Barbie Breathitt: Kemenangan Atas Kekalahan Besar (Jun 12, 2011)


Kemalangan dan maut mengejar para pendosa, tetapi orang-orang benar mendapat kebahagiaan dan kelimpahan; emosi kita akan menghasilkan baik tindakan positif maupun negatif dalam keadaan yang kita alami; dan hidup berbicara tentang mengasihi Allah dan melayani orang lain.

Rut adalah contoh yang baik dari pelayanan yang rendah hati dan mengatasi kemalangan besar. Rut, orang Moab, terus-menerus memperkatakan perkataan pengharapan, dan ia mendapatkan kuasa anugerah untuk mengubah hidupnya. Boas, penebus dari kaum Rut, adalah seorang pria yang sangat kaya. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.” Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!” (Rut 2:4). Lalu saat melihat Rut, ia bertanya, “Dari manakah perempuan ini?” (Rut 2:5) karena Rut berdiri di ladang. Allah mencari wanita yang luar biasa. Tahun-tahun terbaik kita ada di depan karena Allah beserta kita; perubahan-perubahan positif akan membawa kesuksesan! Kemalangan hanya akan membuat kita meraih kekuatan dan momentum saat kita belajar mendekat kepada Allah.

Pintu-pintu Kesempatan

Rut melekat kepada Naomi dan mengatasi kemalangannya. Orpa, “ia yang cepat berlalu,” mencium kesempatannya untuk melepaskan diri, ia memilih hal yang aman baginya. Ia kembali ke dewa-dewanya, mengabaikan keselamatan. Rasa takut menghalangi potensi kita dengan membuat kita tetap tinggal di dalam situasi negatif kita saat ini. Sebaliknya, Rut berkonsentrasi pada kemampuan yang Allah berikan kepadanya dan kasih yang ia rasakan bagi Naomi.

Sikap positif memberi kita energi untuk melangkah maju. Dengan mengendalikan pikiran kita dan berjalan di dalam Roh, kita akan menemukan cara untuk menghasilkan solusi. Allah memiliki rancangan damai sejahtera bagi kita (Yer. 29:11), maka tekunlah mencari hati Allah dalam segala hal. Menempatkan Allah sebagai yang terutama dalam hidup kita akan menjamin kesuksesan kita (Mat. 6:33), dan berdiam di dalam hadiratNya membangun keintiman, yang memampukan kita untuk membawa atmosfirNya bagi dunia. HadiratNya meluruskan jalan-jalan kita.

Rut bertekad untuk mencari perkenanan agar berhasil, dan ia berhasil. Bagaimana agar kita berhasil? Saat hujatan, rasa takut, atau opini-opini negatif memasuki pikiran kita, tundukkan mereka. Bertahanlah untuk tidak menyenangkan evaluasi yang iri hati dan kritis. Tolaklah untuk mendengarkan tuduhan-tuduhan iblis. Tak ada tuduhan di dalam Kristus, yang ada hanya kasih, pengharapan, dan anugerah.

Pikiran menciptakan citra mental positif yang membentuk dunia yang kita hidupi. Kata-kata adalah blok-blok bangunan yang berasal dari pikiran kita. Kata-kata ini dapat menarik atau menolak orang mendatangi kita. Kata-kata membentuk siapa kita di saat sekarang dan siapa kita di masa depan. “Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau… bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (Rut 1:16-17). Bertekunlah dan fokuslah untuk meraih panggilan dan destiny dalam hidup anda.

Siapakah Anda Di Saat-saat Tergelap Dalam Hidup Anda?

Kata Naomi kepada Ruth: “Maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu (persiapan) dan pergilah ke tempat pengirikan itu (rendahkan dirimu). Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum. Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.

“Pada waktu tengah malam (malam adalah saat yang tergelap) dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya. Bertanyalah ia: “Siapakah engkau ini?” (Allah menyanyakan hal yang sama kepada kita) Jawabnya: “Aku Rut, hambamu…'” (Rut 3:3-5, 8-9).

Rut ada di dalam kisah ini sebagai seorang hamba yang rendah hati yang tidak mencari wajah Boas, tetapi berbaring di dekat kakinya. Dengan cara yang sama, Allah menyingkapkan diriNya bagi kita di saat-saat tergelap kita. Saat kita mencari Allah dengan rendah hati, Ia akan memberitahu kita kembali apa yang harus kita lakukan. Seorang hamba adalah seorang budak yang tunduk kepada orang lain – seorang penyembah, duta, pelayan, atau pembawa pesan resmi. Tempat pengirikan mewakili tempat hampa yang hancur. Seorang yang hancur hati akan mendengarkan suara Allah dan melakukan segala sesuatu yang diperintahkanNya.

Mata Tuhan Menjelajah

Mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk mencari hati seorang hamba untuk didorong dan dipromosikan (2 Taw. 16:9). Kita tak dapat melakukan apapun di dalam daging, kekuatan, atau kemampuan kita; kesuksesan kita berasal dari anugerah dan perkenananNya yang besar yang bersinar atas hidup kita.

Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab Engkau berkenan kepada mereka.” Mzm. 44:3

Rut adalah gambaran yang kuat dari Gereja masa kini. Rut mendapati dirinya sebagai seorang janda muda yang jauh dari Allah di negeri yang menyembah dewa dan hidup dalam dosa yang disebut Moab. Rut tak memiliki apapun yang dapat menolongnya, tak ada harapan untuk masa depan yang yang baik, tetapi Allah mengundangnya untuk meninggalkan segala sesuatu yang dikenal baik olehnya di belakangnya. Naomi (“ia yang menyenangkan dan ramah”), ibu mertua Rut, adalah gambaran dari Roh Kudus. Naomi mendengar bahwa masa kelaparan telah berakhir. Allah melawat umatNya kembali dengan memberi mereka roti di Betlehem (“rumah roti”). Naomi lalu meninggalkan Moab (yang berarti “kelahiran inses dengan ayah kandungnya”) untuk kembali ke Yehuda (“tempat puji-pujian”), yang melahirkan Obed (“hati seorang hamba”).

Allah Sendiri Menyerahkan DiriNya Di Dalam Kegelapan

Rut (“seorang yang ramah, hangat, dan menyenangkan”) menerima undangan Allah dan melekat kepadaNya. Allah menjadi sumber rasa hausnya, segala-galanya baginya. Rut mempercayai Allah apapun rintangannya. Ia membangun suatu hubungan yang intim, menaruh pengharapanNya di dalam Allah di saat tergelapnya. Kata Rut kepada Naomi: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi… bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (Rut 1:16).

Perkataan dari mulut Rut menciptakan suatu hidup yang baru dan berkemenangan baginya. Komitmennya yang teguh dan kesediaannya untuk mengikuti tuntunan Roh Kudus membuat Allah dapat mengubah kegelapan jiwa Rut menjadi suatu hari baru yang cerah yang menyingsing masa depannya.

Perkataan Rut mengubah hidupnya. Saat Rut dan Naomi tiba di Betlehem, seluruh kota gempar. Saat Yesus, Sang Roti Hidup, dipecahkan dan dibagi-bagikan, hadiratNya akan menggoncang, dan kuasaNya akan terdengar hingga jauh. Menunjukkan Firman yang Hidup akan mengakhiri masa kelaparan karena tidak mendengar Firman Allah; sehingga kedua telinga kita terbuka.

Kegelapan dunia memaksa kita untuk menuju tempat pengirikan. Allah menyembunyikan diriNya di kegelapan. Saat kita meninggalkan tempat pengirikan, Firman Allah akan melepaskan suatu terang di dalam kita. Semua orang akan melihat kemuliaan Allah menutupi seluruh bumi. Firman Allah akan disaksikan dengan keberanian; melalui mujizat dan tanda-tanda ajaib; dimana takkan ada ruangan kosong. Mereka akan mulai membuka atap untuk melihat hadirat Allah yang mulia.

Rut tidak memutuskan untuk mengikuti Roh Kudus berdasarkan apa yang dilihatnya, tapi dari apa yang dirasakan dalam hatinya oleh iman. Iman Rut di dalam Allah membawanya keluar dari keadaan kemiskinan yang menyedihkan menjadi makmur. Kerendahan hati seorang hamba milik Rut memampukannya untuk mewarisi semua penebusan yang Boas tawarkan. Pilihan-pilihan yang kita buat di dalam hidup ini akan menentukan hidup yang kita jalani.

Jalan Menuju Ke Atas Adalah Menurun!

Jalan-jalan Allah jauh lebih tinggi daripada jalan-jalan manusia. Jalan kenaikan dan kelimpahan diperoleh melalui jalan sempit kerendahan hati. Kita sering melupakan bahwa jalan menuju ke atas adalah menurun. Kita dituntut untuk sepenuhnya bergantung kepada Allah, dengan jalan menyerahkan diri ke dalam tangan perlindungan Allah. Hanya Ia sendiri yang mengetahui waktu pembebasan kita.

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” Mat. 7:13-14

Saat Naomi kembali ke Betlehem, ia berkata kepada teman-temannya untuk memanggilnya “Mara” atau “kepahitan,” karena ia merasa Allah telah memperlakukannya dengan buruk. Naomi berkata, “Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku” (Rut 1:21). Saat kita mengosongkan diri, hal ini akan mengijinkan Allah untuk memenuhi kita dengan kemuliaanNya. Kita dipanggil untuk merendahkan diri kita di bawah tangan Allah, namun terkadang, Allah mengijinkan orang lain untuk menolak atau merendahkan kita secara terbuka. Perjalanan Naomi dan Rut membawa mereka dari suatu tempat kematian yang luas di Moab, menuju suatu gerbang atau terusan lahirnya kehidupan yang sempit di Betlehem.

Rut tiba di saat panen gandum. Para imam memberi jelai gandum sebagai suatu korban saat seorang pria atau wanita diduga melakukan perzinahan. Rut mempertaruhkan reputasinya, dengan membaringkan diri di bawah kaki seorang pria yang bukan suaminya, dengan harapan Boas akan berkenan kepadanya dan menikahinya. Dalam Rut 3:14, Boas memberitahu Rut, “Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan.” Saat kita betul-betul jatuh cinta dengan Penebus kita, kita akan bersedia untuk mempertaruhkan reputasi kita untuk berada di balik naungan kemuliaanNya.

Boas meminta Rut untuk memberikan selendangnya dan menuangkan enam takar jelai ke dalam selendang itu. Ini adalah dua kali takaran yang dapat diambil oleh Rut. Rut beranjak dari tempat kelemahan, memungut sisa-sisa jelai di ladang, menuju tempat peristirahatan di bawah kaki kekuatan dan persediaan Boas. Rut mempertaruhkan segalanya, berbaring di lantai pengirikan yang keras dan dingin. Rut ditebus saat ia menyerahkan segala-galanya.

Arti nama Boas adalah “kekuatan yang teguh, cepat, dan solid.” Ia menawarkan Rut tempat yang aman, persediaan dan perlindungan, memilihnya dari sekian wanita yang ada. Kata Boas kepada Rut, “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung” (Rut 2:11-12).

Tempat Rut berdiam dalam tenang dan mempercayai Allah sebagai sumber hidupnya membawanya menuju pernikahan yang memberi kenyamanan dan kehangatan bersama Boas yang teguh dan melindungi. Hamba yang rendah hati menjadi pewaris tanah yang kaya raya. Boas, pemilik tuaian, mengambil Rut sebagai isterinya dan menyediakan banyak hal baginya. Tuhan memberinya seorang anak, Obed, yang berarti, “Ia yang memiliki hati seorang hamba.” Saat kita sebagai, mempelai Kristus, melahirkan hati seorang hamba, Tuhan akan mempercayai kita dengan porsi ganda penambahan.

Sang Mempelai Sedang Mempersiapkan Dirinya

Sekaranglah saatnya pembersihan dan mengenakan kembali pengurapan baru kemuliaanNya. Rut beranjak dari tempat pengirikan, suatu tempat pertemuan dan penghancuran sekam-sekam yang keras. Setelah angin Roh meniup kulit gandum, tinggallah butir gandum. Saat kita menabur ladang dengan gandum murni, kita akan menuai tuaian yang besar. Kejarlah keintiman.

Ia akan membaptis anda dengan api dan Roh Kudus. Alat penampi sudah ditangan-Nya dan Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” Mat. 3:11-12

Sekaranglah saatnya menampi. Mintalah suatu keterlibatan dan perjumpaan yang baru. Mintalah padaNya untuk menutupi ketelanjangan kita, memberi kita mata untuk melihat hadiratNya yang mulia, dan telinga untuk mendengar suara indahNya. Sang Mempelai sedang mempersiapkan dirinya. Kesengsaraan, kesukaran, dan kegelapan malam seharusnya membawa kita mendekat kepadaNya.

Rut mengikuti Naomi kemana pun ia pergi dan mendapatkan persediaan Allah yang berlimpah. Rut mengikuti hikmat Allah agar ia menjadi subur dan berhasil. Rut mendapat perkenanan dan anugerah di mata Allah atas tuaian. Kata-kata yang ia ucapkan membentuk jalan untuk ia lalui. Ia memilih untuk bangkit dari masa lalunya yang menyakitkan dan keadaan masa kininya yang sukar untuk menjadi berhasil. Boas menaungi Rut. Ia melindungi, mengasihi, dan menjagainya, seperti Tuhan yang melindungi kita di bawah sayap kasihNya. “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu” (Mzm. 17:8).

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s