Kim Clement: Di Tahun 2013 – Taklukkan Gunung-gunung Anda (Nov 27, 2012)


Para Pejuang,

Kita hampir tiba di tahun 2013! Banyak hal-hal besar telah terjadi di tahun 2012, dan meski kita menghadapi masa-masa sukar dan pencobaan-pencobaan, kita sanggup bertahan dan bahkan lebih sering tertawa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana kita dapat tetap tertawa, bersukacita, dan bahkan bergairah ketika kita menghadapi begitu banyak kejahatan dan kegelapan? Mari lihat beberapa hal sebelum kita bersama-sama pergi ke gunung-gunung di Israel dan mendengarkan Firman Tuhan pada tanggal 31 Desember 2012.

Kita TIDAK akan memasuki tahun 2013 dengan satu perkataan negatif di bibir kita, sebaliknya kata “TAKLUKKAN” akan bergema dan menyiapkan jalan kita menuju banyak kemenangan kita. Anda mungkin berkata, “Kim, anda terlalu bersikap positif! Bagaimana kita dapat benar-benar mempercayai hal ini?”

Sir Winston Churchill pernah ditanya tentang kualifikasi apa yang dimiliki seseorang agar dapat berhasil dalam dunia politik, dan ia menjawab: “Kemampuan untuk memberitahu apa yang akan terjadi esok, minggu depan, bulan depan, dan tahun depan. Dan memiliki kemampuan untuk menjelaskan hal-hal yang tidak terjadi.” Hal-hal inilah yang dibutuhkan untuk menjadi seorang politikus, namun tidak bagi para nabi dan pembawa pesan Allah. Mari lihat Yesaya sebagai contoh.

Jaman Yesaya

Yesaya hidup di jaman yang sangat penting, di hari-hari kritis pergolakan internasional, dan ia menulis apa yang dianggap banyak orang sebagai kitab terbaik dalam Perjanjian Lama. Anda melihat bagaimana Yesaya bergerak dengan penuh harga diri namun tanpa rasa takut melewati kekacauan di jamannya, teguh di dalam imannya yang tenang, dan setia di dalam Allah. Di masa ketika kerajaan-kerajaan bangkit dan berjatuhan (seperti yang kita lihat di masa sekarang), dan bangsanya berada dalam masalah, adalah Yesaya yang menulis, “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

Saya dituduh oleh banyak orang sebagai orang yang terlalu optimis dan tidak realistis. Mengapa? Karena saya menolak untuk bersepakat dengan teriakan para peramal di jalan-jalan, hal terbaik dari sorotan media adalah, mereka yang harus mengakui bahwa dalam banyak hal mereka salah, namun sebenarnya jarang terjadi. Perhatikan pernyataan “konyol” yang Yesaya ucapkan di masa kekacauan! “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

Dan ketika suatu generasi baru menghadapi percakapan yang sulit tentang ekonomi yang hancur, negara yang hancur, maka perkataan nabi Yesaya yang memberi mereka keberanian. “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Para nabi tipe Yesaya adalah mereka yang perlu kita dengar di masa sekarang, berseru secara berulang-ulang di tengah dunia yang bergolak, “Hiburkanlah, YA, hiburkanlah umatKu.”

Kita tidak membutuhkan para peramal untuk berdiri di atas mimbar. Jumlah mereka banyak sekali, sekedar mengulang-ulang apa yang tampaknya sudah terbukti – gambaran yang salah tentang masa depan. Ya, saya tahu ada masalah dengan perekonomian; kita menghadapi peperangan, kita memiliki pemimpin-pemimpin yang lemah, dll dst, namun begitukah cara kita meresponinya? Dengan begitu mudahnya kita menyetujui laporan-laporan ini dan menjadi tawar hati? Yesaya lebih dari seorang nabi, ia adalah seorang penginjil yang mewakili Yesus Kristus dan Kabar Baik. Pasal “Servant Song (Hamba Tuhan yang Menderita)” berbicara tentang Yesus (Yes. 52:13-53:12) dikutip atau disinggung hamper 40 kali dalam Perjanjian Baru.

Sang nabi bercerita tentang kelahiran Kristus (Yes. 7:14, 9:6; Mat. 1:18-25); pelayanan Yohanes Pembaptis (Yes. 40:1-6; Mat. 3:1); pengurapan Kristus oleh Roh (Yes. 61:1-2; Luke 4:17-19); penolakan bangsa Yahudi akan Mesias mereka (Yes. 6:9-11; Yoh. 12:38); Kristus, “batu sandungan” (Yes. 8:14, 28:16; Rom. 9:32-33, 10:11; 1 Pet. 2:6); pelayanan Kristus bagi orang-orang non-Yahudi (Yes. 49:6; Luk. 2:32; Kis. 13:47); penderitaan dan kematian Sang Juruselamat (Yes. 52:13-53:12; Acts 3:13; 8:32-33; 1 Pet. 2:21-25); kebangkitanNya (Yes. 55:3; Kis. 13:34); dan kembalinya Ia untuk bertakhta sebagai Raja (Yes. 9:6-7, 11:1, 59:20-21, 63:1-3; Rom. 11:26-27; Why. 19:13-15). Ia menuliskan ini semua di masa-masa kritis dari pergolakan internasional!

Penekanan pada penebusan inilah yang membuat Yesaya menyampaikan suatu pesan bagi seluruh dunia. Sementara benar bahwa ia juga melayani bangsa Yehuda yang kecil, dan menulis tentang bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan yang kebanyakan tidak lagi ada dalam peta dunia, fokus utamanya terletak pada rencana keselamatan Allah bagi seluruh dunia. Yesaya melihat kebesaran Allah dan luasnya rencana keselamatanNya bagi bangsa Yahudi dan non-Yahudi. Yesaya adalah seorang patriot, namun seorang fanatik; ia melihat melampaui bangsanya sendiri ke dalam pekerjaan anugerah Allah di antara bangsa-bangsa non-Yahudi di dunia.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s