Chuck Pierce: Penuaian Telah Dimulai (Nov 10, 2011)


Selama kebaktian Head of the Year Celebration kami, Roh Allah berbicara perihal kontainer dan saya mulai bernubuat: “Tahun ini akan dikenal sebagai tahun KONTAINER. Baik engkau akan diisikan ke dalam kontainer atau engkau akan berseru bersamaKu dan keluar dari dalam tahananmu. Rumahmu dapat menjadi penawanmu atau rumahmu dapat menjadi tempat kemuliaanKu.”

Penyembahan dan Penuaian: Suatu Perspektif Apostolik

Kita telah memasuki musim penyembahan yang baru di bumi. Saya menyebutnya “Musim Nyanyian Penuaian!” Musim sekarang adalah musim apostolik.

Musim apostolik adalah suatu musim dimana kita menerima panggilan kita dan diutus ke ladang-ladang yang telah disiapkan untuk penuaian. Kita memiliki mentalitas perayaan, bekerja, peperangan dan kemenangan yang semuanya ini diekspresikan melalui penyembahan. Tuaian adalah gambaran dari penghakiman Allah. Yesus memakai ini sebagai metafora untuk menyadarkan kita bahwa akan ada masa dimana Ia akan mengumpulkan semua orang percaya.

Penuaian telah dimulai. Hal ini dimulai saat Yesus pertama kali hadir di bumi dan kini tuaian telah menguning dengan cepatnya. Tetapi terjadi “tarik-ulur” di tempat surgawi atas siapa yang akan mengontrol tuaian dan membawanya ke lumbung. Luk. 10:2 berkata, “Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Penyembahan di dalam Roh dan Kebenaran penting untuk memasuki peperangan di alam nyata bagi Tuaian Kerajaan. Tersedia banyak ladang dan semuanya disiapkan untuk para penuai, para PENYEMBAH, masuki. Lumbung-lumbung sedang disiapkan. Dunia peperangan terakhir akan menjadi Perang Penuaian. Saat menuai terjadi saat kita berada di akhir musim, saat ladang telah menguning dan siap dituai.

Why. 14:15-16 berkata, “Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: “Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.” Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah.”

Bobot KemuliaanNya

Di dalam buku saya God’s Unfolding Battle Plan, saya menulis sebagai berikut: Kita menghadapi ribuan peperangan di berbagai dimensi dan dari berbagai sisi. 20 tahun ke depan, semua bangsa akan berkumpul di sekitar Israel, sementara beberapa bangsa akan bangkit untuk menjadi dominan di panggung dunia. Amerika akan berusaha menjernihkan suaranya tetapi takkan terdengar nyaring seperti di masa lalu. Mamon akan menjadi kekuatan yang paling berpengaruh di bumi. Keturunan akan terus berkonflik dengan keturunan lainnya hanya karena banyak bangsa terdiri dari orang-orang yang belum ditebus. Pikiran kedagingan akan terus berlanjut, seperti biasa, bermusuhan dengan Allah dan menolak pengenalan akanNya. Anti Kristus akan terus memiliki rencana untuk berkuasa di bumi. Namun, bumi – sekali lagi, seperti biasanya – akan selalu menjadi milik Allah dan penggenapannya!

Karena bumi milik Allah, Ia memiliki rencana penggenapan, yaitu Rencana Penuaian. Penuaian adalah suatu proses. Gandum harus dituai dengan sabit. Apa yang telah dituai kemudian dikumpulkan ke dalam tempat berkas dan dibawah ke tempat pengirikan. Gandum ditampi dan dilempar-lemparkan ke udara, dimana angin memisahkan dan meniup sekam dari tuaian bulir-bulir gandum yang berat.

Fase penuaian yang terakhir adalah fase penyimpanan. Hal ini terjadi saat bulir-bulir gandum dikebaskan ke pengayak agar tuaian dapat disimpan. Dinamika peperangan tuaian saat ini berada di proses ini. Kita berada di dalam proses goncangan. Apa yang bisa digoncangkan akan digoncangkan. Allah menggoncang agar kefasikan yang ada di hidup kita, pertemuan korporat, kota-kota dan bangsa-bangsa yang membuat kita kurang dapat “dijual” keluar.

Kunci penuaian adalah bobot kemuliaanNya. Pada tahap menampi, bulir-bulir gandum yang lebih berat tidak akan ikut tertiup. Di musim depan akan ada banyak hal yang membuat kita terombang-ambing. Tanpa bobot kemuliaanNya berdiam atas kita, kita akan tertiup dan tidak dapat menyelesaikan proses penuaian yang telah Allah lepaskan di bumi. Kita hanya dapat menerima kunci penuaian ini jika kita mau belajar untuk menyembah di dalam Roh dan Kebenaran. K

ita Adalah Para Penuai

Tidak hanya kita sedang dituai, tetapi kita juga adalah para penuai masa depan! Dr. Robert Heidler, guru yang luar biasa yang melayani bersama saya, baru-baru menulis: “Dua malam yang lalu saya mendapat mimpi. Dalam mimpi itu Linda (isteri Dr. Heidler) sedang berbelanja dan pulang dengan membawa kardus. Di dalam kardus itu terdapat ular derik. Ia berkata, ‘Tuhan berkata kepada saya jika kita membawa ular derik ini ke dalam rumah dan memeliharanya selama tiga minggu maka kita akan ke dalam musim tuaian tanpa akhir.’ Maka kami melakukannya. Kami menaruh ular yang beracun ini di dalam garasi dan menjaga agar pintu garasi tetap tertutup untuk memastikan bahwa ular itu tak dapat masuk ke dalam rumah utama. Kami sangat berhati-hati saat akan memasuki garasi karena adanya ular derik itu. Saya terbangun dan teringat bahwa kita telah ditugaskan dan diutus, dan menerima kuasa atas ular berbisa dan kalajengking.

Masalahnya adalah Gereja terlalu takut dengan dunia sehingga kita tidak mengijinkan diri kita dekat dengan apapun kontaminasi yang dimiliki dunia. Tetapi jika kita menyisihkan ketakutan kita dan membawa dunia masuk ke dalam rumah kita, tidak menjadi bagian ‘di dalamnya’ tetapi mengubah dan menguduskan dunia bagi rencana-rencana Allah, kita akan melihat bahwa kita memiliki otoritas atas kuasa musuh.”

Saya mendengar Allah berkata: “Beberapa dari kalian menolak menaruh musuh di bawah kakimu. Hal inilah yang menahanmu masuk ke tingkat selanjutnya dimana engkau akan dilepaskan. Tuaian adalah milikmu. Jangan takut terhadap musuh saat Aku menyerahkannya di hadapanmu. Mintalah apa yang engkau ingin Aku perbuat bagi musuhmu. Jika engkau memintanya kepadaKu, maka dalam tiga minggu segala sesuatu yang telah ditahan, disita, atau diambil musuh dari padamu, Aku akan mengembalikannya kepadamu. Kini engkau akan memiliki kunci untuk masuk ke dalam lumbung musuh yang selama ini dijaga olehnya! ”

Ada masanya dimana tuaian akhirnya masak! Bahkan jika musim tuaianmu pernah direbut, di dalam rancanganKu dan musimKu Aku dapat membuat suatu musim tuaian untuk kembali hadir. Bukalah matamu. Bukalah mata imanmu. Bukalah mata pengharapanmu! Akulah Tuhan yang mampu membawa tuaian kembali ke ribaanmu. Jika engkau bersedia mencariKu, jika engkau bersedia mengarahkan wajahmu, Aku dapat membawa tingkap-tingkap Surga kembali agar segala milikmu yang terhilang, tertutupi dan disimpan jauh-jauh darimu dalam satu musim dapat dilepaskan saat ini! Engkau akan melihat bagaimana tuaian tiba dan dilindungi bagi saat ini.

“Sembahlah Aku di dalam Roh dan Kebenaran dan Aku dapat membuat kota-kota dan budaya-budaya yang tidak mengenalKu akan diubahkan dalam waktu satu hari. Dengarlah pujian SurgawiKu. Puji-pujian baru menghancurkan siklus-siklus yang lama. Pujian penuaian sedang dilepaskan. Bernyanyilah bersama Surga dan Aku akan mengutus bala tentaraKu untuk menolongmu di masa Penuaian.”

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s