Munday Martin: Tahun 2011 dan Seterusnya: Tahun Bagi Kekuatan Iman yang Dilandasi oleh Kasih! (Nov 18, 2010)


Di tengah goncangan, akan ada “kekuatan iman yang dilandasi oleh kasih” yang akan memenuhi kekasih-kekasih Allah di jaman ini. Kebangkitan di masa lalu selalu pertama-tama ditandai oleh pria dan wanita yang diperhitungkan berdasarkan reputasi mereka yang rela berkorban bagi Allah dan bangkit bersama kasih tanpa henti bagi generasi mereka.

“Goncangan, Berhenti!”

Baru-baru ini, saya terbang dari Wales menuju Amerika. Di pesawat kami mulai mengalami goncangan yang mematikan. Semua orang ketakutan, saling melihat sekeliling, cemas, dan pilot mulai berbicara melalui interkom dengan suara waspada, “Semua orang silahkan duduk dan kencangkan sabuk pengaman anda.” Para pramugari berlari di sepanjang lorong untuk mencari keselamatan.

Saat itu saya tenggelam di dalam kemuliaan Allah, mendengar penyembahan di iPod saya, saat iman yang dilandasi kasih turun atas saya. Saat itu saya menatap teman saya, Charles Shamp, yang terbangun karena adanya goncangan, dan berkata padanya, “Kita memasuki Shalom Allah,” dalam suatu kepastian yang memabukkan, sementara pesawat bergoncang dengan kerasnya. Ia tertawa! Tiba-tiba di hadapan 300 penumpang yang dapat mendengar saya, saya berseru, “Goncangan, berhenti! TERIMA KASIH!”

Awalnya mereka tertawa dan menyangka saya gila, namun kemudian suatu keheningan oleh rasa terpesona memenuhi pesawat saat angin dengan segera berhenti dan tak ada lagi goncangan selama sisa penerbangan kami. Saya memberi kemuliaan kepada Allah di pesawat itu saat mereka bisa mendengar saya bersaksi akan kuasa Yesus yang menghentikan angin setelah kami mendarat.

Allah menaruh dalam hati saya bahwa para kekasih Allah yang dipenuhi oleh hadirat Allah akan memerintah waktu dan musim yang kita hidupi saat ini. “Angin ketakutan” yang mengikat bangsa-bangsa untuk menjalani hidup yang biasa kini harus menunduk pada “angin kuasa kasih” yang turun pada umat Allah di jaman ini. Hanya agama yang sia-sia yang dapat menghalangi jalan penyerahan diri secara total dari seseorang terhadap angin-angin perubahan ini.

Kekuatan Iman yang Dilandasi Oleh Kasih

Seringkali, bahkan di dalam pelayanan dan gereja yang penuh kuasa, manusia berlindung di balik tradisi manusia dan roh agamawi, membangun kerajaan-kerajaan mereka sendiri tanpa bantuan Roh Kudus. Banyak orang tidak menjadikan Kristus relevan dengan masyarakat pasca-modern saat ini. Untungnya, suatu perang kasih hadir dan mereka yang memilih Roh Kudus sepenuhnya, dikombinasikan dengan karakter dan integritas, akan menenangkan gelombang dan membawa perubahan bagi masyarakat, budaya alkoholik, media, dll.

Roh Allah akan turun dan menaungi Gereja yang terlantar di antara politik atau penyerahan total bagi damai sejahtera dan sukacita di dalam Allah dalam api kuasaNya yang menghanguskan. Roh agamawi harus dihadapi. Kita harus mulai mengerti bahwa terkadang Allah akan bergerak bukan karena teologi kita, namun sebaliknya. Faktanya, banyak orang-orang kudus pada Gereja mula-mula, bahkan sebelum memiliki akses mendapat kitab para rasul, dikenal telah membaca kitab Canticle of Canticles, atau kitab yang saat ini kita kenal, Kidung Agung.

Banyak orang kudus di Gereja mula-mula berjalan di dalam kuasa ilahi dan mengubah dunia, sementara di saat yang sama dianiaya secara kejam. Apakah anda merasa dianiaya akhir-akhir ini? Inilah waktu bagi perkenanan Allah atas GerejaNya, sebagai suatu kekuatan iman yang dilandasi oleh kasih. Setiap benih yang telah anda tanam selama 10 tahun terakhir ini akan dituai di dalam Tuaian Kemuliaan dekade ini, bersama dengan keadilan yang akan mengejutkan kita semua! Namun untuk mendapati keadilan Allah, pertama-tama haruslah ada iman yang menolak untuk menyerah.

Kekasih-kekasih di dalam Rumah Tuhan

Yesus menutup perumpamaan tentang hakim yang tidak adil di dalam Luk. 18:8, dengan berkata, “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Allah akan bergerak di hari-hari ini di kota-kota bukan karena perbuatan baik, namun sebaliknya. Mengapa? Iman kini bangkit di dalam Tubuh Kristus. Para kekasih yang akan mengubah masyarakat dibawa ke rumah pesta di dalam rumah Allah. Dalam Kid. 2:4, dikatakan, “Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta.”

Terjemahan The Message akan Ef. 3:14-19 berkata, “Itulah sebabnya aku sujud di hadapan Bapa, Bapa yang Mahakuasa yang membagi-bagikan semua isi Surga dan bumi. Aku meminta kepadaNya untuk menguatkan engkau oleh RohNya – bukan kekuatan yang kasar namun kekuatan dari dalam yang agung – dimana Kristus diam di dalammu saat engkau membuka pintu dan mengundangNya masuk. Dan aku meminta kepadaNya agar kedua kakimu tertanam dalam di dalam kasih, supaya kamu dapat mengambil bagian bersama semua pengikut Yesus di dalam dimensi kasih Kristus yang melampaui segala hal. Raih dan alamilah pengalaman yang luas! Ujilah luasnya! Ukurlah luasnya! Gapailah hingga ke ketinggian! Jalanilah hidup yang sepenuhnya, dipenuhi di dalam kepenuhan Allah.”

Ketika kemuliaan Allah muncul, usaha-usaha manusia untuk menghasilkan kebangkitan akan dibalikkan oleh kemuliaan Allah yang akan membawa pemulihan atas segala sesuatu sebelum kembalinya Kristus yang berkemenangan. Awan turun atas rumah Allah. Inilah waktunya bagi orang-orang kudus untuk membiarkan Yesus keluar. Banyak yang mengira bahwa kita gila, maka lebih baik kita membiarkanNya keluar bagi semua budaya di dalam kasih. Jika kita dapat memahami apa yang Yesus katakan, “Jika mereka menganiaya Aku, maka mereka juga menganiaya kamu,” maka kita pun akan baik-baik saja di saat sekarang.

Juga ingatlah, kekudusan bukanlah sekedar sekumpulan orang yang dengan penuh harga diri mengklaim bahwa mereka telah mencapai kekudusan beberapa status pemimpin Kristen seperti kaum Farisi jaman dahulu, melainkan merupakan Gabungan Orang-orang Percaya yang merayakan pekerjaan-pekerjaan Salib Kristus di Kalvaari yang telah selesai. Mereka akan menunjukkan apa yang mereka percayai dan akan memenuhi bumi dengan kemuliaan Allah melalui kekuatan iman yang dilandasi oleh kasih.

Weymouth New Testament: “Barangsiapa yang percaya kepadaKu, dari dalam dirinya – seperti yang Alkitab katakan – aliran-aliran air kehidupan akan mengalir keluar” (Yoh. 7:38).

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
Gallery | This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s