Bobby Conner: Pertahankan Kesederhanaan – Allah Hanya Meresponi Mereka yang Rendah Hati (Feb 26, 2011)


Roh Allah berkata kepada saya, Hal yang paling mendalam yang dapat engkau lakukan adalah dengan mempertahankan kesederhanaan!” Satu hal tercepat untuk menandai sistem agamawi buatan manusia adalah: mereka selalu aktif, sibuk luar biasa, bekerja keras, menjadikan segala sesuatu rumit dan kompleks atas apa yang telah Allah jadikan sederhana.

Pencarian kita seharusnya adalah untuk mempertahankan dan menjaga, apapun harganya, sebuah hati seperti hati seorang anak kecil. Ya, kita harus bergerak ke arah kedewasaan, namun demkian, di dalam perjalanan kita tak boleh kehilangan sikap seperti seorang anak kecil dalam meresponi Kristus. Ingat bahwa Allah menolak kesombongan, dan Ia memberi anugerahNya kepada mereka yang rendah hati (1 Pet. 5:5).

Yesus Kristus diberi suatu pertanyaan penting, Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga? Penting bagi kita untuk memahami jawabanNya dalam in Mat. 18:1-5:

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.”

Jawaban Tuhan ini sepenuhnya terbalik dari cara berpikir manusia; agama selalu berusaha mem-“wow” orang lain dengan pengetahuan dan dasar teologi kita. Namun demikian, Yesus menyingkapkan bahwa hati seperti seorang anak kecil adalah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.

Ayat ini melepaskan pengertian dan wawasan terkait dengan kebutuhan kita untuk menjadi rendah hati dan seperti seorang anak kecil, bukan kekanak-kanakan. Anak-anak biasanya dicirikan dengan kesederhanaan, kepercayaan yang mendalam, dan kejujuran. Kualitas semacam ini di dalam diri seseorang akan memimpinnya ke dalam Kristus.

Masalah: Sifat Manusia

Penghalang besar untuk menjadi seperti anak kecil adalah harga diri. Harga diri yang sombong adalah hal mendasar dari sifat manusia. Manusia berusaha melakukan hal-hal yang meninggikan diri mereka dibanding orang lain. Satu-satunya cara untuk menjadi seperti apa yang Allah inginkan adalah dengan menjadi seperti seorang anak kecil, dan membuang jauh-jauh peninggian diri yang arogan. Dosa yang berat adalah jatuh ke dalam dosa yang berpusat pada diri sendiri.

Menurut Alkitab, bahkan murid-murid Yesus berjuang dengan masalah yang berpusat pada diri sendiri ini dalam Mrk. 9:33-37:

Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.

Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya. Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

Sekali lagi motivasi yang salah ini terjadi dalam Luk. 9:46-48:

Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”

Karakter Kristiani

Untuk mengerti perintah Yesus akan kesederhanan, seseorang haruslah mengamati anak kecil. Kepolosan hati mereka, keterusterangan dan kepercayaan mereka memberi kita kunci untuk memahami apa artinya menjadi rendah hati di dalam Kerajaan Allah. Kerendahan hati ini bertindak di hadapan Allah, namun kredibilitasnya nyata saat kita bertindak di hadapan manusia dengan menganggap mereka berharga. Salah satu cara tercepat ke dalam promosi ilahi adalah “suatu sifat pelayanan!”

Paulus menegaskan bahwa ia tidak berusaha mencari hikmat manusia dan kata-kata yang indah melainkan ia memilih untuk menunjukkan manusia dan keinginan Yesus Kristus. 1 Kor. 2: 1-5:

Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Kita juga, akan meninggikan Kristus dan SalibNya bagi dunia yang terluka ini. Ini adalah pesan sederhan dengan dampak yang mendalam bagi mereka yang meresponinya. Jadilah sederhana!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s