James Goll: Nyanyian Profetik Allah (Dec 20, 2012)


Apakah Nyanyian Allah Itu?

Secara umum, semua penyembahan yang memakai musik adalah nyanyian Allah. Istilah yang berbeda kerap digunakan untuk menggambarkan ekspresi yang sama dari bentuk musikal kreatif ini: “nyanyian baru,” “nyanyian profetik,” atau pun nyanyian bagi Allah. Seringkali, nyanyian semacam ini awalnya muncul secara spontan, dengan inspirasi dari Roh Kudus, dan tetap menjadi nyanyian bagi Allah setelah dituliskan dan dinyanyikan berulang kali. Jika anda menambahkan kata “profetik” kepada istilah ini, hal ini menandakan bahwa nyanyian Allah dikuasai oleh suara profetik, yang membicarakan masa depan dan apa yang Allah ingin lakukan di antara umatNya atau suatu pesan yang relevan dari hatiNya di “masa sekarang.”

Kata-kata dalam nyanyian Allah yang berharga ini mewakili Allah yang bernyanyi bagi umatNya demikian juga umatNya bernyanyi bagiNya. Kitab Mazmur berisi banyak nyanyian Allah, demikian juga kitab-kitab lainnya dalam Alkitab. Di bawah ini adalah satu kisah yang baik dari kitab Zefanya:

“Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel!
Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!
TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.
Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem:
“Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.
Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya,
Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (Zef. 3:14–17).

Nyanyian awal Alkitabiah lainnya yang telah dicatat bagi kita adalah nyanyian Musa (nyanyian Allah yang pertama kali tercatat) dalam Kel. 15:1–19, nyanyian Miriam dalam Kel. 15:20, nyanyian Musa terpanjang yang kedua dalam Ul. 31:19–22, 30; 32:1–43, dan nyanyian bangsa Israel di dekat sumur pada Bil. 21:16–18 (“Berbual-buallah, hai sumurl!”). Demikian juga nyanyian kemenangan antara Debora dan Barak terkait Yael dan Sisera (Hakim-hakim 5).

Ya, Alkitab dipenuhi dengan nyanyian demi nyanyian. Kitab Ayub menyatakan bahwa bintang-bintang fajar bernyanyi (Ay. 38:4–7) dan kitab Yunus menyebutkan suatu nyanyian ucapan syukur (Yunus 2:9).
Perhatikan Banyaknya Nyanyian Allah Dalam Kitab Yesaya:

• Nyanyian tentang Kekasih dan kebun anggurNya (Yes. 5:1)
• Nyanyian puji-pujian (Yes. 12:1–6)
• Nyanyian kota yang kuat (Yes. 26:1–4)
• Nyanyian sukacita orang-orang yang telah ditebus (Yes. 35:1–10)
• “Nyanyian baru” Allah (Yes. 42:10)
• Nyanyian sukacita di dalam penciptaan (Yes. 44:23)
• Nyanyian keselamatan (Yes. 52:7–12)
• Nyanyian juruselamat yang menderita (Yes. 53:1–12)

Hizkia, Yeremia, dan Yehezkiel menulis atau mencatat kalimat-kalimat aktual dari beberapa nyanyian dengan tema mulai dari penebusan, keselamatan, perlindungan dan ucapan syukur hingga penolakan yang memilukan (Yes. 38:20, Mzm. 120–134, Yer. 31:12–13, dan Yeh. 33:32).

Lalu tentu saja kita memiliki semua nyanyian Daud dan anaknya, Salomo – suatu jumlah yang mengejutkan. Daud menulis banyak mazmur, dan ia menunjuk para pennyanyi untuk memimpin bangsanya dalam penyembahan yang berkelanjutan (1 Taw. 16:7). Sebanyak 1005 nyanyian telah dihubungkan dengan Raja Salomo, selain seluruh kitab dalam Alkitab yang kita ketahui sebagai Nyanyian segala Nyanyian (1 Raj. 4:29–34).

Dalam Perj. Baru kita memiliki nyanyian Mesias dalam Gereja, yang diambil dari Mzm. 22:22, 25: “Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah Jemaah. Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar” (Ibr. 2:12).

Kita dapat membaca kisah para pria dan wanita yang menyanyi di sepanjang Alkitab. Misalnya, Kel. 15:20 (Miryam dan para wanita), 1 Taw. 25:5–6, Pkh. 2:8, dan Ezra 2:64–65. Kita melihat para penyanyi pria dan wanita juga dalam Neh. 7:67, 2 Sam. 19:35, 2 Taw. 35:25.

Menuju frame waktu Perj. Baru, umat Allah didorong untuk menyanyi: “Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati” (Ef. 5:19), dan “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu” (Kol. 3:16).

Jangan sampai kita lupa menyebutkan nyanyian mereka yang telah ditebus dalam kitab Wahyu (“nyanyian baru” dalam Why. 5:8–9 dan 14:2–3), demikian juga nyanyian Musa dan Anak Domba (Why. 15:3–4). Dapat disimpulkan bahwa Firman Allah penuh dengan “nyanyian Allah.”

Tujuan Nyanyian Profetik Allah

Apakah tujuan dari nyanyian profetik Allah? Pernyataan-pernyataan profetik, baik diucapkan maupun dinyanyikan, adalah undangan untuk mengaku dosa dan kehidupan yang suam-suam kuku, untuk mengubah dan memperbaiki langkah kita, dan untuk bertumbuh dalam iman dan ketaatan. Kuasa pernyataan-pernyataan ini amat luar biasa. Saat anda menyanyikan “nyanyian Allah”, kuasa kegelapan terangkat dan kemuliaan Allah bangkit atas anda, atas rumah anda, dan atas lingkup pengaruh anda.

Sebagai tambahan, anda juga dapat menjadi seperti apa yang anda nyanyikan; anda dapat menjadi bagian dari pesan nyanyian. Jika anda menyanyikan kekudusan, anda akan ingin untuk menjadi kudus bagi diri sendiri. Jika anda menyanyikan penghiburan, biarlah itu menjadikan anda penghibur bagi orang lain. Jika anda menyanyi tentang semangat, pergi dan berilah semangat bagi orang lain. Barangkali nyanyian itu adalah doa syafaat yang anda jadikan musik. Anda mengenali kebutuhan kota, gereja, atau negara anda dan anda cukup mengubah hati yang rindu akan adanya perubahan menjadi suatu melodi bagi Allah.

Ini Adalah Suatu Nyanyian Responsif!

Nyanyian profetik Allah adalah suatu nyanyian responsif. Anda mengarahkan telinga anda untuk mendengar suaraNya dan Ia memberitahu anda segala sesuatunya.

Nyanyian profetik Allah ini kerap digunakan untuk menolong mengangkat keseluruhan atmosfir ke alam yang lain – zona Allah dimana kasihNya diakui dan dimana segala sesuatu adalah mungkin. Nyanyian anda naik seperti dupa yang harum bagiNya, dan Ia suka mendengarnya! Faktanya, terkadang, anda tidak hanya mulai menyanyi bagiNya, anda pun menjadi wakilNya dan menyanyi atas namaNya.

Betapa saya suka menyanyikan nyanyian Sion. Sejak muda, hal ini adalah hasrat utama saya. Sebelum saya menjadi nabi, gembala, pengajar, atau pengarang buku, saya adalah seorang penyanyi. Dan saya akan menjadi penyanyi keimaman hingga di hari saya meninggal.
Faktanya, pelayanan ini adalah pelayanan yang akan terus berlanjut selamanya. Saya tak pernah berencana untuk berhenti menyanyikan nyanyian untuk dan bagi Allah.

Inginkah anda suatu pelayanan yang akan relevan di masa kini dan selamanya? Maka biarkan nyanyian profetik Allah menjadi bagian integral dalam kehidupan penyembahan anda yang sejati.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Obituary, Prayers, Prophetic, Teaching in Holy Life and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s