Reeni Mederos: Angkatlah Suaramu! Suara Generasi Para Pendoa Profetik (Feb 17, 2011)


Tuhan berkata, “Angkatlah suaramu! Lepaskan suaramu ke seluruh penjuru bumi! Berserulah, hai engkau yang mengasihi namaKu. Berdoa dan bernyanyilah, para sangkakala Allah, karena Tuhan Allahmu bergema dari Surga menuju kedalaman jiwamu! Menarti dan mengeranglah dari dasar-dasar bumi, karena itulah seruan doa syafaat yang timbul dari dalam dirimu!

“Aku telah melepaskan suatu intensitas syafaat yang jauh lebih besar yang takkan dapat engkau tahan. Jangan menahannya! Karena Aku telah memanggilmu dari antara debu sebagai para pendoa syafaat yang berharga dan Aku mengenal namamu! Engkau telah Kupilih dan Kuurapi untuk menanggung isi hatiKu dan untuk membawa rahim kemuliaanKu, bahkan sebagai seorang ibu yang menanggung dan mengerang kesakitan untuk melahirkan sebuah kehidupan yang baru.

“Seperti seorang Bapa yang menanti dengan harap agar benihNya dilahirkan, demikianlah Aku menjagaimu dan menanti di sisimu untuk membawamu melewati setiap kesakitan, setiap kepedihan dan setiap duka. Di dalam kelemahanmu Aku telah menguatkanmu, meyakinkanmu bahwa engkau akan melewati api luka hati dan penderitaan jiwamu. Di dalam kelemahanmu, engkau telah merendahkan hatimu dan mengijinkanKu untuk menguasaimu agar engkau dapat melihat dengan matamu manifestasi dan upah bagi penderitaan kasihmu bagiKu! Engkau tidak menderita dengan sia-sia,” kata Tuhan, “Penderitaan kasihmu tak pernah sia-sia!”

Generasi Para Pendoa Profetik

Ada suatu seruan Roh yang muncul dari generasi para pendoa profetik yang telah menjadi satu suara bagi telinga Allah, yang berkumpul di dalam Roh dari empat penjuru bumi. Suara ini adalah suara kesatuan dan kasih, untuk satu tujuan, saat mereka berkumpul setiap hari dalam satu hati dan satu pikiran, menyembah Allah di dalam Roh dan kebenaran.

Itulah suara Allah yang ada di kedalaman jiwa setiap pendoa syafaat Allah di seluruh penjuru bumi, yang mendengar panggilanNya untuk merendahkan diri mereka dan berdoa hingga Roh menjawab permohonan mereka. Mereka mendapati kekuatan Allah di dalam kelemahan mereka. Mereka telah belajar menyerahkan segenap hati, jiwa, pikiran dan tubuh mereka kepada perintah dan panggilan Allah.

Terlahir Dengan Insting untuk Berdoa

Saat Allah menyatakan hatiNya melalui mereka yang berharga bagiNya, secara insting mereka mengetahui bagaimana memanggil nama Yesus, berdiri sebagai perantara, bersedia meletakkan hidup mereka demi kasih mereka kepada Allah. Mereka terlahir dengan insting untuk berdoa sebagai suatu hal yang alami seperti menghirup udara. Dalam keyakinan yang hening, mereka menanti dengan sabar kepada Pemimpin hidup mereka untuk berkata-kata, cepat untuk taat saat mendengar suaraNya tanpa ragu-ragu dan mempersiapkan diri.

Alkitab menyingkapkan suatu jenis doa syafaat yang secara insting ada di dalam setiap kita dan membebaskan kita saat kita menyerukan erangan di dalam RohNya; Roma 8:22-23 berkata:

“Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.”

Dipanggil Ke Dalam Pelayanan yang Tak Terlihat

Rencana Allah bagi para pendoa syafaatNya jauh lebih dibanding apapun yang dapat kita lihat dengan mata jasmani kita. Allah telah memberi kepada para pendoa syafaat wawasan ke dalam dunia yang tak terlihat untuk mengetahui bagaimana menunjuk dengan tepat, menjatuhkan, memanggil keluar, menghancurkan, menelanjangi, membangun, menanam, menguatkan dan melahirkan kehidupan yang baru.

Inilah pelayanan yang tak terlihat dimana Aku telah memanggilmu,” kata Tuhan, “Inilah fokus konsentrasi yang Aku minta padamu. Inilah tempat dimana Aku telah memisahkan dirimu bagi diriKu. Aku selalu cemburu padamu dan Aku takkan mengijinkan seorangpun ataupun musuh untuk merebut hadiah berharga yang telah Kutempatkan di dalam dirimu. Aku telah memilihmu untuk saat seperti saat ini.

Aku telah menaruhmu dekat di hatiKu meski terkadang engkau ditolak dan engkau merasa telah dirampok dan hatimu dilukai, namun Aku tak pernah meninggalkanmu atau mengabaikanmu dan Aku akan mengganti semua yang telah dicuri darimu jika engkau bersedia mengampuni mereka yang telah memanfaatkanmu dan berkatilah mereka yang telah menganiayamu. IjinkanKu memulihkan hatimu dan menjadikan hidupmu sebagai suatu warisan bagi generasi mendatang yang akan belajar dari teladanmu, ketahananmu, dan kasihmu.”

Para Pahlawan Peperangan Di Belakang Layar

Para pendoa syafaat Allah memiliki tempat istimewa di dalam hatiNya. Ia menyatakan isi hatiNya kepada mereka karena mereka profetis di alam nyata dan mereka bersediakan menghabiskan banyak waktu di tempat rahasia bersama Allah karena kasih mereka kepadaNya sehingga mereka meminta, mengerang, menari, menggeliat, melahirkan, menyembah, menyanyi, berperang dan menghancurkan para penguasa dan pekerjaan-pekerjaan iblis di balik pintu yang tertutup.

Engkau Telah Diberi Berkat Sebuah Beban

Saya mendengar Allah berkata kepada mereka yang berharga bagiNya, “Engkau telah diberi berkat sebuah beban, dan Aku telah memberkatimu dengan bobot RohKu yang berharga dalam pandanganKu, untuk melepaskan rencana dan tujuan hatiKu di hari-hari terakhir ini. Aku telah membebanimu untuk membawa obor doa syafaat bagi generasi ini, dan Aku membangun warisan yang bertahan lama di dalammu bagi mereka yang akan mengingatmu seperti Aku memanggil namamu dan menyebutmu, ‘Orang yang Setia, Taat dan Teguh.’

Tidakkah mengherankan mengapa musuh berusaha menjatuhkan apimu dan merebut hidupmu dari padamu? Angkatlah suaramu dan ambil tempatmu dengan tepat dan datanglah kepadaKu kapan saja dengan setiap permohonanmu, setiap bebanmu, dan setiap tangisan hatimu, karena Aku akan mendengarmu dan takkan menolakmu atau mengabaikanmu seperti yang telah orang lain lakukan kepadamu,” kata Tuhan.

“Kuduskan dirimu dan pisahkan dirimu bagiKu,” kata Tuhan, “berikan tubuhmu bagiKu sebagai persembahan yang hidup bagiKu untuk berbicara, berseru dan berperang saat Aku melepaskan rahasia-rahasia dan isi hatiKu kepadamu. Adalah kesenanganKu untuk memberimu Kerajaan.

Tuhan Adalah Pahlawan Perangmu, Seorang Pahlawan yang Gagah Perkasa

Adalah isi hati Allah bagi para hambaNya yang setia, bagi mereka yang menggerakkan hatiNya untuk bertindak saat mereka dengan rendah hati menyiapkan ruang dalam hati mereka bagi Tuhan mereka, saat mereka menyanyikan nyanyian kemenangan mereka seperti yang dinyanyikan Musa dan bangsa Israel dalam Keluaran 15:2-3:

“TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.”

Seperti hujan akhir yang menyegarkan, Tuhan sendiri telah menempatkan mereka untuk memberi kekuatan bagi mereka yang lemah. Seperti angin yang bertiup kencang dari bangsa ke bangsa, mereka dipenuhi dengan suara api yang terbakar di seluruh negeri, saat mereka terus-menerus orang lain untuk menjawab panggilan dan kesempatan istimewa untuk berdoa. Mereka dipimpin dengan hikmat Allah saat melayani di dalam hadirat Allah kemana pun mereka pergi, karena mereka terlatih untuk menjadikan Tuhan tempat kediaman mereka dan mendapatkan perkenanan Allah, karena mendedikasikan kehidupan pribadi mereka sebagai tempat kediamanNya.

“Karena engkau, Aku akan menarik semua pria, wanita, anak-anak dan bangsa-bangsa datang kepadaKu. Karena engkau tidak meninggikan dirimu, sebaliknya, engkau merendahkan hatimu, dan mempercayakanKu dengan rahasia-rahasia hatimu, kini Aku akan mempercayakanmu dengan rahasia-rahasia hatiKu,” kata Tuhan.

“Di tempat yang tersembunyilah Aku telah mengenalmu, dan di tempat yang tersembunyilah Aku akan selalu memberi upah bagimu. PerkenananKu diam di atasmu saat engkau mulai melihat gunung-gunung bergerak keluar dari jalanmu. Perhatikan musuhmu meleleh seperti lilin di hadapanmu saat engkau melihat keselamatan dari Allah dengan matamu sendiri. Aku yang akan berperang bagimu, Aku akan berperang bagi keluargamu, dan segala sesuatu yang menjadi perhatianmu. Seperti yang telah Aku janjikan kepadamu sebelumnya, Aku akan mengurusi segala keperluanmu,” kata Tuhan. “Tak ada malapetaka akan menghampirimu, bagi mereka yang bersedia berlindung dan berdiam di balik bayangan sayapKu.”

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s