Rick Joyner: Yesaya 11:11: Allah Berjanji untuk Memulihkan Israel Ke Tanah Mereka untuk Kedua Kalinya (Jan 12, 2011)


Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut. – Yes. 11:11

Karena ini adalah Firman di Minggu pertama di tahun 2011, dan kita sedang belajar bagaimana mengenal suara Allah, saya ingin mulai membagi salah satu pesan Allah yang paling melimpah bagi umatNya. Pertanyaan yang paling banyak ditanyakan kepada saya adalah apa arti 11-11. Entah kita melihatnya berungkali di jam atau dalam cara lain, banyak orang telah menerima hal ini selama bertahun-tahun. Tahun Baru jatuh pada 1/1/11 atau 1-1-11. Hal ini biasanya berbicara tentang kesempatan kedua, yang adalah pesan pada Yes. 11:11 karena disini Allah berjanji untuk memulihkan Israel ke tanah mereka untuk kedua kalinya.

Inilah Saatnya bagi Israel untuk Dicangkokkan Kembali Kepada Pohon – Allah Sendiri

Saat Yesaya menerima pesan ini, Israel belumlah terpecah-pecah dari daerah mereka dan bersatu kembali untuk pertama kalinya. Saat Yesus ditanya tentang tanda-tanda akhir jaman, satu hal yang Ia katakana adalah kita sebaiknya melihat pada pohon ara, yang adalah simbol bagi Israel. Israel adalah salah satu pesan profetik yang kuat yang diamati dan dipikirkan para nabi.

Israel adalah barometer bagi kita semua. Negara yang selalu dalam situasi konflik, baik di dalam maupun luar. Hal ini sudah berlangsung begitu lama dan mereka sangat merindukan kedamaian sehingga mereka bersedia memberi bagian besar dari tanah mereka yang kecil demi memperoleh kedamaian. Walau begitu, bukannya membawa kedamaian, tanah yang mereka serahkan menjadi dasar untuk menyerang mereka. Kedamaian mereka takkan pernah datang dari manusia, tetapi hanya dari Allah. Kabar baik dari Allah inilah yang menjadi dasar pesan dari Yesaya 11.

Israel adalah tanda kasih setia Allah terhadap FirmanNya. Dalam Yer. 31, Allah menegaskan seperti matahari, bulan, dan laut yang menggelora takkan berlalu demikian juga janji-janjiNya bagi Israel takkan gagal. Banyak orang yakin bahwa inilah saatnya hal ini digenapi di dalam gereja, “Israel rohani,” dan juga bagi bangsa “Israel asli.” Allah membuat hal ini jelas di dalam FirmanNya di sejumlah ayat tentang benih fisik Abraham. Rasul Paulus juga menambahkan hal ini di dalam Roma 11: 18, bahwa adalah suatu kesalahan besar jika kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu!

Inilah Tahun untuk Memulihkan Segala Sesuatu yang Telah Terhilang

Pesan utama dari bersatunya kembali bangsa Israel adalah bahwa Allah setia terhadap firmanNya. Ia tetap setia bahkan di saat kita tidak setia, dan di dalam kasih setiaNya Ia akan memberi kita kesempatan lain. Seluruh bab Yes. 11 berisi pemulihan bumi ke keadaannya yang semula, kesempatan kedua bagi seluruh bumi – bersatunya Israel “untuk kedua kalinya” adalah tanda bahwa hal ini sudah dekat. Kerajaan Allah yang telah lama didoakan oleh umatNya sejak Yesus berjalan di bumi sudah dekat.

Inilah tahun untuk memulihkan segala sesuatu yang terhilang, sebab bagi banyak orang janji-janji mereka akan digenapi, dan bagi mereka yang mundur akan dibawa kembali. Hal ini dimulai dengan berdoa, bersyafaat, dan sering berpuasa. Saat Daniel membaca nubuatan Yeremia bahwa Israel akan dipecah-pecah dari daerahnya selama 70 tahun, ia tidak hanya bersuka karena itu adalah waktunya untuk kembali, tetapi ia juga mulai berpuasa dan berdia agar Firman Allah tersebut digenapi.

Mengapa janji-janji Allah membutuhkan doa syafaat agar dapat digenapi? Seperti yang tertulis dalam Mzm. 115:16, “Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.” Allah mendelegasikan otoritas atas bumi bagi manusia, itulah sebabnya mengapa Ia takkan melakukan banyak perkara di bumi sampai kita yang meminta padaNya. Ini juga sebabnya mengapa Yesus menjadi seorang Manusia untuk menjadi Perantara, dan saat ada di dunia, Ia selalu merujuk diriNya sebagai Anak Manusia. Ia pun Anak Allah, tapi Ia datang ke dunia menjadi Manusia untuk memulihkan apapun yang terhilang dari manusia.

Karenanya, saat kita mengetahui bahwa inilah saatnya bagi janji-janji Allah untuk digenapi, kita harus berhubungan dengan Surga melalui doa dan puasa, menjadi pendoa syafaat di dalam kesatuan bersama Yesus dimana Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka (Ibr. 7:25). Ia adalah Imam untuk selamanya, menurut urutan Melkisedek, dan kita adalah imam-imam dalam urutan yang sama. Untuk alasan ini, salah satu pesan dan perkara utama di antara umatNya adalah untuk memulihkan jabatan keimaman dimana untuk itulah kita dipanggil.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s