Gayle Claxton – Yudas yang Menderita (Jun 1, 2008)


Pernahkah anda berpikir mengapa Yudas bunuh diri atau mempertimbangkan kemungkinan bahwa ia seharusnya tak perlu bunuh diri?

Di batu nisannya tertulis “Ia tak mendapati tempat untuk bertobat.” Hanya itu yang Alkitab ceritakan tentang tindakan bunuh diri sang pemimpin gereja ini.

Nubuatan berkata tentang seseorang yang akan mengkhianati Yesus. Nubuatan ini bahkan dengan jelas menyebutkan berapa banyak uang perak yang akan sebagai harga pengkhianatan. Sebagian berpendapat bahwa itu adalah nasib hidup Yudas sebagai seorang pengkhianat; bahwa ia mungkin menjadi tidak jujur karena ia adalah bendahara Yesus. Kita telah mendengar semua pesan tentang kepelitan Yudas dan sifatnya yang serakah.

Pernahkah anda berpikir mengapa Yudas bunuh diri? Pernahkah anda memikirkan bahwa mungkin saja ia tidak perlu bunuh diri? Ciuman pengkhianatan Yudas adalah suatu tindakan yang buruk, tetapi bukankah tindakan ini sama buruknya dengan penyangkalan Petrus bahwa ia tidak mengenal Yesus? Dan bukankah hal ini ia ucapkan setelah ia berjanji kepada Yesus bahwa ia takkan pernah meninggalkanNya sekalipun yang lain akan pergi meninggalkanNya?

Mengapa Petrus harus hidup dan Yudas harus mati? Mengapa Yudas tergantung di atas tali dan Petrus berkhotbah tentang Pentakosta? Satu hal yang pasti: Tak ada tempat pertobatan yang dapat membunuh anda. Hal ini dapat mencuri potensi anda yang sebenarnya. Hal ini dapat mencuri damai sejahtera anda. Yudas berusaha mencari pertobatan, tetapi ia tidak mendapatinya. Petrus, si pembual yang angkuh, berhasil mendapati tempat di dalam hatinya dimana ia dapat berkata di dalam hatinya, “Tuhan, ampuni saya!”

Tak ada satu tempat pun yang buruk untuk dijadikan tempat pertobatan kita. Anda bisa saja duduk di gereja bersama orang banyak yang menyembah Allah dan berada di tempat pertobatan. Tetapi anda bisa saja tampil di mimbar Minggu tetapi tidak berada di tempat pertobatan.

Para pemimpin di dalam Gereja khususnya mendapati betapa sulitnya untuk berpindah ke tempat pertobatan untuk beberapa alasan. Terkadang, mereka merasa posisi mereka berada di atas orang lain. Pemikiran ini membawa mereka ke tempat dimana mereka merasa tidak perlu untuk bersikap rendah hati dan untuk meminta bantuan atau pengampunan. Para pemimpin ini juga merasa bahwa tak seorang pun yang dapat mereka percayai. Betapa mengerikan seseorang yang menjadi konselor bagi banyak orang, tetapi tak seorang pun yang dapat menolong mereka untuk menemukan tempat pertobatan.

Beberapa tahun lalu seorang hamba Tuhan diketahui hidup dalam dosa. Sementara beberapa pendeta menyesalkan dan menghakiminya, seorang wanita tua yang rohani berkata, “Syukurlah, paling tidak kini ia dapat diselamatkan.” Betapa dalamnya! Luar biasa!

Dosanya tak lagi tersembunyi. Ia ditelanjangi. Teman dan keluarganya terkejut dan selamanya merasa dikhianati olehnya, tetapi paling tidak kini ia dapat diselamatkan. Saat ia menutupi dosanya, ia tak dapat menemukan tempat pengampunan, namun kini ia dapat berdoa di gereja bersama semua orang.

Mengapa tak ada tempat pertobatan bagi Yudas? Mengapa tak ada orang-orang kudus yang berdoa baginya? Dimanakah pesan pengampunan selama ini?

Seseorang seharusnya meyakinkan Yudas bahwa Yesus mengasihinya.

Yudas banyak hadir di gereja-gereja kita. Dosanya mungkin tak sebesar dosa Yudas di Alkitab, tetapi ada orang-orang yang merasa bahwa mereka telah mengkhianati Allah hingga di titik dimana mereka merasa tak ada jalan pulang bagi mereka. Mereka merasa bahwa mereka terlalu banyak tahu perihal dosa mereka dan akibatnya, tak ada tempat pertobatan bagi mereka.

Dimanakah gereja bagi Yudas? Dimanakah pesan kasih karunia baginya? Seseorang seharusnya berkata kepada Yudas, “Engkau pun dapat diselamatkan.”

Saya yakin bahwa Allah mengasihi Yudas. Saya yakin bawa Ia percaya padanya. Saya yakin bahwa Allah menginginkan Yudas untuk suatu hari berdiri di dalam pintu gerbang Surga. Mengapa kita mendapati orang yang Yesus kasihi dan percayai ini tergantung pada seutas tali? Hal ini karena ia tak menemukan tempat pengampuanan.

Seseorang seharusnya meyakinkan Yudas bahwa Yesus mengasihinya. Seseorang seharusnya memberitahunya bahwa ia tak perlu mati untuk membuktikan kasihnya bagi Yesus. Yudas tidak bunuh diri karena gila. Ia membunuh dirinya sebagai usaha untuk mendapatkan pengampunan. Ia mengira bahwa jika ia membayar harga yang mahal bagi dosanya sendiri maka Allah akan mengampuninya. Keputusasaannya disebabkan oleh pengetahuannya bahwa ia telah mengkhianati Pribadi yang mengasihinya lebih dari siapapun yang pernah mengasihinya.

Mungkin ada beberapa orang di dunia ini dimana anda akan mati bagi mereka dan lebih sedikit orang lagi yang akan anda bela dengan cara bunuh diri bagi mereka. Yudas tidak menggantung dirinya karena dikendalikan oleh roh bunuh diri. Ia menggantung diri karena ia dipenuhi oleh rasa bersalah sehingga ia tak ingin hidup lebih lama lagi.

Yudas mengasihi Allah. Yesus adalah sahabat terdekatnya. Yesus memanggilnya melampui rekan-rekannya. Yesus melihat sesuatu di diri Yudas yang tidak dilihatnya di dalam dirinya. Saat orang lain menyebut Yudas adalah pembohong dan penipu, Yesus mempercayai uangNya kepadanya. Ketika tak seorang pun memberi Yudas pekerjaan, Yesus menjadikannya seorang bendahara. Yudas memandang kepadaYesus. Ia tahu bahwa tak seorang pun di dunia ini yang dapat memberinya kepercayaan dan kesempatan seperti yang Yesus lakukan. Anda mungkin takkan pernah mengerti pola pikir Yudas di hari ia mengakhiri hidupnya hingga anda tiba di tempat dalam hidup anda dimana anda telah sangat melukai seseorang yan sungguh mengasihi dan mempercayai anda.

Apakah anda mendengarkan saya, anak Allah yang terkasih? Apakah anda mendapati diri anda ada di dalam gambar ini? Sadarkah anda bahwa masih ada ruang di Salib itu bagi anda? Tahukah anda bahwa dosa anda tidak terlalu besar bagi Allah dan bahwa Salib di Kalvari adalah juga bagi anda? Suatu tempat pertobatan adalah kebutuhan yang absolut jika anda ingin diselamatkan. Anda takkan berhasil di dalam pelayanan anda, pernikahan anda, ataupun di dalam hidup ini jika anda tidak memiliki tempat pertobatan.

Berlutut di hadapan Allah tidak hanya bagi orang yang berdosa. Jika anda berada di atas mimbar, hal ini tidak hanya berlaku bagi orang-orang dimana anda berkhotbah di hari-hari Minggu. Kita semua harus mendapati tempat pertobatan kita pribadi.

Kuasa yang luar biasa bagi Kerajaan Allah hancur di hari Yudas meninggal. Yesus tidak memilih Yudas karena Ia mencari seseorang yang akan mengkhianatiNya suatu hari nanti. Ia memilih Yudas karena ia melihat potensi yang abadi di dalamnya. Siapa yang tahu kota-kota yang dapat dimenangkan oleh khotbah Yudas? Kitab apa di dalam Alkitab yang dapat menyaksikan kuasa Allah di dalamnya dan urapan pelayanannya? Keabadian takkan pernah mengisahkan dengan lengkap kisah hidup Yudas, hanya karena ia tak dapat mendemukan tempat pertobatan.

Posisi anda di antara orang banyak bukanlah masalah. Lingkup pengaruh anda bukanlah masalah.

Ada suatu tempat pertobatan bagi anda. Mungkin anda merasa tak membutuhkannya, tetapi jiak ya, anda dapat menemukannya jika anda berniat mencarinya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s