David Walters: Tahukah Anda Bahwa Revival Sering Terjadi Melalui Anak-anak? (Aug 5, 2013)


Biasanya, anak-anak di gereja dianggap lucu, terkadang mengganggu, hal-hal kecil yang harus kita awasi. Para orang tua mencari gereja-gereja yang akan menjagai anak-anak mereka agar mereka dapat mengikuti kebaktian tanpa adanya gangguan dari anak-anak mereka – suatu jeda yang menyenangkan dari tanggung jawab sebagai orangtua. Kebanyakan gereja telah mencoba mengakomodasi hal ini melalui program-program dengan banyak aktivitas yang menyenangkan untuk dinikmati anak-anak.

Alasan mereka adalah, “Tentu kami ingin mengenalkan beberapa hal rohani kepada anak-anak. Tetapi perlu diingat bahwa mereka cuma anak-anak dengan rentang perhatian yang singkat dan pengertian yang terbatas, maka sebaiknya tak perlu yang berat-berat.”

Game, video, boneka, badut, balon, dan hal-hal lucu dengan beberapa konten rohani menjadi penting. Makanan penutup rohani, atau permen-permen rohani, menjadi diet utama mereka, dan meski kebanyakan dari kita menyukai makanan penutup dan permen, kita tidak cukup hanya makan makanan tersebut.

Saya tidak menyerang hal-hal lucu berbau rohani; karena saya percaya ada nilai yang terkandung di dalamnya. Namun jika kita berfokus pada hal-hal dan permainan yang menyenangkan bagi anak-anak kita, daripada potensi rohani mereka, kita akan melihat suatu gereja anak-anak yang besar lambat laun menjadi sebuah kelompok kecil anak-anak muda.

Kebanyakan gereja yang saya kunjungi memiliki lebih banyak anak-anak kecil ketimbang anak-anak muda. Mengapa demikian? Karena banyak yang keluar. Karena banyak anak-anak muda menjadi terlalu dewasa untuk hal-hal dan permainan yang menyenangkan yang mereka miliki di dalam gereja anak-anak mereka, dan kini mereka kehilangan minat untuk tetap bertahan. Kita gagal memberi mereka kesadaran akan destiny dan tujuan hidup.

Menjadikan Anak-anak Kita Perkasa Bagi Allah

Buku pertama yang saya tulis adalah “Kids In Combat.” Bertahun-tahun lalu, kita cukup senang untuk membesarkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang baik. 40 tahun lalu hal ini tidaklah sukar dicapai, namun masa sekarang, baik saja tidaklah cukup. Setan menyerang anak-anak kita dengan hebatnya. Mereka lahir ke dalam zona peperangan, maka mereka harus siap untuk berperang. Para orangtua tidak dapat melindungi anak-anak mereka dengan mengikat mereka selalu; mereka harus mengenakan selengkap senjata Allah.

Saat saya mengajarkan Ef. 6 kepada anak-anak kecil, saya memberitahu mereka bahwa Allah memiliki baju zirah yang sesuai dengan ukuran setiap anak. Ketika anak-anak kecil diijinkan untuk menonton film animasi sihir, gaib, dll, dan anak-anak muda menonton siaran musik seperti MTV, dll, sebenarnya mereka sedang menuju masalah. Sekolah-sekolah negeri telah menjadi zona peperangan, sehingga anak-anak rohani yang lemah tidak dapat berhasil di lingkungan tersebut. Jika anak-anak kecil dan anak-anak muda merasa sukar memasuki lingkungan mereka dan memuji Tuhan di dalam kebaktian gereja, mereka pasti takkan menjadi seseorang yang berani di sekolah maupun di marketplace.

Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan? Yer. 12:5

Jika kita tidak menjadikan anak-anak kita perkasa bagi Allah sejak muda; mereka takkan berhasil saat mereka bertambah dewasa. Kita akan kehilangan mereka bagi dunia.

“Jadi, bagaimana kita menjadikan anak-anak kita perkasa bagi Allah?” seseorang bertanya. Kita harus memulainya dengan memperkenalkan hadirat Allah sejak mereka masih berada di dalam kandungan.

Ingat bagaimana Yohanes Pembaptis meresponi saat Maria menyapa sepupunya Elisabet: “Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan” (Luk. 1:44). Juga Yohanes Pembaptis penuh dengan Roh Kudus mulai dalam rahim ibunya (Luk. 1:15). Kita tidak dapat memberitakan pesan keselamatan kepada bayi-bayi dan mengharapkan mereka untuk bertobat dan melakukan altar call, tapi kita dapat melayani roh mereka.
Pikiran mereka mungkin tidak mengerti, namun karena mereka adalah makhluk roh, mereka dapat meresponi hadirat Allah. Itu sebabnya mengapa perlu sekali untuk memiliki orang-orang yang diurapi yang bekerja di ruang anak-anak di rumah sakit. Mereka hadir di sana tidak hanya untuk mengganti popok dan memberi minum susu, dan bermain dengan mainan dan buku gambar, namun mereka dipanggil untuk menjadi penjaga destiny. “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa” (Yer. 1:5). Kami telah banyak melihat banyak ruang anak yang berubah dari area malapetaka menjadi sekolah Roh yang diurapi.

Orang-orang yang belum diselamatkan sebaiknya tidak bekerja di ruang jaga anak-anak di gereja. Bukan juga gadis-gadis remaja, jika mereka hanya melakukannya karena ingin keluar dari kebaktian. Bukan orang yang negatif, yang mengeluh dan membicarakan semua masalah gereja. Pakailah orang-orang yang diurapi dengan panggilan yang sejati atas hidup mereka terhadap para bayi. Ciptakan suatu atmosfir yang seluruhnya rohani, dimana hadirat Allah nyata. Bacakan Firman Allah bagi para bayi, berdoalah atas mereka, nyanyikan nyanyian Sion kepada mereka; dengan demikian anda akan melayani roh mereka.

Anak-anak Tidaklah Diberikan Roh Kudus “Yunior”

Banyak pendeta yang melayani anak-anak menjadi frustasi karena mereka tidak pernah diijinkan untuk berdiri di mimbar dewasa, meski ada sebagian dari mereka yang memiliki pengurapan yang luar biasa dan pengkhotbah yang sangat baik. Meski Allah tidak melihatnya dengan cara seperti ini, mereka merasa semata-mata telah disingkirkan ke “liga kecil,” sehingga mereka merasa dihalangi untuk masuk ke liga utama. Selain itu akan tampak tidak biasa membawa anak-anak ke mimbar utama untuk bersaksi atau melayani. Biasanya kebijakan pendeta senior adalah “jika tidak terlihat, tak perlu dipikirkan.” Selama tidak ada masalah yang serius, biarkan semua apa adanya. Maka kita memiliki dua entitas berbeda dalam gereja yang sama, dan tidak pernah saling bertemu.

Investasi yang sungguh-sungguh bagi perkembangan rohani anak-anak kita belumlah populer. “Lagipula mereka tidak memberi perpuluhan, mereka tidak dapat melakukan apapun yang penting.” Namun Tuhan tidak berpikir dengan cara yang sama tentang mereka. Yesus berkata dalam Yoh. 21, “Feed My lambs (Gembalakan anak-anak dombaKu),” pertama-tama sebelum Ia berkata, “Feed My sheep (Gembalakan domba-dombaKu).” Secara turun-temurun, yang kita lakukan adalah kebalikannya; kita memberi makan domba-domba dan memberi remah-remahnya kepada anak-anak domba.

Tidak ada pria atau wanita, hitam atau putih, atau umur, di dalam Roh. Allah itu abadi, karenanya Ia berdiam di keabadian, bukan waktu. Waktu adalah konsep yang dibuat oleh manusia. Alam Roh itu abadi. Nama-nama kita tertulis di Kitab Kehidupan sebelum fondasi dunia diciptakan. Anak-anak kecil dan anak-anak muda tidak diberikan Roh Kudus yunior atau Roh Kudus bayi saat mereka menjadi seorang Kristen.

Saya berkata bahwa anak-anak kecil dapat memiliki anak-anak saat ini, dan orang-orang tua pun masih dapat memiliki anak-anak; organ reproduksi mereka di dalam Roh adalah mulut. Saat Yesus memberi perumpaan tentang penabur, Ia berkata bahwa benih adalah Firman Allah. Jika anak-anak kecil dapat berbicara di bawah pengurapan dan menceritakan tentang Yesus kepada teman-teman mereka, benih akan keluar dari mulut mereka dan masuk ke dalam telinga teman-teman mereka. Jika benih itu jatuh ke hati teman-teman mereka, maka mereka menjadi dipenuhi dengan Roh Kudus, atau terlahir kembali, dan anak kecil tersebut telah menghasilkan buah atau bereproduksi. “Beranakcuculah dan bertambah banyak,” adalah perintah pertama Allah bagi manusia. Sekarang Ia menginginkan kita, anak-anak kecil dan orang-orangtua, untuk beranakacucu dan bertambah banyak dan menambah isi Kerajaan.

Prajurit Bagi Kristus

Saya telah membawa pesan yang radikal tentang anak-anak kecil dan anak-anak muda selama 10 tahun terakhir, dan kini terobosan-terobosan yang luar biasa sedang terjadi di banyak gereja dimana para gembala senior mereka menangkap visi tersebut. Anak-anak kecil tidak lagi dikunci di ruang khusus anak dan dihibur, namun kini mereka ikut ambil bagian bersama seluruh Tubuh untuk menjadi prajurit-prajurit yang perkasa bagi Kristus.

Para orangtua kini mengambil bagian untuk melatih anak-anak mereka menuju jalan yang harus mereka tempuh, menurut kitab Amsal. Ini adalah bagian Alkitab yang berisi janji dan perintah: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya (bebasnya) pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Ams. 22:6). Jalan apa yang harus ia tempuh? Bukan jalan anak-anak, atau jalan dunia, tetapi jalan Allah! Beberapa orang berkata, “Saya membesarkan anak-anak saya sebaik yang saya bisa.” Kita bukan membesarkan anak-anak, kita membesarkan anak-anak ayam; yang tepat adalah kita hadir untuk melatih atau mendisiplinkan anak-anak kita. Bagi anda yang berkomitmen dengan serius untuk melatih anak-anak anda, anda akan mulai memahami janji bahwa mereka takkan menyimpang dari jalan Allah.

Pelatihan anak-anak yang serius tidak berarti kita memberi mereka pilihan, tetapi kita mengajar mereka untuk taat. Saya sering berada di gereja saat orang-orang berkata kepada saya, “Seandainya putri saya yang berusia 7 tahun hadir malam ini. Sungguh ini pengurapan yang luar biasa, persis seperti yang ia butuhkan.” “Mengapa ia tidak datang?” saya bertanya. “Ia tidak mau,” jawabnya. “Mengapa anda tidak menyuruhnya ikut?” saya bertanya. “Oh, jika kami memaksanya, kami akan membuatnya kesal, sehingga kami akan menunggu hingga ia siap dan bersedia ikut,” adalah kerap yang menjadi jawaban.

Entah kita memiliki anak laki-laki berusia 12 tahun yang tidak ingin ikut karena ia berencana menghabiskan malamnya bersama temannya, atau seorang remaja yang malas, yang jarang ingin datang bahkan pada kebaktian Minggu, hal ini harusnya tidak dapat ditolerir. Jawaban saya bagi orang-orang ini adalah, “Oh! Jadi saat waktunya untuk pergi ke sekolah, anda memberi mereka pilihan ya? Anda tidak memaksa mereka mandi, menyikat gigi, makan sarapan mereka…anda hanya membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan?” Tentu tidak. Mengapa kita menganggap hal-hal ini jauh lebih penting daripada hal-hal rohani? Apakah guru sekolah jauh lebih penting daripada Allah?

Hal pertama yang saya lakukan saat saya berkhotbah di gereja adalah menetapkan peraturan. Percayalah, anak-anak kecil dan anak-anak muda mematuhinya. Mereka bahkan mengingatkan orangtua mereka untuk memperhatikan dan tidak keluar masuk ke kama mandi kecuali terpaksa. Puji Tuhan, peraturan itu menjalankan tugasnya.

Allah jauh lebih mempercayai anak-anak kecil ketimbang kita terhadap mereka. Jika Ia dapat berbicara melalui mulut seekor keledai, berbicara dari semak-semak, dan membelah Laut Merah dengan sebuah tongkat, Ia pasti dapat memakai seorang anak kecil. Bukan usia, tetapi kesediaanlah yang menjadi kriteria. Satu-satunya batasan yang dimiliki anak-anak kecil atau anak-anak muda di hadapan Allah adalah apa yang kita orang dewasa tetapkan atas mereka.

Alkitab memiliki banyak kisah anak-anak kecil dan anak-anak muda yang terlibat dalam urusan Allah. Samuel melayani Allah sejak kecil (1 Sam. 2:11, 18). Bayi-bayi memuji Yesus (Mat. 21:15-16). Para orangtua membawa anak-anak kecil mereka kepada Yesus agar Ia mengurapi mereka (Luk. 18:15-16). Yesus kuat di dalam Roh dan memiliki hikmat atas apa yang dilakukan BapaNya di usia 12 tahun (Luk. 2:40-49). Anak-anak kecil hadir di mana Yesus berkhotbah. Anak laki-laki yang membawa roti dan ikan hadir, dan karenanya lima ribu laki-laki mendapat makan, tidak termasuk para wanita dan anak-anak.

Remaja-remaja yang dipakai: Yusuf mendapatkan dua mimpi saat ia baru berusia 17 tahun (Kej. 37:2-11); Samuel muda memiliki peringatan keras bagi imam Eli meski awalnya ia takut menyampaikannya (1 Sam. 3:4-18); Daud muda membantai Goliat, meski ia diberitahu bahwa ia terlalu muda untuk berperang (1 Sam. 17:33). Terdengar seperti gereja-gereja modern masa kini. Allah menegur Yeremia saat ia mencoba memakai usianya sebagai alasan untuk tidak melayani Allah (Yer. 1:6-8). Allah memakai seorang gadis desa bernama Maria menjadi seorang wanita yang paling dihormati dalam sejarah (Luk. 1:26-31). Timotius muda mampu memenuhi panggilannya sebagai seorang remaja yang mendapat tentangan karena ia memiliki seorang ibu dan nenek yang rohani yang mampu menanamkan iman yang sejati di dalam dirinya (1 Tim. 1:5; 1 Tim. 4:12).

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat… 1 Kor. 1:27

Allah Tidak Hanya Menjamah Anak-anak Tetapi Juga Memakai Mereka Dalam Pelayanan

Saya telah mengkhotbahkan pesan-pesan yang radikal kepada para anak muda dari usia 5-20 tahun dengan hasil yang luar biasa. Anak-anak kecil dan anak-anak muda yang belum pernah dijamah Allah dan menjadi begitu serius akan panggilan Allah atas hidup mereka.

Suatu perubahan paradigma sedang terjadi. Banyak orang terkejut saat melihat anak-anak kecil duduk selama 3 jam dalam satu lokakarya bersama orangtua dan guru untuk belajar bagaimana mereka dapat menjadi seorang yang perkasa bagi Allah. Banyak orang tidak percaya anak-anak yang kecil ini dapat menyimak selama itu. Tidak hanya mereka memperhatikan, mereka juga menjadi begitu bersemangat sehingga mereka menginginkannya lebih lagi. Banyak orangtua belajar untuk mendiamkan bayi-bayi mereka agar tidak menangis di dalam gereja agar roh mereka dapat diberi makanan rohani. Para balita diajari bagaimana menjadi diam dan mendengarkan pendeta dan mau untuk didoakan di akhir kebaktian. Ini adalah sesuatu yang baru; sungguh menyenangkan, karena Allah sedang melakukan di hari ini sesuatu yang dianggap orang mustahil. “Janganlah ingat hal-hal yang dahulu dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?….” (Yes. 43:18-19).

Gereja-gereja yang telah mengalami kebangkitan dan pembaharuan menyadari bahwa Allah tidak pilih kasih saat mereka menyaksikan Roh Kudus tercurah atas manusia. “Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat…'” (Kis. 2:17).

Tidak hanya anak-anak kecil dan anak-anak muda mengalami hal supranatural (banyak yang mengalami untuk pertama kalinya dalam hidup mereka), tetapi Allah juga memakai mereka dalam pelayanan. Dalam pertemuan-pertemuan kami, kami telah melihat banyak orang disembuhkan dan dibebaskan. Yang tuli, buta, dan lumpuh telah disembuhkan. Sakit-penyakit keluar dari tubuh orang-orang sakit saat anak-anak kecil dan anak-anak muda berdoa bagi mereka. Anak-anak kecil dan remaja berjumpa dengan para malaikat, mendapat penglihatan akan Surga dan Neraka, berdoa, bernubuat, berkhotbah, dan membawa banyak anak lainnya datang kepada Yesus.

Sayangnya, masih ada di beberapa gereja, bahkan Karismatik, yang begitu keras menolak konsep ini. Hal ini menakutkan para pemimpin; mereka tidak bagaimana mereka akan mengontrolnya jika hal ini terjadi di gereja mereka. Mungkin akan terjadi banyak kekacauan; beberapa anggota gereja mungkin akan marah; mungkin akan terjadi banyak pertentangan; namun hal ini tidak menjadi masalah, karena saatnya akan segera tiba. Kita tak dapat menghentikannya karena ini berasal dari Allah. Ia mempertahankan anak-anak kecilNya.

Kemungkinan generasi terakhir sebelum kedatangan Tuhan yang kedua kali akan muncul dalam bentuk pasukan yang banyak. Keluarga-keluarga akan bergairah, gereja-gereja akan memiliki anak-anak kecil yang sering berpartisipasi dalam kebaktian utama bersama anggota Tubuh lainnya. Anak-anak kecil akan turut melakukan penginjilan ke daerah-daerah. Anak-anak umur 10 tahun akan berkhotbah pada ribuan orang, para orangtua diajarkan bagaimana melatih anak-anak mereka agar diurapi.

Mereka tidak hanya memakai semua pengajaran Alkitab anak-anak kita, tetapi juga buku-buku milik orangtua. Mereka tidak hanya mengajari anak-anak, tetapi juga membawa anak-anak kecil yang akan menggenapi panggilan dan destiny Allah atas hidup mereka. Mereka suka melayani dan berdoa bagi siapa saja. Akan terjadi banyak kesaksian yang ajaib atas orang-orang yang telah mereka doakan.

Di jaman modern, kita menekankan pada hiburan anak, namun bertahun-tahun yang lalu, gereja memiliki perang salib dan kebangkitan anak-anak, maka sebenarnya ini bukan ide baru. Di masa John Wesley, anak-anak dijamah Allah dengan cara-cara yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa Allah akan selalu menggerakkan anak-anak kita di setiap jaman dan generasi jika kita menyediakan mereka bagiNya dan kuasa RohNya.

Bagaimana kita melatih anak-anak untuk melatih? Dengan cara yang sama saat kita melatih mereka mengikat tali sepatu mereka. “Aku melakukan, engkau memperhatikannya.” “Aku melakukan, engkau menolong.” “Engkau melakukan, aku menolong.” “Engkau melakukan, aku memperhatikan.” Anak-anak kecil ini mulai dengan bersedia menjadi “para pembawa senjata.” Mereka suka berada di sekitar para pelayan yang diurapi dan belajar untuk melakukan apa yang mereka lakukan.

Panggilan

Para pendeta! Waktunya sudah singkat! Bersediakah kita membuat suatu perubahan paradigma? Bersediakah kita untuk mencari para pelayan yang diurapi bagi anak-anak kecil dan anak-anak muda? Bersediakah kita melepaskan anak-anak kecil masuk ke dalam panggilan ilahi mereka? Bersediakah kita untuk mengalami kekacauan disana-sini agar kehidupan baru dapat muncul? Jangan biarkan tradisi-tradisi lama dan ide-ide yang diduga-duga menghentikan kita dan gereja kita untuk memunculkan anak-anak destiny. Waktunya sudah singkat, janganlah menundanya lebih lama lagi.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s