James Goll: Meningkatnya Urapan Sang Pelihat! (Oct 7, 2012)


Minggu ini dalam pertemuan Global Prayer Storm kami, kami akan berdoa bagi meningkatnya “urapan pelihat” dalam hidup kita. Kita membutuhkan wawasan, pertimbangan, dan pewahyuan yang lebih lagi di masa-masa sekarang dimana kita hidup.

Mari nantikan meningkatnya “urapan pelihat” dalam hidup di kita di saat seperti saat ini! Dalam nama Yesus!

1 Samuel 9:9: Dahulu di antara orang Israel, apabila seseorang pergi menanyakan petunjuk Allah, ia berkata begini: “Mari kita pergi kepada pelihat, sebab nabi yang sekarang ini disebutkan dahulu pelihat.”

Di dalam keseluruhan alam para nabi terletak alam pelihat yang unik dan khusus. Kata pelihat berarti suatu jenis nabi yang menerima pewahyuan atau impartasi profetik yang khusus.

Jika menyangkut pewahyuan profetik, seorang nabi pertama-tama menjadi seorang pendengar dan kemudian sang pembicara, sementara seorang pelihat khusus pada sisi visual. Dengan kata lain, nabi berada pada dimensi komunikatif dan pelihat pada dimensi reseptif. Sementara nabiy’ menekankan kondisi aktif sang nabi untuk meneruskan pesan dari Allah, ra’ah dand chozeh berfokus pada pengalaman atau cara-cara dimana sang nabi “melihat atau merasakan” pesan tersebut.

Semua pelihat yang sejati adalah juga nabi, tetapi tidak semua nabi adalah pelihat. Seorang nabi mungkin memiliki karunia khusus untuk mendengar dan memperkatakan Firman Allah, namun tidak sepenuhnya berfungsi dalam kapasitas visioner pewahyuan seperti halnya seorang pelihat. Seorang pelihat, di sisi lain, dapat bergerak dengan luar biasanya dalam kapasitas mimpi visioner ini namun tidak begitu mendalam dalam hal karunia mendengar dan memperkatakan. Walau demikian, keduanya bergerak dan bekerja dalam alam profetik, namun dalam dimensi atau kapasitas yang berbeda.

RENUNGAN

“Alam pelihat akan pengurapan profetik banyak dilakukan dengan menantikan Allah dalam diam. Cukup sering, impartasi di dalam alam pelihat terjadi setelah sekian waktu merenungkan dan menantikan Tuhan dengan sabat. Namun bersyukurlah kepada Allah – jika kita menantikanNya, Ia pasti akan menyatakan diriNya!”

Berapa banyak waktu yang anda habiskan untuk menantikan Allah rata-rata dalam sehari? Rata-rata dalam seminggu? Apakah Allah meminta anda untuk menambah waktu anda menantikan diriNya agar Ia dapat lebih mengimpartasi diriNya kepada anda?

Dua Aliran Profetik: Perbandingan dan Persamaan

Ef. 1:17: … Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Dengan membandingkan dan menyamakan aliran sang nabi dan pelihat, kita dapat meraih pengertian yang lebih tentang bagaimana keduanya saling bekerjasama dan saling melengkapi untuk menghadirkan ekspresi pewahyuan profetik Allah seutuhnya.

Para nabi sering bekerja dalam ragam kepemimpinan. Individu-individu yang berpengalaman dan memiliki karunia, baik pria dan wanita, melayani melalui penumpangan tangan, bernubuat bagi orang atau tubuh Kristus berdasarkan apa yang disingkapkan kepada mereka. Pelayanan ini sering memakai karunia berkata-kata dalam bahasa roh dan menafsirkannya, dan karunia bernubuat dan berkata-kata dengan pengetahuan. Seorang nabi “mendengar” suatu kata di dalam roh mereka dan mulai melepaskan pemberian ini. Nubuatan jenis ini cenderung lebih spontan dengan aliran yang lebih cepat ketimbang nubuatan “pelihat”, yang penuh inspirasi dengan tekanan suara yang biasa.

Seorang pelihat, di sisi lain, cenderung pada pelayanan satu orang versus kemajemukan suatu tim. Pengurapan pelihat menekankan pada visi dan karunia pewahyuan yang bercampur dengan karunia untuk membedakan roh ketimbang karunia-karunia yang terdengar dan berbicara. Dalam dimensi visioner terdapat dua jenis dasar “melihat”: visual dan aktual.

“Melihat” visual melibatkan wawasan, pewahyuan, peringatan, dan nubuatan dari Roh Allah yang mungkin muncul dalam mimpi visual supranatural. Sebaliknya, “melihat” aktual melibatkan mimpi supranatural dimana kehadiran Allah yang nyata terbukti atau terwujud.

RENUNGAN

“Setiap orang percaya yang telah lahir kembali memiliki dua jenis mata. Kita memiliki mata fisik, dimana kita memandang hal-hal fisik, yang diciptakan oleh dunia di sekitar kita. Paulus berbicara tentang jenis mata kedua – mata hati kita atau mata dalam diri kita – yang dapat diterangi untuk menerima kebenaran rohani. Saya yakin bahwa setiap orang percaya dapat mengembangkan kapasitas pelihat ini.”

Berdoalah agar Allah mengembangkan mata hati anda agar anda dapat menerima kebenaran rohani!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s