Caleb Klinge: Penyembahan yang Berani Menuntun Terobosan Bagi Kota-kota Kita (May 19, 2011)


Saat kita mengingat kisah Gideon, kita kerap berpikir tentang bulu domba dan prajurit sebanyak kurang lebih 300 orang yang meniupkan sangkakala yang mengalahkan orang Midian yang tak terkira banyaknya karena hadirat Allah yang menyertai mereka. Tetapi kisah yang luar biasa ini didasari oleh latar belakang yang penting. Sebelum Gideon dapat memimpin bangsa Israel meraih kemenangan, ia harus mengalami kemenangan di kotanya sendiri.

Penyerahan Diri Pribadi

Gideon memiliki respons penyembahan yang sejati saat ia pertama kali didatangi oleh malaikat Tuhan. Ia memberikan persembahan pribadinya kepada malaikat Tuhan di dalam Hak. 6:21, dan api Tuhan memakan habis persembahan itu. Setelah pertemuan ini, Gideon membangun sebuah mezbah bagi Tuhan. Sebuah persembahan melambangkan suatu momen penyembahan, tapi sebuah mezbah melambangkan suatu gaya hidup penyembahan dan penyerahan diri terus-menerus. Mezbah ini menjadi dasar bagi setiap terobosan lainnya yang Gideon alami.

Tugas-tugas Ilahi

Allah telah menentukan sebelumnya pekerjaan-pekerjaan baik yang akan kita jalani (Ef. 2:10). Mezbah menyelaraskan hati kita dengan Surga dan posisi kita untuk menerima tugas-tugas ilahi ini dari Bapa di Surga dan menggenapinya dengan otoritas surgawi.

Begitu mezbah pribadinya terbangun, Gideon menerima tugas pertamanya dari Tuhan. Dan tugas ini bukanlah mengumpulkan pasukan. Juga bukan membangun strategi untuk memimpin bangsa Israel berbalik kepada Allah. Sebaliknya, tugas pertamanya adalah mendirikan mezbah bagi Allah di kota kelahirannya sendiri, Ofra. Mezbah penyembahan pribadinya ada di tingkat pertama. Kini terobosan pribadinya akan diperluas untuk mempengaruhi seluruh kotanya.

Dalam Hak. 6:25-27,  TUHAN berfirman kepadanya: “Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya. Kemudian dirikanlah mezbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu.” Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu untuk melakukan hal itu pada waktu siang, maka dilakukannyalah pada waktu malam.”

Tugas ini menuntut keberanian yang besar sekali. Kebanyakan penduduk di Ofra menyembah dewa baal, dan ayahnya adalah penyembah baal terbesar dari semuanya! Mezbah baal ada di belakang rumahnya – dan mereka tidak sudi “dewa-dewa” mereka diganggu.

Terang akan berbenturan dengan kegelapan. Tindakan ketaatan ini akan menyebabkan hukuman yang jatuh bagi seluruh penduduk yang sesungguhnya sangat membutuhkan pengampunan.

Sekutu yang Hatinya Berkobar-kobar

Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu untuk melakukan hal itu pada waktu siang, maka dilakukannyalah pada waktu malam. Hak. 6:27

Gideon sedang berada dalam proses pertumbuhan. Ia berusaha mengatasi ketakutannya. Keberanian bukan disebabkan oleh ketiadaan rasa takut, melainkan iman untuk bertindak taat saat menghadapi rasa takut, dengan percaya bahwa Allah akan menolong anda. Meski Gideon bergumul dengan rasa takutnya, ia memilih untuk tetap taat.

Maka ia mengumpulkan 10 pria, sekutu yang hatinya berkobar-kobar untuk memberikan korban bakaran (korban yang 100% bagi Allah). Di tengah malam, 10 orang ini membakar api penyembahan di tengah kota mereka yang meruntuhkan status quo penyembahan berhala untuk memasuki tujuan dan Hadirat Allah.

Jangan pernah meremehkan kuasa doa dan penyembahan di tengah malam dengan sekelompok saudara/i di kota anda! Patung berhala yang mereka rubuhkan menjadi bahan bakar bagi api penyembahan Allah yang sejati!

Suatu Mezbah Gabungan/ Korporat

Suatu mezbah penyembahan pribadi (gaya hidup) memang penting artinya, tetapi mezbah penyembahan gabunganlah (2-3+ individu) yang mengubah suatu kota.

Gideon tidak membawa 10 pria bersamanya untuk menjalankan tugas ini karena rasa takut. Ia membawa mereka bersamanya karena tugas ini terlalu besar bagi dirinya sendiri. Tugas ini menuntut suatu usaha dari sekelompok orang yang bersatu, bukan sekedar keinginan pribadi seseorang.

Tidak hanya penghancuran  mezbah baal dan pembangunan mezbah Allah yang dituntut, mereka juga mempersembahkan seekor lembu jantan sebagai korban bakaran. Seekor lembu jantan dewaa memiliki berat hingga 910 kg. Ekspresi penyembahan ini lebih dari persembahan yang dapat diberikan oleh seseorang. Persembahan ini membutuhkan sekelompok orang untuk mengangkat persembahan ini ke atas mezbah. Dibutuhkan sebuah komunitas yang membuat suatu covenant untuk menyembah Allah untuk melakukan hal ini bersama-sama!

Bara Dari Api

Penyembahan yang sejati selalu menghasilkan suatu reaksi. Dari penyembahan Daud yang luar biasa saat membawa Tabut Allah dari rumah Obed-Edom hingga kotak pualam Maria, kita melihat bahwa reaksi orang-orang adalah mengikuti atau mengkritik orang yang menyembah.

Saat penduduk di Ogra terbangun di pagi hari, mereka melihat mezbah dan dewa mereka dihancurkan, dan korban bakaran seberat hampir 910 kg menyala-nyala di atas mezbah yang baru dibuat bagi Allah. Hal ini menimbulkan reaksi.

Saat mereka melihat bahwa Gideon yang melakukan hal ini, mereka menemui ayahnya dan menuntutnya untuk menyerahkan Gideon kepada mereka untuk dibunuh. Tetapi respons ayah Gideon yang tak diduga adalah: “Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang!”

Tidak hanya hidup Gideon diubahkan, tetapi perubahan yang besar terjadi di hati ayahnya. Penyembahan Gideon yang berani dan menyala-nyala menghancurkan roh berhala yang mencengkeram hidup ayahnya. Bara api dari penyembahan yang sejati akan membakar suatu api yang menyala-nyala di hati mereka yang selama ini telah kehilangan hasrat diri mereka, dan memanggil mereka kembali kepada kasih mereka yang semula.

Sebelum Gideon memimpin pasukannya, ia memimpin kelompok 10 orang penyembah yang menyala bagi Allah di kota mereka sendiri. Dan inilah dasar dari semua kemenangan yang ada!

Sama halnya bagi Gideon, kiranya hal ini juga terjadi bagi kota anda saat anda menyembah Raja segala Raja!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s