Wade Taylor: Bangunlah dan Marilah: Suatu Penglihatan Profetik Bagi Jaman Kita (Oct 11, 2010)


“Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!” Kid. 2:10-13

Selama masa dimana kita hidup, suatu perkataan masa kini yang penting dari Allah muncul. Ia berkata bagi mereka yang memiliki telinga rohani untuk mendengar:

Aku memisahkan diriKu bagi mereka yang bersedia untuk disiapkan untuk turut ambil bagian bersamaKu di dalam hal-hal yang akan Aku lakukan. Karenanya, bangunlah dan kemarilah!

Musim Dingin Telah Lewat, Hujan Telah Berhenti dan Sudah Lalu

Musim kemandulan rohani telah membuka jalan bagi pencurahan Roh Kudus yang turun dalam bentuk hujan. “Hujan yang sebelumnya” ini (Pentakosta, lawatan Karismatik) diberika untuk menyiapkan jalan bagi “lawatan” akhir jaman Allah bagi umatNya – “hujan yang sebelumnya, dan hujan yang kemudian, di bulan pertama.”

“Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.  Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.” Yoel 2:23-24

Masa lawatan kali ini membawa suatu aliran pewahyuan, pengertian rohani, dan bergeraknya Roh Kudus. Semua orang yang meresponi dengan tepat di masa pencurahan Roh Kudus ini akan mengalami suatu tingkat kerohanian dan urapan yang lebih tinggi lagi (tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak).

Di Ladang Telah Nampak Bunga-bunga

Lawatan “hujan” ini membuat orang-orang pilihan (para pemenang yang dewasa secara rohani) menjadi saksi yang bersemangat dan nyata (bunga-bunga yang tampak) bagi Allah di seluruh bumi. Banyak hal dapat terselesaikan saat pembangunan TubuhNya dilakukan.

Tibalah Musim Memangkas

Sebagai bagian dari meningkatnya kerohanian ini, suatu tingkat penyembahan yang lebih tinggi lagi disediakan bagi Tubuh Kristus. “Musim memangkas” ini (penyembahan profetik dalam harmoni) adalah kunci yang membuka dunia surgawi (Sion).

Bunyi Tekukur Terdengar Di Tanah Kita

Hasil dari tingkat penyembahan yang lebih tinggi ini, “bunyi tekukur” (pewahyuan profetik) membawa penyingkapan Firman Allah yang terus-menerus terkait tujuan “akhir jamanNya” dan pembentukan Kerajaan MileniumNya.

The knowledge of the Lord
Shall fill all the earth
When the Spirit of the Lord shall fall
It shall flow as a river
It shall fall as the rain
It shall rise as the dawn
In glory o’er the land

Dunia dan pengalaman kehidupan rohani yang baru dan luas akan menjadi nyata dan dapat dimiliki oleh mereka yang mencari melampaui pengalaman rohani mereka saat ini.

Pohon Ara Mulai Berbuah

Meski pohon ara belum bertunas, Israel secara agresif berusaha menyatakan haknya. Seluruh dunia mewaspadai kehadiran dan pentingnya bangsa Israel. Mereka yang berdoa bagi Israel akan menerima upah dari Allah; sebaliknya mereka yang menentang akan dihakimi.

Bunga Pohon Anggur Semerbak Baunya

Orang-orang yang tersisa di dalam Gereja kini mulai mengalami baik pengalaman maupun menyatakan kehidapan dan pelayanan rohani yang Allah kehendaki. Mereka yang tinggal di dalam Roh Allah kini bergerak dan dapat sungguh-sungguh bersaksi, “Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, dan bunga pohon anggur semerbak baunya – karena kita telah diubahkan saat hujan turun atas kami, dan kini hidupNya mengalir melalui kami.”

Di masa kini, sekumpulan orang sedang dipanggil keluar dari dunia untuk masuk ke dalam Gereja. Berkat dan pertumbuhan besar-besaran di dalam Gereja melalui pencurahan Roh Kudus ini. Di saat yang sama, ada suatu panggilan yang lain dari Allah bagi mereka yang meresponi pekerjaan Roh Kudus yang lebih dalam ini. Mereka menjadi begitu lapar secara rohani, dan dipanggil untuk menjadi bagian dari Allah sendiri.

Bagi mereka ini Allah berkata, “Bangunlah dan datanglah kepadaKu.” Mereka yang mendengar dan meresponi panggilan ini dipanggil menuju suatu dunia identitas dan fungsi rohani bersama Allah sendiri, dimana mereka menjadi tanda nyata dan tujuan dari hidup Allah.

Tekanan untuk terlibat di dalam berbagai aktivitas resmi, bagi di gereja maupun di sekuler, kerap memanggil dengan nyaring bagi mereka yang mendapati pengalaman di dalam Allah yang baru dan yang lebih kaya ini. Mereka berjuang atas pertanyaan prioritas hidup, dimana mereka merasa banyak tuntutan valid muncul terkait tenaga dan waktu mereka, namun di saat yang sama, mereka terus-menerus bersrat menghampiri semua hal yang Allah singkapkan bagi mereka.

Allah menampakkan diriNya dengan muncul di luar pintu dari semua aktivitas ini, mengetung, karena pentingnya masalah ini di masa sekarang. Ia berkata:

“Lihat! Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk. Kalau ada orang yang mendengar suara-Ku, dan membuka pintu, Aku akan masuk menemui dia…” Revelation 3:20

Ada harga yang harus dibayar untuk memasuki semua hal-hal yang terbaik dan tertinggi dariNya. Saat kita menghampiri dan makan bersamaNya, menyatakan rasa lapar rohani dan kebutuhan kita akanNya, Ia akan mendorong kita untuk “…membeli daripada-Ku emas, yaitu emas yang murni, supaya kalian menjadi kaya. Belilah juga pakaian putih daripada-Ku supaya kalian berpakaian…” (Why. 3:18).

Inilah panggilan untuk bangkit melampaui keadaan puas kita saat ini dengan semua yang persediaan dan berkat yang Ia berikan, dan memasuki suatu pengalaman identifikasi dan persekutuan rohani bersama Allah sendiri.

Yohanes mendengar panggilan ini. Suatu pintu terbuka dari Surga dan ia mendengar suara sangkakala (pewahyuan profetik) yang berkata:

“…Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.” Why. 4:1-2

Banyak hal yang Allah ingin singkapkan terkait apa yang akan terjadi di depan; tapi perhatikan bahwa Ia tidak memberi penekanan akan hal-hal tsb. Pewahyuan yang mengikuti Allah ada di dalam seluruh kemuliaanNya, bersama Gereja yang naik menuju takhtaNya.

” Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.” Why. 4:3

Bangunlah, Manisku, Jelitaku, Marilah!

Saat ini, begitu banyak hal yang menuntut waktu kita. Marilah kita merenungkan maksud sebenarnya dari tantangan ini: “Kekasihku mulai berbicara kepadaku: “Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!'” (Kid. 2:10).

Panggilan yang muncul saat ini berasal dari Allah bagi mereka yang bersedia untuk membayar harga dengan mengatasi hal-hal yang kurang penting dibanding semua hal-hal terbaik dariNya, dan bangkit menuju tempat identitas bersamaNya, di takhtaNya.

Yesus berkata, “Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku” (Yoh. 12:32).

Disini, mereka yang meresponiNya berhak memerintah bersama Allah di penutupan dari masa ini, dan di dalam pembentukan masa yang akan datang.

Marilah kita dengan seksama mendengar dan memperhatikan apa yang Allah katakana kepada kita di saat sekarang.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s