Chuck Pierce: Kembali Ke Titik Nol Dari Iman Kita Demi Penyusunan Kembali dan Tercurahnya Kuasa! (Oct 12, 2010)


Dear Kingdom People:

Sebagian perjalanan yang saya lalui menjadi semakin teratur dan dikaruniakan oleh Allah! 3 bulan yang lalu Ia mengingatkan saya untuk pergi ke Roma lalu ke Israel untuk berdoa dan mendeklarasikannya bagi setengah dari Tubuh Kristus. Seperti yang biasanya terjadi jika Allah menyuruh saya melakukan sesuatu, saya tidak segera menyadari dampak dan pentingnya perjalanan ini bagi tahun ini, 5771, “Tahun Pertama Bagi Kegerakan Selanjutnya!” Inilah waktunya untuk memperhatikan Bahtera saat Bahtera ini bergerak bersama kita di musim yang baru di depan. Inilah waktunya untuk mengerti dan mata kita tertuju kepada Bapa. Inilah waktunya untuk mengijinkan kekuatan kita yang tanpa kendali ini untuk dikendalikan!

Saya memilih tim yang seimbang – rohani, dipenuhi dengan sukacita, rasa penasaran, suka berpetualang dan bersedia untuk pergi (John & Sheryl Price, Trisha Roselle, Anne Tate, Chad Foxworth, John Mark Pierce, dan Aaron Smith, lalu Daniel & Amber Pierce dan Karli Sauce akan menjumpai kami di apartemen Martin dan Norma Sarvis di Yerusalem). Saya bersedia untuk mendengarkan setiap mereka dan mengikuti naskah rancangan Allah agar terjadi.

Kami berangkat dari Jacksonville, Florida pada hari Sabtu, 2 Okt 2010 setelah pertemuan Global Spheres pertama kami: The Ark is Moving, pesan utama di musim ini dan di Apostolic Realignment. Ini adalah kunci bagi musim ini. Ada beberapa hal utama yang ingin saya daftar dan tuliskan tentang perjalanan ini, tapi ijinkan saya memulainya dengan Jumat malam di konferensi.

Kini kita memasuki musim Menari Bersama Taurat. Saya tidak tahu bahwa sebuah pertemuan Yahudi telah mendedikasikan diri mereka demi terjadinya perayaan yang luar biasa ini. Kami diutus oleh Paul Wilbur yang menuntun kami di dalam penyembahan pada Jumat malam. Paul membawa kitab Tauratnya yang lengkap ke pertemuan ini. Hadirat dan kuasa penyembahan sungguh luar biasa saat 750 orang mengikuti pembacaan Taurat dan menari di arak-arakan dalam gereja. Bahtera sedang bergerak, dan kami merayakan kegerakan FirmanNya bagi musim di depan ini (Menariknya, 99% orang yang hadir belum pernah merayakan Firman seperti ini). Saya suka melihat bagaimana Doris Wagner berada di atas skuter selama arak-arakan.

Roma: “Kota yang Abadi”
Tuhan menunjukkan kepada saya bahwa ada suatu perubahan yang menyolok di Gereja, dari Israel. Ia telah memberi kesan kepada saya bahwa Italia, bukan Jerman, yang akan membuat pernyataan tertentu bagi kegerakan Apostolik Allah berikutnya untuk dimulai. Peter Wagner telah memimpin Prayer Movement ke Roma di tahun 2005 untuk menyembah di pusat kota Roma. Ratusan orang memenuhi panggilan ini. Sebelumnya kami telah mengunjungi Roma dengan berdoa selama 7 tahun dan menyiapkan jalan. Kami telah berdoa di Vatikan, di Sistine Chapel … setiap tempat yang dapat kami bayangkan. Namun demikian, kami belum menyelesaikan apapun, karena Tuhan berkata, “Pergi kembali!”

Kami bertiga mengadakan perjalanan ke Roma untuk pertama kalinya. Ketika kami mendarat dan melanjutkan dengan menggunakan bis sesuai tuntunan Tuhan, saya mendapat kesan untuk melakukan 2 hal. Namun demikian, saya tahu bahwa saya harus mendengarkan. Kami hanya naik bis dan dipandu selama tiga jam, maka kami pun menikmati panorama kota Roma. Saya tahu bahwa dengan runtuhnya Yerusalem di abad pertama, Kandil dari Bait Suci dibawa ke Roma, dan di hari-hari terakhir, benda ini akan dikembalikan sebagai tanda Surga dan Bumi yang semakin mendekati demonstrasi Rancangan Kemuliaan Allah.

Bangkitnya Kaum Bapa! Saat kami melewati katedral St. Paul, Allah menyuruh untuk berhenti. Saya sudah mengunjungi hampir sebagian besar katedral yang ada di Roma dan Sisilia (beberapa di antaranya tak ingin saya kunjungi kembali), tapi seingat saya, saya belum pernah mendatangi katedral yang satu ini. Saat kami masuk, sedang ada perjamuan kudus dan saya segera tahu apa sebabnya kami ada di sana. Di katedral yang dianggap sebagai tempat peristirahatan tulang-tulang Paulus setelah kepalanya terpancung ini, terdapat mural-mural di sekitar dinding-dinding yang luas. Setiap Rasul, setiap Orang Kudus, dan setiap Paus di dalam sejarah Gereja tergores pada kaca Gereja. Di Tahun Pembapaan ini, kami memperkatakan bahwa sejarah Gereja kini akan diatur kembali dan Bapa-bapa Masa Depan akan menulis sejarah Kegerakan Kerajaan Allah. Kami meminta Allah untuk membenarkan hal-hal yang salah dari Para Bapa di masa lalu, dan membangun HatiNya di dalam hati Para Bapa Masa Depan!

Suatu Pembalikan Dimulai! Mulai Dari Koloseum, Kembali Melewati Pintu Gerbang Konstantinopel. Setelah berhenti di Katedral St. Paul, kami lanjut menuju Roma, melihat Circus Maximus dan berbagai tempat lainnya. Saya menyadari bahwa sang pemandu membawa kami mengikuti tuntunan Tuhan. Kami berakhir di bukit di atas Koloseum. Saya tahu bahwa tim kami harus turun dari puncak bukit dan berakhir di Pintu Gerbang Konstantinopel dan berjalan kembali melewati pintu gerbang dari depan hingga ke belakang. Pada kunjungan kami sebelumnya, kami telah berdoa beberapa kali di Roma di pintu masuk Gerbang. Tapi kali ini berbeda. Di dalam Roh, tampaknya kami mengurai simpul yang terjadi di sejarah Gereja melalui kaisar Konstantin di abad ke-4 sM. Kasih Konstantin semakin bertumbuh bagi Gereja. Ia meresmikan Kekristenan, tapi memutuskan akar iman kita. Karenanya, bukannya tercangkokkan dan menghasilkan buah utama dari akar, kita cenderung selama berabad-abad menghasilkan buah dari akar iman – namun tidak menghasilkan kepenuhan dari perasaan Allah. Pusat Kekristenan telah berpindah dari Yerusalem, Antiokhia dan Turki menuju Roma. Akibatnya hal ini memasukkan penyembahan Mithras ke dalam sejarah Gereja.

Namun Tuaian kini telah tampak dan menguning… dan Allah menginginkan agar yang terbaiklah yang muncul! Kami meminta Allah untuk sepenuhnya MENYUSUN ULANG AKAR dan mulai turun tangan bagi suatu pembalikan yang lengkap dengan tanda-tanda ajaib dan mujizat. Lalu kami menuju suatu Mata Air yang terhubung dengan Ghetto orang Yahudi dan kami berdoa agar aliran air dari dalam Gereja dimurnikan dan timbul. Melalui doa ini, tampaknya darah para martir dan orang-orang Yahudi yang dianiaya saat peperangan mulai berseru-seru dari dalam bumi. Surga dan Bumi tampak bersuka karena Allah memiliki tim yang tersusun ulang dan berdamai atas peristiwa-peristiwa ketidakadilan yang terjadi di masa lalu dan melepaskan suatu pengurapan yang baru bagi masa depan.

Lalu kami beristirahat sejenak, naik metro, mengunjungi air mancur lainnya, dan makan (Tentu anda menantikan saatnya makan dan minum anggur di Roma!). Pria-pria yang lebih muda berjaga hingga larut malam, memotret tampak depan dari semua air mancur, makan lebih banyak lagi, namun kembali tepat waktu untuk naik bis jam 6 pagi untuk penerbangan kami menuju Yerusalem. Allah sedang bergerak.

Suatu Pertemuan Sejarah berlangsung setelah kami berangkat. Kami tidak menyadari adanya pertemuan yang telah direncanakan di Koloseum yang terjadi setelah hari dimana kami bersyafaat profetik. Berita di bawah ini menunjukkan betapa pentingnya doa kami dengan berada di sana.

ECI bergabung bersama semua pihak di Roma: Delegitimasi Israel harus berhadapan dengan fakta-fakta dan kebenaran sejarah
Roma, Italia, 7 Oktober, 2010 – Suatu gerakan pro-Israel besar-besaran yang dipimpin oleh para perdana menteri dan anggota parlemen pada hari Kamis malam menuntut secepat akhir dari kampanye delegitimasi yang buruk yang saat ini memerangi bangsa Israel.

“Kampanye ini berbeda dari peperangan tradisional dimana bangsaYahudi memiliki hak sejak berdirinya untuk menjadi suatu bangsa yang independen,” kata PM Israel Benjamin Netanyahu dalam suatu siaran video bagi mereka yang hadir. Ia ingin menyatakan bahwa “perang masa kini tidaklah dilakukan dengan peluru melainkan dengan dusta dan penyimpangan kebenaran. Medan peperangan adalah institusi internasional, seperti Mahkamah Kriminal Internasional di Hague dan Komisi Hak-hak Manusia dari PBB di Genewa, dimana hanya demokrasi sejati di Timur Tengah dituduh melakukan pelanggaran hukum internasional oleh negara-negara anggota PBB disertai beberapa catatatan hak-hak manusia yang paling buruk di dunia.”

“Jika kita mengalah di dalam perang yang Israel hadapi, maka kita semua kalah,” kata mantan PM Spanyol José Maria Aznar, yang menekankan bahwa “Israel dan Eropa memiliki akar yang sama dan nilai-nilai yang sama.” Banyak pembicara mengamini peranan utama Italia dalam mendukung Israel pada tahun-tahun terakhir ini menurut keputusan negara ini saat menjabat sebagai presiden EU di tahun 2003, dengan menempatkan Hamas dalam daftar teroris EU dan menjadi negara Eropa pertama yang mundur dari konferensi Durban II pada bulan April 2009. “Solidaritas untuk Israel kadang dapat menjadi suatu hal yang jauh lebih penting ketimbang kesatuan Eropa,” imbuh PM Italia Franco Frattini dalam pidatonya….

Ia menyimpulkan pidatonya dengan berkata, “Sebagai orang Kristen dan warga Eropa, secara sejarah kita telah mengecewakan bangsa Yahudi. Namun demikian, sekaranglah saatnya bagi kita untuk bangkit bagi Israel dan membelanya di saat ini.” Ia mengakhirinya dengan mengutip kitab Rut, dimana tertulis “Allahmu adalah Allah kami.” Lebih jauh lagi, “Peradabanmu adalah peradaban kami dan nilai-nilaimu adalah nilai-nilai kami. Jika Israel runtuh, kita pun runtuh. Tapi bersama kita dapat bertahan – dan bersama kita akan bertahan” (http://www.ec4i.org).

Israel: Bersejajar Kembali Ke Daratan Nol Demi Berkat-berkat Covenant Kita
Karena kini kami telah melakukan apa yang Allah perintahkan bagi kami di Roma, kami pergi ke Israel dan disambut oleh Martin dan Norma Sarvis, penulis Israel Focus kami setiap minggunya. Tugas pertama kami adalah pergi menuju Omer, untuk menemui Avner dan Rachel Boskey dan komunitas God’s Messianic yang terletak di Israel bagian Selatan.

BeerSheva. Ini adalah penyelarasan tanah perjanjian Di Tempat Pertamadimana janji bagi Abraham dinantikan dan proses covenant kita dimana kita telah dicangkokkan dimulai. BeerSheva adalah bagian yang paling selatan dari Israel. Pada jaman Daud, dikatakan bahwa semua bangsa Israel, mulai dari “Dan hingga Bersyeba” akan disusun kembali (Yos. 15:28; 19:2; 1 Taw. 21:2; 2 Sam. 17:11). Bersyeba, yang artinya “sumur akan tujuh,” ialah tempat dimana Abraham dan Abimelekh saling bersumpah setia. Abraham menggali sumur dan 7 ekor domba betina dikorbankan. Akar kata Ibrani ‎shabha, “bersumpah,” terhubung dengan angka 7, yang berarti kesempurnaan. Bagian lain terdapat dalam Kej. 26:23-33, dimana Ishak bersumpah dan, “pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya, ‘Kami telah mendapat air.’ Lalu dinamainya sumur itu Syeba. Sebab itu nama itu adalah Bersyeba sampai sekarang.”

Tempat itu adalah suatu tempat penyembahan. “Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal” (Kej. 21:33). Ini ialah tempat dimana lawatan malaikat pertamakali terjadi: bagi Hagar (Kej. 21:17), bagi Ishak (26:24), bagi Yakub (46:2), dan bagi Elia (1 Raj. 19:5). Dalam Amos 5:5, tempat ini ditetapkan bersama dengan Betel dan Gilgal sebagai penyembahan yang sejati bagi TUHAN.

Tempat ini ialah – Tempat Awal Allah – bagi penyusunan ulang berkat-berkat covenant kita dan meminta terjadinya lawatan. Doa di tempat itu sungguh luar biasa. Pernyataan-pernyataan penyusunan kembali kami bersama gerakan Allah selanjutnya dari Tempat Awal Allah luar biasa. Avner mengakhiri sesi kami dengan menjatuhkan sebuah batu ke dalam sumur. Kami memperkatakan bahwa dari tempat tersebut, “penyusunan yang baru” bagi doa, kegerakan apostolik dan profetik, dan lawatan akan terjadi dan menyusun Tubuh Kristus di seluruh dunia.

Menyusun dan Memulai Gerakan Allah Selanjutnya. Lalu saya kembali ke Yerusalem dan menjumpai Avi Mishrachi dan isterinya, Chaya. Mereka berasal dari Tel Aviv, pusat dari Israel. Avi adalah suara utama di bangsa itu. Kami membahas gerakan Allah selanjutnya di Israel. Kami membahas suatu waktu perayaan bersama umat Allah dari seluruh penjuru dunia, berselaras dengan umat Messianic dari Israel.

Menyusun Kembali Gerakan Pemulihan Kemuliaan Selanjutnya. Malam itu kami kembali ke Kota Daud, dimana usaha besar-besaran untuk memulihkan Kota ini tengah terjadi. Kami melihat tempat dimana Bahtera akan ditempatkan. Kami berseru agar suatu penyusunan di dalam Tubuh Kristus bersama Kemuliaan Allah dan Pondok Daud dipulihkan di generasi ini. Kami perkatakan bahwa “Menorah” (tempat lilin bercabang tujuh) akan kembali ke tempat seharusnya di dalam Kerajaan.

Menyusun Kembali Gerakan Doa Selanjutnya. Anne Tate bertemu suatu tim dari Inggris saat Night Watch di Dinding Ratapan. Disitu kami meminta Allah agar menyusun kembali gerakan doa dan agar doa syafaat kembali kepada kotaNya.

Menyusun Kembali Generasi Berkemenangan Selanjutnya yang akan Bertahan di Padang Gurun. Tim yang lebih muda berangkat menuju En Gedi dan Laut Mati. Mereka mengalami kemenangan di padang gurun.

Menyusun Kembali Surga dan Bumi dan Membuka Pintu Gerbang Suara. Saya membawa tim ke Gn. Temple. Kami memasuki Pintu Gerbang Jaffa, dan ke arah Timur melewati Kota Lama, menuju Gn. Temple. Saya merasa Allah memerintahkan kami untuk menghubungkan surga dan bumi secara profetik. Jika anda pernah ke Yerusalem, anda pasti mendengar suara Muslim di saat-saat doa mereka. Allah dengan sederhana berkata, “Tempatkan sebuah Shofar di Pintu Gerbang Timur, agar ketika tiba waktunya Aku mengumumkan perubahan-perubahanKu dari Surga, perubahanKu ini akan terdengar di seluruh bumi. Suaraku akan melingkupi seluruh bumi!” Area Pintu Gerbang Timur tertutup, namun tim tetap taat. Karena FirmanNya takkan dapat dikekang.

Menyusun Kembali Gerakan Kesembuhan Selanjutnya. Lalu kami menuju Kolam Betesda. Anda dapat membaca kolam kesembuhan ini di Yoh. 5. Kami meminta kepada Allah untuk menyusun kembali Gerakan Kesembuhan selanjutnya.

Menyusun Kembali Jubah yang Baru. Saya kemudian menyadari bahwa saya hendak mengunjungi suatu tempat yang memiliki banyak jubah yang unik. Roh Allah berkata, “Aku akan menyusun kembali dan menempatkan kembali jubah-jubah otoritasKu di bumi.” Saya membeli jubah-jubah untuk diberikan selama tahun ini.

Menyusun Kembali dan Memperkatakan Suatu Kelepasan dan Kedatangan Di Masa Depan: Roma dan Yerusalem Akan Bersekutu. Malam itu, saya berjumpa dengan salah seorang penjaga pintu gerbang utama di Yerusalem. Pemimpin Messianic ini telah melayani selama 40 tahun di kota lama. Kami makan malam bersama Martin, Norma, dan orang penting dari Roma, yang kini bekerja di Knesset. Saya merasa pertemuan ini akan menguntungkan banyak orang di masa depan. Kami membahas bagaimana Menorah, atau Pelita Allah, akan kembali.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s