Victoria Boyson: Dukacita Berubah Menjadi Sukacita – Jangan Berhenti Sekarang! (Dec 11, 2012)


Melahirkan destiny anda adalah suatu proses yang melelahkan dan kacau, namun tak terhindarkan bahwa penderitaan anda akan berubah menjadi sukacita dan anda akan menghasilkan produk anugerah yang selama ini selalu anda impikan. Anda sudah terlalu dekat dengan fase akhir untuk berhenti di saat ini.

Penderitaan Berubah Menjadi Sukacita

TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak…Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang (Mzm. 21:1-2, 7).

Puji-pujian yang penuh rasa terima kasih yang keluar dari hati Daud tampak jutaan mil jauhnya dari Mazmur-Mazmur lainnya yang ia tulis di tengah-tengah pencobaan yang ia alami. Di masa-masa kesengsaraannya, ia menulis Mazmur-Mazmur yang mengekspresikan penderitaan dan kepedihan hatinya. Ia mempertanyakan apakah Allah bahkan bersamanya (Mzm. 22:1). Ia mengerang karena ia tidak melihat Allah menjawab doa-doanya (Mzm. 22:2). Penderitaannya sungguh dahsyat, seperti seorang wanita yang akan segera bersalin.

Di saat seorang wanita bersalin, ia merasa tak dapat bertahan hingga akhir; seolah-olah rasa sakitnya terlalu besar untuk ditanggungnya. Ia tak peduli apa yang orang lain pikirkan. Ia sedang menderita. Namun momen di saat semuanya berakhir dan ia memeluk bayinya yang baru lahir, ia mulai melupakan rasa sakitnya. Ia merasa seperti yang Daud katakan dalam Mzm. 21:1, “TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu!” Sukacitanya menutupi jam-jam kepedihannya, dan sakit yang hebat yang ia rasakan sebanding dengan sukacita yang meluap-luap dan kedamaian yang ia rasakan.

Ubahlah Penderitaan Anda Menjadi Puji-pujian

Saat Allah menggenapi destiny kita di dalamNya dan janji-janji yang dibuatNya bagi kita, rasa sakit yang kita rasakan di masa-masa penderitaan akan sirna menjadi puji-pujian kemenangan. Seperti seorang wanita bersalin yang mengetahui bahwa kesakitannya akan melahirkan seorang bayi, kita pun tahu bahwa penderitaan kita akan menghasilkan janji Allah, destiny kita.

Daud menyanyikan nyanyian dukacita dan kesedihan dalam Mzm. 22, namun di tengah-tengah penderitaan dan kesakitannya ia memuji Allah, “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka. Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu” (ay. 3-5).

Daud mengingatkan dirinya sendiri bahwa nenek moyangnya percaya kepada Allah dan tidak mendapat malu. Ia memuji Allah karena kasih setiaNya, bahkan di tengah-tengah penderitaannya. Ada suatu penderitaan tertentu dalam mempercayai Allah bahkan saat gelombang-gelombang keraguan masuk ke dalam jiwa anda. Namun demikian, kita “harus percaya dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin” (Yak. 1:6). Kita tidak boleh bimbang dan melepaskan janji destiny kita di dalamNya. Kita harus tetap berjalan di jalur kita dan tidak berbelok ke kanan dan ke kiri. Pencobaan akan iman kita di dalamNya akan menghasilkan daya tahan – kekuatan yang kita butuhkan untuk terus melanjutkan hidup. Dalam setiap pertempuran dimana kita mampu bertahan, kita semakin bertambah kuat di dalamNya.

Ada masa-masa dimana kita, seperti Daud, tidak dapat mendengar suara Allah kita (Mzm. 22:2). Ia tampak membisu dan kita bertanya-tanya apakah Ia masih berniat untuk menggenapi janji yang dibuatNya bagi kita. Ini adalah masa-masa kritis ketika kepercayaan kita di dalamNya diuji – saat kebimbangan mulai melempari kita seperti butiran-butiran es. Haruskah kita mundur seperti orang yang mendua hatinya dalam Yak. 1:8 dan mengubah arah, atau haruskah kita terus lanjut, mempercayai Allah kita? Tentu saja kita harus tetap bertahan di jalur kita! Kita harus percaya padaNya! Kita tahu bahwa pencobaan-pencobaan ini akan berakhir, namun “berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yak. 1:12).

Para kekasih, teruslah percaya! Tetaplah pada jalur anda dan, tentunya seperti seorang ibu yang sedang mengandung, kesakitan anda akan menghasilkan janji Allah. Teruslah percaya…teruslah memuji-mujiNya, baik anda menyukainya atau tidak. Hadiah terbesar yang dapat anda berikan pada Bapa di surga adalah dengan memujiNya di tengah penderitaan anda. Percayalah padaNya walau anda tidak menerima jawaban doa anda, karena “setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan” (Yak. 1:17).

Kesakitan yang anda rasakan akan berubah menjadi puji-pujian termanis bagi Allah kita. Dukacita anda akan berubah menjadi sukacita. “Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang” (Mzm. 21:7). Ia akan mengubah ratapan anda menjadi tari-tarian sukacita, dan penolakan yang anda alami akan diubah menjadi kekuatan, dengan percaya kepada Allah. Daud mengalami hal ini, demikian juga anda!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s