C. Pierce: Terang Abadi yang Takkan Padam dan Menghalangi Kekeringan! DAN Rayakan Musim untuk MASUK dan KELUAR (Dec 4, 2010)


Sesuatu yang Baru Bagi Anda Untuk Didengarkan!

Saya yakin kita perlu untuk MENDENGARKAN Firman Allah! Sebagai pelayan dan Tubuh Kristus, saat ini kami sedang mempelajari kitab Hagai. Anda dapat membacanya di bawah ini.

Hanukkah Dimulai Pada 1 Desember!

Martin dan Norma Sarvis, sahabat dan penghubung kami di Israel, mengirimkan artikel terkait waktu perayaan ini:

Perayaan Hanukkah bangsa Yahudi selama 8 hari ( disebut juga dengan Festival Terang) adalah dedikasi terhadap Bait Allah di Yerusalem setelah direstorasi oleh pihak Ibrani dari suku Yehuda Maccabee pada 164 sM. Raja Siria Antiochus IV Epiphanes (pelopor Anti-Kristus, seperti yang tertulis dalam Dan. 11:21), berusaha memaksa bangsa Yahudi untuk meninggalkan agama dan budaya mereka ke dalam budaya Yunani, telah mengeluarkan perintah melarang penyunatan, melarang menjalankan hari Sabat dan hari-hari besar lainnya. Ia mencemari Bait Allah dengan mempersembahkan korban dan membangun sebuah patung bagi dewa Zeus.

Seperti yang digambarkan dalam Kitab Pertama Maccabees (kisah sejarah bangsa Yahudi yang ditemukan di Apocrypha), suatu pemberontakan dilakukan oleh pendeta Mattathias dan kemudian dipimpin oleh putranya Yehuda (Yudas) Maccabee. Pemberontakan ini menuntun pada kalahnya pasukan Siria, dan Bait Allah yang tercemar dibersihkan dan didedikasikan kembali. Kisah lainnya terkait bagaimana selama pembersihan ini hanya ada sedikit minyak kudus yang tersisa untuk dibakar di menorah (lilin bercabang 7) untuk satu malam – namun, suatu mujizat terjadi saat menorah itu terus menyala selama 8 hari.

Kemenangan Yehuda ini dijadikan sebagai “hari-hari dedikasi agar mezbah terus disimpan di tempatnya dari tahun ke tahun selama 8 hari, pada hari ke-5 dan hari ke-25 di bulan Kislev, dengan sukacita dan kebahagiaan” (I Maccabees 4:59). Masa kini, bagian perayaan ini termasuk penggunaan menorah khusus bercabang 8 dimana lampu/ lilin yang baru dinyakan di tiap sore. Setiap cahaya lilin menandai suatu “Cabang” terpisah yang disebut “pelayan”-shamash.

Hebatnya lagi, pembacaan kitab Haftarah pada hari Sabtu ini dalam perayaan Hanukkah, disamping menyertakan menorah, juga memasukkan kalimat berikut, “Lihatlah, Aku membawa HambaKu Sang CABANG.” Meski kalimat yang berbeda bagi hamba digunakan disini, tak ada keraguan bahwa kata ini merujuk pada Mesias-Sang Hamba, yang diutus oleh Bapa-Sang Terang yang Tak Dapat Dipadamkan, yang menerangi semua orang yang datang ke dunia ini (Yoh. 1:9).

Hanukkah – Hari Raya Dedikasi – Festival Terang – adalah musim untuk:

• Mengijinkan Roh Kudus untuk menerangi diri kita, mengungkapkan setiap kefasikan atau berhala yang mungkin mencemari tubuh kita (yang adalah Bait Roh Kudus) dan membuangnya.
• Menyerahkan diri kita diperbaharui untuk dipenuhi oleh Roh Kudus dari persediaan yang tiada habisnya.
• Membiarkan “terang” kita bersinar di dalam kegelapan dan bergabung bersama para Orang Percaya lainnya. Suatu lagu anak-anak Ibrani yang terkenal bagi hari raya Hanukkah berjudul BANU HOSHEKH L’GARESH (“Kami hadir untuk mengusir kegelapan”):

We have come to drive out darkness, in our hands light and fire:
Each of us is a small light, but together we are a strong, steady light.
Flee Darkness in the Blackness-Flee before the Light!

APA YANG AKAN ANDA TERIMA TERGANTUNG DARI CARA ANDA BERBICARA! Kini Para Malaikat Akan Diutus untuk Menjagai Mulut Anda!

Suatu Nubuatan dari Chuck Pierce, Barbara Wentroble dan Keith Pierce:

“Aku memiliki berkat-berkat, yang seperti lautan, dapat melingkupi dirimu. Karena berkat-berkat ini dapat melingkupimu, masuklah! Karena saat engkau duduk bersamaKu, menikmati secangkir teh dan berbincang denganKu, maka engkau akan melihat dan mengecap. Kecap dan lihatlah, karena berkat-berkatKu jauh melampaui lautan yang dapat menguasaimu.

“Kita memasuki musim dimana engkau perlu menjaga mulutmu dan menguasai suaramu. Aku akan menjagai caramu menggunakan mulutmu di musim ini. Aku akan mengawasi caramu merayakan sesuatue. Aku akan mengutus malaikat untuk menjagai mulutmu.

“Aku akan memperhatikan caramu memandang persediaanmu. Akankah engkau memandang persediaan dengan iman? Akankah engkau memandang persediaan di luar dari hati yang menyembah? Atau akankah engkau berjuang mndapatkan apa yang engkau inginkan? Aku akan mengawasi bagaimana engkau berbicara agar persediaanmu muncul. Aku mengubah administrasi persediaanmu. Maka, di minggu ini janganlah putus asa, tetapi di minggu ini berbicaralah dan perhatikan madu dan air yang muncul.

“Saat ini bukan waktunya untuk menyerang dengan kemarahan. AKU berkata: ‘Berbicaralah!’ Aku tidak berkata, ‘Serang!’ Waspada, waspadalah dalam berbicara dan bukannya menyerang! Di dalam penyeranganmu akan ada kekeringan. Tetapi di dalam pembicaraanmu akan ada air yang keluar. Bangkit dan taruhlah tanganmu atas mulutmu dan biarkan Aku berkata, ‘Akulah yang akan berbicara dengan jelas untuk melihat apa yang perlu dihancurkan; majulah dalam namaKu.’

“Berikan PegununganKu KepadaKu!”

“Janganlah marah hatimu, tetapi bersukacitalah, karena emosi-emosimu haruslah ditampakkan secara tepat. Ijinkan emosimu muncul di tengah-tengah keadaanmu dan berbicaralah kepada bebatuan dan katakan kepada pegunungan bahwa engkau akan melintasinya!

Aku membangkitkan suatu generasi Kaleb di jaman ini. Bahkan Kaleblah yang berkata, ‘Berikanlah kepadaku pegunungan yang dijanjikan bagiku!’ Ia berbicara dan memerintahkan pegunungan untuk menjadi milik kepunyaannya. Aku membangkitkan suatu generasi Kaleb yang akan berbicara, yang akan mengambil apa yang Aku perintahkan untuk mereka miliki – bahkan suatu generasi yang mengeluh dan menggerutu dan tak pernah tiba di penggenapan janji Allah di musim lalu – kini akan berkata, ‘SEKARANG!’ Di masa ini Aku akan membangkitkan generasi Kaleb, sekelompok umat yang akan memiliki apa yang Aku perintahkan untuk mereka miliki. Bahkan seperti Kaleb, berbicara dan perkatakanlah bahwa engkau memiliki pegununganmu, milik kepunyaanmu. Generasi ini harus bangkit dan berseru bagi persediaan Allah.”

Perhatikanlah Keadaanmu!

Hari Minggu kemarin Allah berbicara dengan jelas kepada kami dari kitab Hagai. Hagai adalah seorang nabi pemulihan. Ia memerintahkan bangsa Israel untuk menyelesaikan apa yang telah mereka mulai! Hagai berarti “menjadi meriah.” Di musim ini, kitab Hagai adalah kitab yang tepat untuk dibaca untuk memahami pewaktuan, pemulihan dan perayaan. Tugas kita adalah untuk membaca kita Hagai selama 7 hari dan melihat pemahaman yang Roh ungkapkan.

Inilah pemahaman kitab Hagai oleh Linda Heidler:

Banyak orang telah kehilangan prioritas mereka untuk menjadikan Yesus yang terutama dan membangun suatu tempat bagi hadiratNya untuk berdiam. Di dalam Hag. 1:5, sang nabi berkata: “Pertimbangkan jalan-jalanmu dan kuatkan pikiranmu atas apa yang telah terjadi padamu!” Kata “PERTIMBANGAN” berasal dari 3 kata. Pertimbangan berarti menentukan, memutuskan, ikut serta, atau menetapkan. Pertimbangan adalah kata bagi isi hati. Hati adalah organ nyata dan bagian terdalam dari manusia. Kata lain dari pertimbangan berarti “lebih dari, lebih tinggi dari atau melampaui.”

Saat anda melihat frase ini,  anda melihat bahwa “Pertimbangkan Jalan-jalanmu” berarti untuk memerintahkan hati anda naik melampaui jalan-jalan anda – naik ke suatu tingkat pengertian dan pemahaman yang lebih tinggi terkait apa yang sedang anda lakukan, bagaimana cara anda hidup, dan pilihan-pilihan yang anda ambil. Barangkali anda melihat hal-hal dari tingkatan yang rendah dan anda harus naik ke tingkat pengertian yang lebih tinggi. Perspektif anda dapat saja terlalu kecil dan terbatas. Hal ini dapat membuat anda tidak melihat gambaran penuh atas apa yang sedang terjadi dalam hidup anda. Prioritas-prioritas anda dapat saja beralih dari rancangan yang sempurna dimana Allah telah “memulainya dari diri anda.”

Kelemahan anda dapat membutakan anda. Perspektif yang salah dapat membuat anda tidak dapat melihat sumber utama dari kelemahan anda. Masalahnya bukanlah kekurangan makanan atau baju atau yang lainnya, tetapi bahwa hati anda ditempatkan di tingkat keduniawian yang rendah versus tujuan ilahi, dan menempatkan hal-hal keduniawian lebih tinggi ketimbang hal-hal yang berasal dari Allah. Bawalah hati anda naik ke tempat yang lebih tinggi! Tetapkan hati anda bagi Allah dan rancanganNya bagi hidup anda.

Ingatlah, bahwa inilah bulan untuk mengejar! Jika kita rindu untuk mengejar hadiratNya setiap hari, kita akan menyusul di dalam perayaan kita.

Ada masa-masa dimana kita harus merayakan menurut jadwal pewaktuan Allah. PewaktuanNya sempurna, dan Ia memahami nilai perayaan dalam suatu cara yang hampir tidak dapat kita mengerti. Kalendar Allah selalu tepat.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s