Al Thomas: Bagaimana Untuk Tetap Kuat Saat Segala Sesuatu Berjatuhan (Mar 11, 2011)


Jagalah Pelita Anda Agar Tetap Penuh Dengan Mengingat…

Tujuan harian anda sebagai anak-anak Allah adalah cukup tinggal diam bersama Sang Juruselamat yang telah bangkit.

Jagalah pelita anda tetap penuh (Mat. 25:1-8) dengan mengingat:

1. Hidup di dalam Yesus mudah saat anda mengetahui bahwa tanggung jawab anda hanya satu: Bersekutu bersamaNya, tinggal di dalamNya (Yoh.15:4). Jika kita tidak bersekutu denganNya, kita takkan dapat mentaati perintah-perintahNya. Kita takkan memiliki kekuatan. Selain itu, segala sesuatu yang kita lakukan di luar dariNya akan menghasilkan hal yang tak berarti apa-apa. Tak ada apa-apa artinya kosong, nihil, anda kalah, tidak produktif, buah yang tidak bertahan lama.

2. Hidup di dalam Yesus sukar saat anda membebani hati dan pikiran anda dengan beban-beban yang tak seharusnya anda tanggung. Saat anda membiarkan diri anda menanggung beban-beban yang bukan menjadi tugas anda, kehendakNya akan disalah mengerti. Anda akan mulai berpikir bahwa Ia tidak adil atau bahwa anda harus mengira-ngira ukuran tugas anda. Lalu anda akan mulai berpikir bahwa tugas itu terlalu sulit untuk dilakukan. Sebagian orang menyalahkan iblis yang tak terlihat, mereka-reka mengapa si iblis tidak takut akan nama Yesus. Memikul beban yang tak seharusnya anda pikul dapat berubah menjadi kuk (Gal. 5:1). Iblis ingin agar anda berpikir bahwa melayani Yesus adalah suatu hal yang mustahil. Melayani Yesus haruslah menjadi suatu sukacita. Ya, iblis memang ada, tetapi bukan mereka, melainkan Allahlah yang mengatur hidup anda. Ambillah otoritas yang telah Yesus berikan kepada anda dan berjalanlah di dalam kemerdekaan (Luk. 10:19)!

3. Hidup di dalam Yesus mudah saat anda menyadari bahwa perintah-perintahNya tidaklah berat (I Yoh. 5:3). Yesus takkan memberikan pencobaan (I Kor. 10:13) dan beban (Bil. 11:11-17) kepada anda lebih dari apa yang dapat anda tanggung. Hidup ini mudah saat anda menyadari bahwa anugerahNya selalu cukup bagi anda setiap hari (2 Kor. 12:9).

4. Hidup di dalam Yesus sukar saat anda membawa beban apapun kecuali beban yang memang Ia tetapkan bagi anda. Ada 3 jenis beban: 1) Beban milik anda (Gal. 6:5); 2) Beban orang lain yang harus anda pikul – saling menolong saat anda memiliki kekuatan untuk menanggungnya (Gal. 6:2); 3) dan beban Krisuts (Mat. 11:28-30). Kita harus selalu bersekutu denganNya dan “belajar dariNya.” Banyak orang kudus mulai melayaniNya dengan komitmen yang tulus dan energi yang besar, tetapi karena menjadi kebiasaan dan bukannya intim bersama Yesus, mereka terluka karena frustasi, tawar hati dan gelisah. Beristirahat di dalam Allah mereka hindari.

5. Hidup di dalam Yesus mudah saat anda mengakui bahwa Ia dapat muncul di berbagai penyamaran, siap untuk menampakkan diriNya di berbagai keadaan atau melalui media apapun. Yesus dapat secara keliru dianggap seorang penjaga taman (Yoh. 20:15) atau seorang asing (Luk. 24:16). Saat kita bersekutu dengan Sang Tuan, kita akan terpesona saat bagaimana Ia tiba-tiba menunjukkan diriNya kepada kita. Terkadang Allah akan berbicara melalui bejana yang paling tidak mungkin, seperti anda dan saya.

Tempat Peristirahatan Disediakan Bagi Kita Melalui Yesus

Saat Yesus mati di kayu Salib, Ia telah menyediakan bagi anda dan saya…kemampuan untuk beristirahat di tengah-tengah kekacauan.

Beberapa tahun yang lalu, seorang anak laki-laki diberikan suatu barang yang tak ternilai harganya: jam saku emas milik almarhum kakeknya. Betapa berharganya jam itu baginya! Tapi suatu hari, saat bermain di pabrik es ayahnya, ia kehilangan jam itu di tengah-tengah es dan serbuk gergaji. Ia mencarinya dan menjadi gelisah, tetapi tidak menemukannya. Lalu tiba-tiba ia menyadari apa yang harus dilakukannya. Ia berhenti mencari dan menjadi sangat diam. Di dalam keheningan, ia dapat mendengar suara jam berdetak.

Allah telah memberikan kepada kita karunia yang tak ternilai untuk beristirahat di dalamNya. Betapa mudahnya bagi kita untuk kehilangan tempat peristirahatanNya di tengah kesibukan dalam hidup kita. Namun tempat itu selalu ada, jika kita bersedia untuk diam sejenak dan mendengarkan kehadiran Yesus di dalam hati kita.

Saat ini, beristirahatlah di dalamNya. Tanggalkan beban anda di bawah kakiNya. Ia menanti untuk menanggalkan beban-beban anda. Roh berbeban berat akan diangkat dari hidup banyak orang (Yes. 61:3). Hari ini hampirilah Ia dan:

Tetaplah bersekutu dengan Yesus…jika anda melakukan satu hal ini, segala sesuatu akan terjadi tepat di tempatnya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s