John Belt: Kasih & Kenyamanan (Oct 23, 2011)


Kasih adalah hal terpenting yang melebihi segalanya. Jika kita tidak memiliki kasih, maka apakah sebenarnya yang kita miliki? Karena itu penting untuk mengetahui apa sebenarnya kasih itu dan seperti apa bentuknya. Yesus adalah teladan kasih yang sempurna, melakukan segalanya demi kesenangan Bapa, mengasihi tanpa mengkompromikan kebenaran dan menyerahkan hidupNya agar kita mengetahui seberapa besar kasihNya atas kita.

Kasih Disalahmengerti

Kasih pun dapat disalahmengerti di dalam Tubuh Kristus. Orang gagal mendefinisikan arti kasih sesungguhnya. Seringkali kasih diharapkan dari pihak lain ketimbang kasih dari pihak yang mengetahui kekurangan orang lain. Tanpa basa-basi, kasih adalah kasih tanpa kompromi akan hati dan kehendak Allah. Tanpa Allah sebagai pusatnya, tak ada kasih sejati yang dapat hadir. Kasih bukan untuk menyenangkan manusia tetapi berakar di dalam kesenangan Allah.

Yang perlu kita lakukan hanyalah melihat teladan Yesus untuk tahu arti kasih sebenarnya. Yesus bukanlah seorang sales. Ia tidak menampilkan dirinya seperti layaknya penjual, yang dapat membuat orang berkata, “Yesus adalah orang yang menyenangkan.” Ia tidak merasa perlu untuk menjadi orang yang menyenangkan, keinginan utamaNya hanyalah untuk menyenangkan Bapa. Untuk menyenangkan Bapa, Ia membuat banyak orang menjadi marah, sedih dan senang. Ini bukanlah hasil yang umum terjadi. Hasilnya bervariasi tergantung kondisi dari hati seseorang  dan keinginannya untuk mengenal kebenaran. Kasih tanpa kebenaran bukanlah kasih. Ini tak lebih dari hati yang ingin menyenangkan orang lain. Orang-orang dari dunia memakai versi kasih yang salah yang tidak membutuhkan Allah di dalamnya.

Kasih Tidak Berbicara Tentang Preferensi Kita (Pilihan yang Kita Sukai)

Satu hal yang pasti dari kasih adalah bahwa kasih tidak berbicara tentang diri kita pribadi. Kasih tidak berbicara tentang keinginan egois kita atau pilihan pribadi kita sendiri. Hal ini tidak berarti bahwa semua hasrat pribadi kita buruk. Seringkali kasih tidaklah menyenangkan. Kasih mengalir melintasi hal-hal yang ingin kita lakukan, kenyamanan kita dan kesenangan kita. Kasih Allah yang sejati baru dapat terjadi saat kita mampu meletakkan aspek kepentingan diri kita sendiri, karena ini adalah hal yang menyenangkan hati Allah. Karena itu, kasih adalah suatu pengorbanan.

Nilai dan Pengorbanan

Kasih memikirkan kepentingan orang lain. Kasih belajar untuk melihat banyak hal dari perspektif orang lain untuk menolong dan mendukung mereka. Saat kita sungguh-sungguh mengasihi maka kita akan melihat betapa berharganya diri kita. Hidup kita bernilai karena ada harga yang harus kita bayar dengan menyerahkan hidup kita. Dengan mendengarkan isi hati Allah, melihat kebutuhan dan meresponi di dalam kasih, nilai diri kita meningkat karena ada kebutuhan bagi hidup kita. Ini adalah jenis kasih yang memenangkan, kasih yang tak berkesudahan. Jika kita tidak melihat diri kita berharga, maka kita tidak melihat betapa pentingnya hidup kita untuk terlibat di dalam rancangan Allah. Dengan kata lain, anda dapat saja terus melakukan hal-hal yang anda sukai karena tidak ada yang membutuhkan anda.

Sebaliknya, jika hidup kita berguna dan Allah berkata, “Aku memanggilmu untuk menyerahkan hidupmu akan hal ini,” hal ini berarti sesuatu. Allah telah menempatkan suatu nilai di dalam hidup anda dan pengorbanan yang anda lakukan. Saat itulah kita mendapati arti sejati bagaimana Allah mendefinisikan kasih di dalam pengorbanan yaitu bahwa kita melihat betapa berharganya Ia bagi kita, dan betapa berharganya diri kita bagiNya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s