Cindy McGill: Dimanakah Akal Sehatmu? (May 3, 2011)


Ada banyak hal yang sedang terjadi saat ini. Jika anda mengalaminya saat ini, tampak seperti kita berada di suatu situasi yang tidak dapat kita kendalikan dan kemudian situasi yang lain muncul, bahkan sebelum kita menarik nafas kita. Situasi dan keadaan ini membuat kita menjadi kuat dan diubahkan di area-area tertentu. Kita juga mengembangkan tingkat iman dan kepercayaan yang baru. Takhta Maha Tinggi memerintahkan suatu sesi “latihan” untuk kita hadapi, dan hasilnya akan luar biasa. Kita sedang berada di “kamp pelatihan” Allah saat ini, dan ini semua karena Ia sangat mengasihi kita. Allah melakukan SEGALA SESUATU menurut keputusan kehendakNya (Ef. 1:11). Kita sedang didandani, disiapkan, dan diselaraskan demi hari-hari yang akan kita hadapi di depan.

Apakah Anda Kehilangan Akal Sehat Anda?

Akui saja. Kita tak dapat memperkirakan masa depan menurut pikiran kita, tak peduli sebesar apapun karunia yang kita miliki. Yesuslah KEPALA kita dan kita harus mengikutiNya agar kita tetap tinggal di dalam damai sejahtera dan bebas dari segala kekacauan. Sekarang bukan saatnya untuk berjalan menurut keputusan kita sendiri. Kita membutuhkan Yesus untuk menuntun kita.

Ams. 3:5-6 berkata, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Segenap berarti SEGALA-GALANYA. Kita harus mengerti segala hal dari perspektifNya, jika tidak, kita akan menjadi bimbang, kritis dan penuh rasa takut, yang akan menghasilkan kesengsaraan. Allah berkata bahwa Ia akan menjaga kita di dalam damai sejahtera saat kita menjaga pikiran kita tetap tertuju kepadaNya (Yes. 26:3).

Penting bagi kita untuk melepaskan pikiran kita dan mengambil pikiran Allah. Dalam Yes. 55:8, Ia memberitahu kita bahwa rancanganNya bukanlah rancangan kita dan jalan-jalanNya bukanlah jalan-jalan kita.

Fil. 2:5 berkata, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” Jadi, apakah pikiran Kristus itu?

Satu hal, Ia berkata JANGAN TAKUT, bersukacitalah, kuatkanlah hatimu, AKU TELAH MENGALAHKAN DUNIA (Yoh. 16:33). Bahkan di tengah-tengah ketidakpastian, Gereja sedang menuju masa terbaiknya. Saat ini kita mengamati dunia yang sangat kebingungan, salah arah dan ketakutan yang sedang mencari jawaban dari dunia ini, dan Allah sedang memakai kita dengan cara-cara yang melampaui semua yang kita pikirkan.

Mari lihat beberapa pikiranNya menurut Filipi 2:

1) Hendaklah kita sehati sepikir, berada di dalam satu roh dan satu tujuan.
2) Janganlah mencari ambisi pribadi atau keinginan yang sia-sia, tetapi dengan rendah hati menganggap orang lain lebih penting dari pada diri kita sendiri.
3) Setiap kita tidak hanya mencari kepentingan diri sendiri, tetapi juga kepentingan orang lain.
4) Tingkah laku kita haruslah sama seperti tingkah laku Kristus Yesus.

Bagaimana Kehidupan Kasih Anda?

Yesus berkata, “DENGAN DEMIKIAN semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Yoh. 13:35).

Bagaimana kita akan melakukan hal ini? Apakah kita telah lulus ujian kasih? Saat situasi-situasi yang terjadi melampaui kendali kita dan kita menjadi cemas dan takut, mudah rasanya untuk melompat dari kapal kasih dan memilih mengikuti perilaku manusia pada umumnya. Ini disebut dengan “mentalitas survivor.” Namun perilaku ini tidak mengajarkan kasih kepada kita. Jika kita berlari dari masa-masa kesukaran, kita takkan pernah belajar bagaimana mengemudikannya hingga akhir, dan akhirnya kita akan menghadapi situasi yang sama lagi di sepanjang perjalanan. Kasih tak pernah gagal, tetapi kita harus selalu tinggal di dalamnya agar kasih takkan gagal.

Kita dapat menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri kita sendiri:

1) Apakah saya mengasihi musuh-musuh saya? (Mat. 5:44)
2) Sudahkah saya berbuat baik dan berdoa bagi mereka yang membenci saya? (Luk. 6:27)
3) Saat musuh saya lapar, apakah saya memberinya makan dan juga minum? (Ams. 25:21)
4) Apakah saya berdoa bagi para pemimpin saya, ataukah saya menghakimi dan mengkritik mereka? (1 Tim. 2:2)

Sesi Pelatihan Di Kelas

Hal penting lainnya di saat ini ialah be teachable (menjadi pribadi yang mudah untuk diajar). Saat kita memiliki sikap “mengetahui segalanya,” maka keangkuhan membuat kita ditolak Allah dan akan menunda bahkan menggagalkan rencana Allah untuk memakai kita sebagai alatNya.

Saya menyebut Mzm. 119 sebagai Mazmur “ajar aku.” Daud meminta Allah untuk mengajarnya agar ia dapat berjalan di dalam kebenaran. Allah akan mengajar kita saat kita mencariNya dengan segenap hati. Saat itu kita dapat melepaskan sikap berjalan menurut pikiran sendiri dan merelakan mereka yang telah menyakiti kita. Pemulihan hadir saat kita menempatkan diri kita di hadapan Ia yang dapat menjadikan kita utuh kembali. Mengampuni bukanlah pilihan. Allah adalah Allah yang adil dan Ia sangat mampu menghadapi orang dan situasi yang menyebabkan kita terluka. Pengampunan membebaskan.

Attitude has always determined altitude (Sikap anda menentukan derajat diri anda), dan hal ini takkan pernah berubah. Dunia kini memperhatikan. Mereka mencari tampilnya perilaku Yesus yang dapat mereka ikuti juga. Bagaimana kita mewakiliNya di saat-saat suram menyuarakan jawaban bagi orang-orang yang sedang mencari jawaban. Kita ditantang untuk memikirkan jalan-jalan yang kita tempuh. Pasal pertama dalam kitab Hagai berbicara tentang mengubah tingkah laku kita kita agar kita dapat berhasil.

Terdapat ketidakpastian di hari-hari mendatang pastinya, tetapi Allah tetap dalam kendali. Ia ingin membangkitkan Gereja yang terlihat dan bertindak seperti diriNya. Kita akan mengalami hadirat dan kuasa Roh Kudus yang belum pernah kita alami sebelumnya, tetapi Allah akan SELALU ada di hati kita. Kita dapat melakukan segala jenis perkara bagiNya, tetapi pada akhirnya pertanyaannya adalah, “Apakah kita telah melupakan kasih mula-mula kita?” Allah hadir bagi kita, menyertai kita, dan mampu menolong kita untuk berlari di dalam pertandingan hidup ini dan memenangkan hadiah utamanya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s