Kathi Pelton: Mujizat, Mujizat, Mujizat (Nov 24, 2011)


Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”

Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.”

Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya (mujizat) dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Yoh. 2:1-11

Kesaksian Pernikahan Mujizat

Bulan ini putri bungsu kami akan menikah! Ini adalah pesta pernikahan pertama dari keempat anak kami dan pernikahan pertama yang pernah kami rencanakan. Menurut tradisi, orang tua dari mempelai wanitalah yang bertanggung jawab untuk membiayai dan merencanakan pernikahan. Hal yang sama ini berlaku juga bagi putri kami, Amy. Walau demikian, selama beberapa tahun terakhir, kami mengalami krisis keuangan yang sangat berat yang membuat kami harus menguras habis tabungan kami – faktanya, setiap bulan kami membutuhkan mujizat untuk membayar tagihan-tagihan kami. Maka “kenyataan situasional” ini sangat memberatkan kami: Bagaimana kami akan membiayai sebuah pernikahan yang indah, khususnya karena kami memiliki keluarga yang sangat banyak dan teman-teman tersayang yang ingin hadir? Lalu Tuhan mengingatkan kami tentang kisah di atas. MujizatNya yang pertama ada di dalam pernikahan! Ia berkata kepada kami, “Pernikahan ini akan menjadi suatu pernikahan mujizat.”

Saat bulan Januari 2011 dimulai, kami pun memulai rencana pernikahan putri kami… sepenuhya bergantung di dalam iman dan tanpa uang sepeser pun. Mujizat pertama terjadi saat Allah berbicara kepada seorang percaya di Texas (yang belum pernah kami temui sebelumnya) dan meminta mereka untuk membayar gaun pernikahan putri kami. Mereka tidak hanya mengirimkan uang untuk gaun pernikahan, tapi juga cukup untuk membeli dekorasi dan deposit untuk membayar fotografer.

Kami terus membuat rencana, dan persediaan demi persediaan muncul secara ajaib. Saat musim panas dimulai, kami tinggal tiga bulan sebelum tanggal pernikahan dimulai dan saya semakin cemas! Kami membutuhkan banyak mujizat untuk melihat pernikahan ini terjadi. Saya mulai kurang tidur karena terlalu khawatir dengan keterbatasan waktu yang kami miliki dan banyaknya mujizat yang kami butuhkan (Oh… sungguh iman yang kerdil di hadapan Allah yang setia!). Bahkan di tengah “kecemasan” saya, Allah turun tangan kembali.

Pertama, kami diberikan sejumlah uang tertentu yang telah lama kami doakan, lalu pasangan Kristen yang menawarkan kami untuk memakai rumah mereka yang indah secara gratis untuk pernikahan dan resepsinya. Beberapa hari kemudian seseorang datang dan menawarkan jasa catering sebagai hadiah bagi keluarga kami (yang kami bayar hanyalah makanan, bukan jasanya), kemudian seorang mahasiswa floral mendatangi kami untuk menawarkan semua pekerjaan florist sebagai proyek kuliahnya – sekali lagi, secara gratis kecuali untuk suplai bunganya.

Salah satu tagihan terbesar kami adalah rental meja, kursi, dan kain linen selama acara. Kami juga sungguh diberkati ketika seorang anggota keluarga mendatangi kami dan menawarkan untuk membayar semua tagihan ini. Semuanya berjalan seperti yang telah Allah janjikan bagi kami. Hati kami sungguh dipenuhi ucapan syukur. Tiba-tiba, kurang dari dua bulan acara, kami diberitahu bahwa orang-orang yang berencana membayar rental ini tak sanggup melakukannya. Mendadak kami mendapat tagihan besar yang tidak sanggup kami lunasi.

Beberapa sahabat kami mendatangi rumah kami dan berdoa bersama kami terkait hal ini dan mereka terus mendengar perkataan, “Pernikahan mujizat.” Allah mengingatkan kami apa yang telah Ia perkatakan sebelum perencanan kami mulai. Maka damai sejahtera Allah pun kembali turun. Keesokan harinya kami mulai menerima cek-cek dari orang-orang yang mendengar Allah meminta mereka untuk “menabur bagi pernikahan ini.” Kami betul-betul menerima dua kali lipat dari apa yang terhilang dalam dua minggu.

Saat mendekati hari pernikahan, Allah terus menepati janjiNya dn membawa mujizat demi mujizat bagi pernikahan ini. Kami tidak mengeluarkan biaya apa-apa – semuanya telah disediakan. Kami akan melihat puteri kami menikahi pria dambaannya dalam gaun pernikahan yang ia impikan, di suatu taman seperti yang ia bayangkan, dengan semua teman dan keluarga yang ia ingin turut menikmati hari bahagianya. Setiap detail telah disediakan oleh Bapa sejati dari Sang Mempelai Wanita. Satu-satunya persediaan terakhir adalah rumah untuk mereka tinggali setelah kembali dari bulan madu mereka, dan kami yakin bahwa Ia akan menyediakannya juga… tepat saat mereka membutuhkannya. Kami mengalami janjiNya dalam Ef. 3:20-21:

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.”

Harapkan Mujizat

Saat kami melewati perjalanan mujizat ini, Roh Kudus terus mengingatkan saya bahwa seperti inilah seharusnya hidup yang kami jalani setiap hari. Yesus adalah Mempelai Pria kita dan Ia sedang menyiapkan pernikahan yang sempurna bagi Mempelai WanitaNya. Mengapa kita begitu percaya bahwa Ia takkan mengurus Mempelai WanitaNya selama masa persiapan?

Allah kini memulihkan iman dan percaya kita akan “Siapa Ia sebenarnya.” Mengapa kita kehilangan pandangan kita akan karakter dan janji-janjiNya? Mengapa kita berjuang dengan kekhawatiran dan ketidakpercayaan? Ia adalah Ia sebagaimana yang Ia katakan! Ia setiap terhadap FirmanNya yang tertulis, dan terhadap janji-janji yang telah Ia nyatakan ke dalam setiap hati kita. Kita harus memperhatikan FirmanNya dengan sungguh-sungguh! Pernikahan puteri kami hanyalah salah satu kesaksian atas kasih setia Tuhan dan mujizat yang terjadi di dalam kehidupan orang-orang yang berjalan bersamaNya.

Saya percaya bahwa kita telah memasuki suatu masa di dalam sejarah dimana kita akan melihat suatu tingkat iman yang baru yang akan bangkit, dan mujizat-mujizat pun akan mengikuti. Pernyataan-pernyataan kebenaran akan muncul dari Surga sehingga Gereja akan melepaskannya dan melihatnya tergenapi. Seluruh kebaktian umatNya akan hanyut di dalam puji-pujian dan pengucapan syukur dan hal ini akan semakin sering terjadi dan menjadi biasa. Suatu roh pengucapan syukur akan turun atas umat Tuhan yang akan membebaskan banyak orang dari luka hati di musim pengujian yang lalu ini dan akan melepaskan mujizat-mujizat di tingkat yang belum pernah dilihat generasi ini sebelumnya.

Saya percaya bahwa luka hati akan pengharapan yang tertunda akan dihancurkan atas umat Allah dan kita akan memasuki suatu masa dimana hasrat hati kita akan digenapi. Lepasnya tingkat iman dan pengucapan syukur yang baru (yang mendorong ketaatan) akan melayani kelepasan bagi banyak orang yang selama ini hidup untuk “sekedar bertahan hidup” ketimbang hidup di dalam hidup yang berkelimpahan yang telah Allah rancangkan bagi putera dan puteriNya. Musuh bekerja keras untuk mengalahkan umat Allah dan mencuri kepercayaan, iman, sukacita, dan keyakinan mereka di dalam Allah. Tetapi kini Allah menaikkan standarNya dan mengangkat tinggi-tinggi umatNya di atas dusta musuh.

Ia mengundang anda memasuki musim yang baru ini…suatu musim pengucapan syukur dan mujizat; suatu musim kesukaan dan sukacita, suatu musim kesembuhan dan pemulihan! Karena kami secara pribadi telah melihat impian puteri kami tergenapi, kami terus-menerus berdoa dan percaya bahwa impian-impian Allah bagi anda pun akan tergenapi.

Saya mengakhiri tulisan saya dengan nasihat dari Filipi 4:

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Fil. 4:6-7)

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. (Fil. 4:8)

…Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Fil. 4:19)

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic, Teaching in Holy Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s