Catherine Brown: Masa Pengujian Anda Pasti Akan Berlalu dan Anda Akan Ditempatkan Dimana Ia Telah Menetapkan Anda Sebelumnya (Dec 5, 2010)


Yusuf Di Dalam Penjara – Menanti Tanpa Mendobrak

“Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setiaNya kepadanya dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.” – Kej. 39:20b-23

Mungkin kita bertanya kepada diri kita sendiri, kehidupan penjara seperti apa yang mungkin dialami oleh Yusuf dan rekan-rekannya di penjara. Mungkin kita dapat memikirkan kondisi yang kejam, dengan sedikit makanan dan minuman, kondisi hidup yang sulit dan penderitaan fisik, emosi, mental dan spiritual bagi sebagian besar tahanan. Namun demikian Alkitab memberitahu kita bahwa Yusuf tetaplah seorang pria dimana perkenanan dan kebaikan Allah nyata atasnya, dan ia mendapat tanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di dalam penjara. Mari pikirkan sejenak, hal-hal apa saja yang mungkin terjadi:

• Persiapan makanan (jika seseorang cukup beruntung untuk mendapat makanan)
• Bersih-bersih
• Mengosongkan kakus
• Mengurus luka-luka para tahanan
• Mengurus para tahanan yang sakit
• Berhadapan dengan serbuan tikus, kutu, serangga dan hewan pengerat lainnya
• Menjagai para tahanan yang lemah
• Mempertahankan tatanan/ keamanan/ kedamaian
• Menjauh dari korupsi dan menguatkan orang-orang benar
• Berhadapan dengan kematian
• Melayani mereka yang patah hati dan yang kesepian

Prioritas Orang Banyak

Saat kita mengamati daftar potensial tugas yang dapat dilakukan oleh seorang tahanan, mudah untuk melihat bagaimana Allah mengajar Yusuf membuat prioritas orang sebelum membuat rencana. Saya yakin bahwa Yusuf belajar bagaimana menjadi seorang bapa di masa ia ditahan. Di tempat dimana Allah mengijinkan pembatasan terjadi dan destiny yang sedang dibangun tertunda, Yusuf merangkul kebenaran yang tak ternilai harganya dan kedalaman belas kasihan, kerendahan hati, hikmat dan hati Bapa, bertekun dalam memperoleh status anak-nya mengabaikan apapun keadaan yang sedang ia alami.

Belajar bagaimana berfungsi sebagai seorang bapa adalah bagian yang penting dalam “pelatihan Yusuf untuk bertakhta” sebelum ia dilepaskan menuju penggenapan jubah apostolik di Mesir – Allah memilih sel tahanan sebagai tempat pencobaan yang sempurna bagi kasihNya untuk dibentuk di dalam diri hambaNya, Yusuf.

Lebih jauh lagi, Yusuf belajar memiliki hati seorang hamba di dalam penjara. Ini adalah hal yang penting bagi seseorang yang suatu hari nanti akan dipercayakan kuasa dan pengaruh yang begitu besar untuk dibangun menjadi seorang pemimpin-hamba. Allah memilih untuk mengurung Yusuf di sebuah penjara untuk mengajarkan padanya pelajaran ini dan mengaruniakan kepadanya hak istimewa untuk menunjukkan belas kasihan yang besar bagi para tahanan lainnya.

Sementara kita memperhatikan perkembangan karakter Yusuf di tahap dimana imannya berjalan sebagai seorang penjaga apostolik bagi bangsanya, akan membantu kita untuk mengingatkan pada diri kita beberapa karakter dan sifat dari seorang penjaga ilahi.

Karakter dan Sifat Seorang Penjaga

• Intim bersama Allah di dalam hubungan covenant yang kudus: “Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku” (Kid. 6:3); “Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta” (Kid. 2:4); “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu…” (Kid. 8:6).
• Suka menyembah
• Suka berdoa
• Mengasihi Allah dengan segenap hati (Mrk. 12:30-31, 33-34)
• Menyerahkan segala kepunyaannya, dari kelebihan ataupun kekurangannya (Mark 12:43-44)
• Berhasrat untuk menjadi seperti Kristus di dalam pemuridan yang aktif
• Menunjukkan buah-buah Roh, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran…
• Menjalankan iman di dalam karunia-karunia Roh, seperti hikmat, mampu untuk membedakan yang baik dan yang buruk, bernubuat… (Daniel diberi wawasan dan pengertian untuk memahami penglihatannya di dalam Daniel 9:22)
• Penuh dengan belas kasihan dan rahmat
• Dipenuhi Roh
• Terbiasa membaca Alkitab
• Waspada/ Berjaga-jaga
• Selaras dengan tujuan Allah
• Dapat diandalkan, rendah hati, memiliki penyerahan diri dan bagian dari Tubuh Kristus lokal
• Taat kepada Allah secara radikal: “Tetapi Mikha menjawab: “Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku, itulah yang akan kukatakan'” (1 Raj. 22:14).
• Hamba yang bertanggung jawab/ bijaksana
• Memahami lingkup pengaruh yang ditugaskan kepada diri sendiri
• Mengerti panggilan yang ada pada diri seseorang
• Aktif di dalam iman untuk meresponi panggilan dalam diri

Setiap penjaga akan mengalami pemurnian karakteri di dalam perjalanan mereka menuju tujuan akhir iman mereka. Kiranya setiap anda mengenal dan mengecap kebaikan dan perkenanan Allah saat anda berjalan bersamaNya menuju penggenapan destiny anda, dan kiraNya Allah kita mengarunikan kepada anda impian, penglihatan dan lawatan agar anda dikuatkan, khususnya jika anda merasa seperti Yusuf yang berada di dalam penjara!

Waktu pengujian anda pasti akan berlalu, dan Allah, oleh anugerahNya, akan menempatkan anda di tempat-tempat yang telah Ia tetapkan sebelumnya, agar setiap lingkup pengaruh tersebut dipenuhi dengan kemuliaanNya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

One Response to Catherine Brown: Masa Pengujian Anda Pasti Akan Berlalu dan Anda Akan Ditempatkan Dimana Ia Telah Menetapkan Anda Sebelumnya (Dec 5, 2010)

  1. Aji Gees says:

    Shalom, . bu
    Suatu pengajaran prophetic yang bagus sekali. Sepertinya hari-hari ini Tuhan sedang serius dengan hal character terhadap orang-orang yang sudah dipilihnya.
    Banyak juga orang yang menghadapi situasi yang dihadapi Yusuf. hanya kalau respondnya salah, maka desteny Illahi dala dirimya akan bertambah lama lagi digenapi.
    Ada yang meresponi dengan berbagai pertanyaan : “Kenapa saya Tuhan? ”
    “Apa salah saya?” Rasanya ada tuh orang yang lebih parah dari saya, tapi kok hidupnya aman-aman saja mereka? dsb.
    Namun pengenalan yang benar akan Tuhan akan menolong untuk mendapatkan jawaban-jawaban itu. Sehingga iman kita tidak menjadi undur , tapi justru semakin kuat karena pertolongan Roh Kudus. thanks.

    Umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan bertindak.
    dalam kasih karuniaNya
    Aji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s