Tiffany Ann Lewis: Oleh PersahabatanNya Kita Disembuhkan (May 29, 2011)


Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya, dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh. Yes. 53:5

Melalui pengurapan Allah dan penggunaan teknologi masa kini, kita telah mampu mengalami penggenapan dari ayat ini. Gambar akan pemukulan Yesus, mahkota duri, paku…sela. Gambar-gambar ini bergejolak dalam pikiran saya dan mengubah saya setiap kali saya merenungkan Salib Kristus. Saya semakin dibukakan bahwa Allah Maha Pengasih menyerahkan hidupNya demi dosa-dosa kita dan menjadi sumber bagi keselamatan dan kesembuhan kita.

Tetapi tahun ini, saat saya melihat huruf Ibrani yang jelas dalam ayat ini, saya melihat sesuatu yang lebih. Saya melihat persahabatan Allah di dalam bilur-bilur Yesus. Mari saya jelaskan.

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Dalam bahasa Ibrani, kata “bilur” diterjemahkan sebagai chabbuwrah (diucap chab-bu-ra; Strong’s #2250). Seperti yang anda duga, chabbuwrah berarti luka atau tanda-tanda yang tertoreh di kulit badan. Walau demikian, akar dari kata ini memiliki arti yang sangat berbeda.

Chabbuwrah berasal dari akar kata chabar (diucapkan cha-var; Strong’s #2266). Chabar berarti: untuk bersatu, bergabung, terikat bersama-sama, memiliki hubungan, bersekutu. Dalam bahasa Ibrani modern, kata ini cukup diartikan sebagai teman. Anda mungkin pernah mendengar kata ini sebelumnya melalui lagu rakyat Israel terkenal, “Shalom Chaverim.” Chaverim adalah bentuk jamak dari akar kata yang sedang kita pelajari yang berarti “teman.”

Shalom Chaverim, shalom chaverim,
Shalom, shalom
L’hit-rah-oat, L’hit-rah-oat
Shalom, shalom

Shalom my friends, shalom my friends,
Shalom, shalom
Till we meet again, till we meet again
Shalom, shalom.

Anda tahu, para kekasih Allah, bukan hanya oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan…tetapi juga karena persahabatanNya. Allah yang menyembuhkan anda adalah Sahabat anda!

Tertawa adalah obat yang manjur…oh, tetapi memiliki seorang sahabat sejati…itu adalah sesuatu yang ternilai harganya! Seorang sahabat akan mengasihi anda di saat baik/ buruk anda, ia akan mengasihi anda senantiasa (Ams. 17:17). Sahabat jenis ini akan jauh lebih karib daripada seorang saudara (Ams. 18:24). Bahkan sebaik apapun persahabatan itu, hubungan antar-manusia tidaklah sempurna dan akan sering mengecewakan kita. Walau demikian, seperti yang baru kita pelajari, kita memiliki  seorang Sahabat yang menyerahkan hidupNya bagi kita dan kasihNya tak pernah gagal. Persahabatan Ilahi inilah yang akan membawa kesembuhan ilahi bagi kita.

Apakah Kesembuhan Itu?

Tetapi apakah yang sebenarnya dimaksud dengan kesembuhan? Disembuhkan dapat memiliki berbagai makna dalam konteks kita. Di sepanjang Alkitab, para pendosa kerap terlihat sebagai orang yang hancur hati, terluka, dan tersakiti karena beban dosa-dosa mereka. Karenanya, terlepasnya beban ini dianggap sebagai satu tindakan kesembuhan ilahi. Hal ini tampaknya sesuai dengan kata-kata yang digunakan oleh nabi Yesaya: pelanggaran, kejahatan, hukuman. Walau demikian, sukar rasanya untuk mendengar kata “kesembuhan” dan tidak berpikir tentang kesembuhan fisik yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang – kesembuhan fisik yang sama yang ingin Yesus berikan saat Ia hidup di dunia ini.

Tetapi masih ada dunia lain dari kesembuhan yang saya yakini berada di dalam kesembuhan dari persahabatan dengan Allah…yaitu kesembuhan emosi. Dalam bahasa Ibrani, kata bagi “sembuh” adalah rapha’ (diucapkan ra-fa; Strong’s #7495). Rapha’ berarti: untuk menyembuhkan, untuk menjadikan sehat, untuk menjalin bersama-sama, untuk membalut, atau memperbaiki. Kata ini digunakan di sepanjang Alkitab untuk membicarakan kesembuhan orang, tanah, bahkan air yang tawar dan berbahaya (2 Raj. 2:22). Tetapi rapha’ juga digunakan untuk membicarakan kesedihan seseorang dan menenteramkan mereka yang luka hatinya: “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka” (Mzm. 147:3).

Pikirkan sejenak: Luka-luka yang yang terkoyak-koyak di punggung Yesus telah merajut kembali kehancuran yang kita alami. Dalam arti sesungguhnya, oleh bilur-bilurNya, kesembuhan terjadi bagi kita. Seperti inilah yang tertulis di dalam bahasa Ibrani “bagi kita.”

Meski saya yang menulis artikel ini, sukar bagi saya untuk sepenuhnya memahami apa yang Alkitab singkapkan di sini. Melalui persahabatanNya kita dihiburkan dan disembuhkan, tubuh, jiwa, dan roh. Tidak saja penyakit kita, meski hal ini sudah cukup, Allah pun memulihkan semua area dimana kita mengalami kesengsaraan, kepahitan, kekecewaan dan keputusasaan. Semua penyakit ini telah dipulihkan dan shalom / damai sejahtera kita menjadi suatu kebutuhan akan keselamatan yang tersedia oleh karena persahabatan Allah yang menyembuhkan ini. Semua ini adalah yang kita terima dari keselamatan kita. Haleluya!

Saya dengan pasti meyakini bahwa damai sejahtera yang melampaui segala pengertian dan yang berkuasa untuk menjaga hati kita ialah jenis kesembuhan yang tak dapat dilakukan oleh obat apa pun bagi jiwa manusia – sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh persahabatan dengan Allah. Saya tidak bermaksud untuk mengecilkan hal-hal pribadi yang mempengaruhi kita, namun begitu, tertulis bahwa hukuman bagi shalom/ damai sejahtera ditanggungkan padaNya. KukNya empuk, bebanNya pun ringan. Saat kita terus melihat kepada SalibNya dan memikul kukNya atas diri kita, kita dapat menemukan ketenangan bagi jiwa kita.

Sempurna, Tenang, Rasa Aman, Puas dan Damai Sejahera

Sebagai penutup, mari kita lihat kembali lirik lagu Shalom Chaverim. Shalom berarti: kesempurnaan, ketuntasan, keamanan, kepuasan, dan damai sejahtera. Saat anda membaca lirik lagu ini, bayangkan Allah yang menyanyikan lagu ini bagi anda. Anda adalah sahabatNya dan melalui persahabatan denganNya anda dipulihkan, tubuh, jiwa, dan roh.

Shalom Chaverim, shalom chaverim,
Shalom, shalom
L’hit-rah-oat, L’hit-rah-oat
Shalom, shalom

Shalom My friends, shalom My friends,
Shalom, shalom
Till we meet again, till we meet again
Shalom, shalom.

Kita AKAN bertemu denganNya kembali, chaverim! Suatu hari kelak setiap air mata akan dihapuskan. Sampai hari itu tiba, damai sejahtera dan kesembuhan ilahi kini menjangkau setiap kita dalam bentuk persahabatan kita bersama Allah. Beristirahatlah di dalam pelukanNya.

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh. 15:13). Amin dan Amin.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s