tengah tantangan-tantangan yang baru dimana Ia telah menempatkan anda. Allah adalah Allah yang praktis. Ingatlah bagaimana Ia menyediakan mata uang dalam mulu ikan untuk membayar pajak murid-muridNya. Tentu saja hal ini membuat anda menjadi begitu bergantung kepada Allah dan bukan kepada diri anda sendiri.

Saya sering mendengar banyak orang berkata, “Apa yang Allah inginkan dariku? Bagaimana aku akan mengetahui saat dimana Allah menginginkanku untuk berubah?”

Anda dapat mempercayai Allah untuk menjelaskan kepada anda secara berlimpah saat Ia menyiapkan hal-hal yang baru bagi anda. Jika dibutuhkan, Ia akan menyiapkan semak yang terbakar, atau dari waktu saat anda mempelajari FirmanNya. Cara Allah memberikan instruksi bersifat individualistik. Terkadang kita menginginkan seorang malaikat untuk muncul saat Allah berbicara kepada kita dengan suara yang pelan.

Hal penting yang harus diingat adalah bahwa Allah yang akan memilih bagaimana Ia menyingkapkan hal-hal baru yang dimilikiNya kepada anda. Seringkali saya menyarankan kepada setiap orang untuk melepaskan dugaan-dugaan kita tentang bagaimana Allah akan berbicara dan menghabiskan waktu untuk mempersiapkan hati mereka untuk menjadi dewasa dan bersedia untuk merangkul hal-hal baru yang Ia hadirkan. Di musim persiapan ini adalah suatu waktu yang baik untuk meletakkan pikiran, ambisi, dan sasaran kita seperti yang Ishak lakukan di mezbah di hadapan Allah. Ijinkan Allah Mahakuasa untuk memilih bagaimana, kapan, dan dimana Ia akan memakai anda.

Pintu destiny akan terbuka saat kita menghabiskan waktu bersamaNya dengan berjalan bersama setiap hari di dalam ketaatan terhadap hal-hal biasa dan tantangan-tantangan harian dan memberikan hak diri kita untuk menentukan setiap detail dalam hidup kita kepadaNya. Saya mendapati bahwa saat saya siap untuk menanti selamanya dan menjaga sikap hati yang benar dalam melayani di tempat dimana saya melayani, Allah semesta alam mengagetkan dan menyukakan saya dengan hal yang baru yang akan menjadi pemicu untuk mendorong saya masuk ke dalam destiny-Nya atas hidup saya. Tentu saja Allah sedang mencari mereka yang bersedia terus mendesak maju agar Ia dapat membuat jalan di padang belantara dan sungai di padang gurun dan menempatkan mereka di jalan untuk menggoncang bangsa-bangsa demi namaNya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s