Kathi Pelton: “Jangan Menyerah…Pandanglah Ke Atas!” (Jul 25, 2012)


Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya. Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.” Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.

Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik. Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Mzm. 3

Bagi kebanyakan dari anda, musim ini telah menjadi suatu musim ujian dan peperangan yang lama dan sukar. Meski pengharapan akan kelepasan masih ada, namun manifestasinya tampak tertunda. Meski anda tidak memiliki pengertian yang jelas mengapa anda dikelilingi oleh banyak peperangan yang kejam, anda tetap berada di tempat kebergantungan kepada Allah.

Pagi ini, saya bangun dan ingin berteriak sekencang-kencangnya:

“JANGAN MENYERAH!”

Saya ingin melepaskan seruan ke dalam diri dan atmosfir: “Allah akan membebaskanmu!” Saya ingin berseru kepada emosi-emosi yang bergejolak yang membuat anda merasa ditinggalkan: “Ia takkan pernah meninggalkan anda!”

Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN. Mzm. 9:9-10

Kekecewaaan Muncul Dalam Hidup Anda?

Saya terus merasakan bahwa banyak umatNya merasakan kekecewaan atas apa yang telah mereka alami di musim yang buruk ini. Saya bayangkan ketika Petrus melangkah dengan iman di tengah badai, namun mulai tenggelam, bahwa ia merasa kecewa ketika badai tampak jauh lebih berkuasa ketimbang tangan Yesus yang terulur. Saya yakin bahwa di malam pengkhianatan Petrus, ketika rasa takut Petrus membuatnya menyangkal Tuhan, ia merasa malu oleh kegagalannya dan dipenuhi dengan keputusasaan.

Namun Allah mengerti kelemahan-kelemahan kita namun tetap mengindahkan kita!

Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Mzm. 8:3-4

Tuhan kita ini yang menciptakan segala sesuatu, yang mampu menjaga semua benda-benda langit tetap di tempatnya, yang mempertahankan alam semesta dengan FirmanNya yang berkuasa, takkan pernah tertahan oleh kelemahan kita. Tuhan yang sama yang mengulurkan tanganNya untuk menahan Petrus agar tidak tenggelam telah mengulurkan tanganNya juga kepada anda. Meski peperangan takkan pernah sepenuhnya berakhir selama perjalanan hidup kita di dunia, tetapi kita tidak pernah sendiri dan takkan pernah menjalaninya tanpa Sang Pembebas kita.

Anda mungkin telah tersandung dan goyah di musim pencobaan ini, tapi anda takkan pernah jauh dari pertolongan dan kasihNya. Ia cepat untuk mengampuni dan memulihkan. Ia takkan pernah melupakan anda atau apa yang sedang anda alami. Bapa melihat anda melalui kebenaran Yesus. Anda tak bisa mendekatiNya melalui kebenaran anda sendiri, hanya melalui kebenaran Kristus yang tak pernah gagal. Ijinkan Ia membasuh semua rasa malu dimana anda jatuh di dalamnya, dan janganlah menyerah, saudaraku.

Menyesal?

Saya juga sangat merasakan bahwa sang pendakwa telah berusaha untuk membuat umat Tuhan melihat kembali kehidupan mereka dengan penyesalan. Musuh senang membalikkan bahkan setiap momen dimana kita mengikuti Tuhan menjadi sesuatu yang negative jika ia dapat membuat kita berfokus pada peperangan yang ia hadirkan dalam hidup kita di masa-masa itu. Faktanya, bukanlah Tuhan yang membawa kesukaran dalam hidup kita; melainkan musuh roh kita yang mencoba mencuri sukacita dan damai sejahtera kita.

Jangan biarkan penyesalan menekan anda. Saat melahirkan seorang anak, apakah kita menyesal untuk kesakitan saat kita melahirkannya? Tidak, kita melihat ke belakang dengan sukacita karena bayi yang diletakkan di pangkuan kita saat kesakitan itu berakhir. Kita pun harus melakukan hal yang sama dengan hidup kita. Jangan biarkan kepedihan membutakan anda dari keindahan.

Pandanglah Ke Atas!

Saat saya berdoa untuk menulis artikel bulanan saya untuk bulan Juli, inilah yang saya rasakan: “Kuatkan umatKu! Beritahukan pada mereka untuk jangan menyerah, tapi pandanglah ke atas.”

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.

Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.

TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. Mzm. 121

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s