Paulette Reed: Mengikuti Bintang – Orang-orang Bijak Masih MencariNya (Dec 18, 2012)


Penugasan Surgawi

Saat itu adalah siang hari seperti biasanya saat saya duduk di meja kerja saya beberapa tahun yang lalu. Saya tahu di dalam roh saya bahwa suatu musim kehidupan akan segera berakhir. Saya berusaha untuk menyelesaikannya dengan baik dan menanti Roh Kudus untuk tugas saya yang berikutnya.

Saat saya mengerjakan tugas administrasi yang menggunung, saya melihat ke atas, dan di sana, pada tembok rumah, ada tulisan tangan. Suatu huruf kaligrafi yang indah terpampang di depan mata saya: “Paulette, penuhilah bumi dengan pengetahuan tentang kemuliaan Allah” (Hab. 2:14) – suatu mandat dari Surga, dan whoosh, tulisan itu pun menghilang. Meski peristiwa ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, hingga hari ini saya sungguh merasa terhormat untuk melakukan perintah Allah di sepanjang hidup saya. Sungguh suatu petualangan yang dahsyat!

Memeriksa kitab Habakuk dalam bahasa Ibani menghasilkan beberapa kebenaran yang menarik: “Sebab bumi akan penuh dengan manifestasi kebaikan TUHAN, hadiratNya, kehormatan, kekayaan, dan kuasa yang tampak di antara putera dan puteri (yang dewasa) saat Firman Tuhan melingkupi umatNya. Allah akan mengkonfirmasi dan mendemonstrasikan FirmanNya di hadapanmu untuk menunjukkan kebaikanNya dan KerajaanNya akan diberitakan di seluruh dunia” (terjemahan lain Habakuk 2:14).

Wow! Saya tak ingin kehilangan apapun yang Allah sediakan di bumi ini. Bagaimana dengan anda? Amsal 4:5 berkata agar kita bersiap: “Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutKu!” Mungkin rasa takut berusaha merintangi tindakan-tindakan supranatural Allah – seperti tulisan tangan di dinding, misalnya.

Kunjungan Orang Majus

Hari ini, mari lihat kembali kelahiran Allah dari perspektif yang berbeda bagi beberapa orang – perspektif supranatural misalnya.

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodeses, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Ketika raja Herodeses mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

Betapa indahnya mengetahui bahwa tindakan-tindakan Allah ini mengesahkan beberapa bentuk komunikasi yang Ia gunakan untuk berbicara pada umatNya. Tentu saja kita melihat banyak pertemuan supranatural terjadi di sepanjang kitab Kejadian hingga Wahyu.

NamaNya Adalah Yesus, Yang Berarti “Menyelamatkan”

Mari perhatikan kisah kita dalam Matius 2 ini untuk mengingatkan kita bahwa Sang Juruselamat, yang adalah Kebenaran, adalah bagi semua orang.

Ada orang-orang bijak yang mengikuti sebuah bintang untuk melihat Yesus. Mereka adalah orang-orang majus, atau astrolog, dari kerajaan Persia; dan salah satu tugas mereka adalah menjadikan Raja Persia terlihat agung. Namun disini, mereka mengikuti sebuah bintang agar mereka dapat mempromosikan Raja yang lain – Raja yang sesungguhnya. Apakah kita sungguh mengharapkan orang-orang majus ini untuk menyembah Yesus? Mereka terbiasa tinggal di istana raja, bukan di kandang kuda. Maka fakta bahwa mereka dituntun, bukan hanya mengikuti sebuah bintang, namun untuk suatu tujuan spesifik seperti ini, pastilah sesuatu yang supranatural.

Sungguh indah mengetahui bahwa kelahiran Sang Juruselamat adalah bagi semua orang! Selanjutnya dalam Perj. Baru, kita membaca bahwa Yesus tidak menghendaki siapapun binasa (2 Pet. 3:9). Sungguh suatu pelajaran yang dalam di sini bahwa kita diingatkan untuk tidak memiliki prasangka terhadap mereka yang belum percaya. Barangkali orang-orang bijak ini bahkan mungkin orang-orang percaya yang rendah hati. Maksud saya, mereka tidak hanya menempuh perjalanan bermil-mil untuk mencari Yesus, namun mereka juga bersiap untuk menyembah seorang Raja yang belum pernah mereka temui. Dan mereka juga membawa hadiah-hadiah yang tepat untuk diletakkan di bawah kakiNya. Sedangkan kita terkadang mengeluh jika kita terpaksa harus berkendaraan lebih dari 20 menit, dan bahkan menemui Raja dengan tangan kosong.

Jika kita membaca baik-baik Matius 2, kita melihat lebih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan supranatural Allah. Sebagai contoh, entah bagaimana orang-orang bijak ini mengetahui bahwa Mesias adalah anggota kerajaan. Entah bagaimana, mereka mengetahui bahwa Yesus adalah Raja yang memiliki segala otoritas (dinyatakan kemudian dalam Mat. 28:18). Lalu, karena sebuah mimpi dari Allah, pewahyuan supranatural disingkapkan kepada mereka agar mereka tidak kembali ke negeri mereka dengan melewati Yerusalem.

Siapa yang menyangka bahwa orang-orang majus ini akan menjadi beberapa orang pertama yang pertama kali menerima Kabar Baik – bahwa namaNya adalah Imanuel, Allah beserta kita? Tampaknya bintang di Timur sebenarnya adalah tanda ajaib yang mereka butuhkan…untuk membuat mereka takjub.

Meneguhkan Mimpih-mimpi Anda

Dalam pesan profetik pada Matius 2, kita melihat beberapa tuntunan yang ditetapkan Surga terkait apa yang diperlukan untuk meneguhkan mimpi-mimpi Allah dalam hidup kita pribadi.

Pertama, mimpi ada untuk dinubuatkan. Herodes bertanya pada banyak orang dimana Mesias dilahirkan. Dan mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea; karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi” (Mat. 2:5), dan mereka mengutip Mikha 5:2, yang telah ditulis hampir 400 tahun sebelumnya. Jadi, jika anda merasa bahwa anda lelah menanti mimpi-mimpi anda akan menjadi nyata, teruslah bertahan! Amos 3:7 mengingatkan kita, “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” Maka, bernubuat atas mimpi-mimpi Allah yang anda terima sangatlah penting.

Kedua, kita harus berhati-hati untuk tidak memandang hina permulaan-permulaan yang sederhana (Zak. 4:10). Siapa yang pernah menyangka bahwa Raja segala Raja akan lahir di kandang kuda dan miskin agar kita menjadi kaya?

Tuntunan ketiga adalah untuk berjaga-jaga bahwa tidak semua orang akan seantusias anda terkait kelahiran dari sebuah mimpi. Faktanya, Yusuf tidak mendapati kamar di semua penginapan bagi Maria untuk melahirkan. Dan Herodes yang jahat mengingatkan kita bahwa musuh kita adalah pendusta. Ia berkata bahwa ia ingin tahu dimana sang bayi dilahirkan agar ia dapat menyembah Dia, padahal sebenarnya ia berencana untuk membunuh “mimpi.” Penting bagi kita untuk ingat bahwa semua orang yang duduk di baris depan bukanlah pendukung utama anda. Dan, juga penting untuk ingat bahwa kita harus belajar untuk bersuka di dalam ketersembunyian hingga waktunya bagi Allah untuk mengeluarkan pengumuman kelahiran mimpi-mimpi anda.

Berikutnya, timing sangatlah penting. Musuh ingin mengetahui waktu yang tepat saat bintang muncul di langit (Mat. 2:7-8, 16). Lalu, dengan menghitung jarak yang ditempuh, ia dapat memperkirakan kapan sang bayi lahir dan berapa usianya. Lalu, ia menjalankan rencana jahatnya untuk membunuh semua bayi laki-laki yang berusia di bawah dua tahun. Namun kabar baiknya adalah bahwa waktu Allah itu tepat pada waktunya; dan jika kita tetap mengikuti irama Surga, Ia akan memberi hikmat supranatural kepada kita untuk melindungi mimpi-mimpi yang Ia taruhkan di dalam kita.

Kita juga harus ingat untuk bersukacita senantiasa sementara kita menanti mimpi-mimpi kita digenapi. Ada kuasa di dalam puji-pujian dan ini mengubah atmosfir. “Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka” (Mat. 2:10). Dapatkah anda bayangkan berada di luar dan Surga terbuka? Oh, betapa sukacita melalui doa dan puji-pujian menghasilkan kegembiraan dalam hati kita. Hal ini juga menuntun kita untuk menghormati, yang penting dalam meneguhkan mimpi-mimpi kita. Ketika mimpi-mimpi Allah dilahirkan, kita menghormati Sang Pemberi Mimpi seperti halnya orang-orang bijak yang sujud ke tanah dan menyembah Sang Raja (Mat. 2:11).

Tuntunan keenam yang harus kita ingat adalah bahwa selalu ada perbekalan yang dibutuhkan untuk visi yang kita terima. Orang-orang majus membawa emas, kemenyan, dan mur (Mat. 2:11). Saya yakin hal ini mewakili fakta bahwa Allah akan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan mimpi. Emas adalah suatu hadiah yang tepat bagi seorang Raja. Kemenyan melambangkan dupa, korban ukupan yang mewakili doa. Kemenyan biasa digunakan oleh para imam, dan menandakan sifat keimaman Mesias. Dan mur adalah wangi-wangian, digunakan untuk membalsem tubuh. Penyebutan ketiga hadiah ini dapat dilihat sebagai tanda profetik kematian Mesias. Hadiah-hadiah ini menunjukkan tiga jabatan penting Mesias: sang nabi, imam, dan Raja.

Dan terakhir, untuk meneguhkan mimpi-mimpi kita, kita harus taat senantiasa. Kita harus tahu kapan waktunya untuk tinggal dan kapan waktunya untuk membawa sang “bayi.” Kita lihat dalam Mat. 2:13 bahwa seorang malaikat menampakkan diri dan memberitahu Maria dan Yusuf untuk pergi agar mereka terhindar dari Herodes.

Orang-orang Bijak Masih MencariNya

Wahyu 22:16 memberitahu kita bahwa Yesus adalah Bintang Timur yang Gilang-gemilang. Ia sungguh indah, agung, dan bersinar terang dengan cahaya kemuliaan yang takkan pernah pudar.

Tentu Allah rindu agar kita mengikuti Bintang ketimbang didesak oleh masalah-masalah kita. Apakah anda mengikuti Yesus hari ini? Jika tidak, ikutilah Dia. Mudah sekali untuk mengundang Dia masuk ke dalam hati anda dan lahir kembali. Dan kita dapat bertanya pada diri kita sendiri apakah kita telah selaras dengan perkataan-perkataan profetik, supranatural yang telah kita terima selama bertahun-tahun. Apakah kita menulis mimpi-mimpi profetik yang kita terima? Apakah kita menjaga damai sejahtera di bumi dan hubungan baik dengan orang lain, seperti kita mempertahankan keyakinan yang tenang dan tetap bergantung 100% kepada Allah, dengan menyadari bahwa destiny supranatural kita menjangkau melebihi kemampuan-kemampuan natural kita?

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prayers and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s