Barbie Breathitt: Tujuh Bahan Bangunan Pokok Untuk Membangun Kerajaan Allah (Sep 13, 2010)


Yesus bertanya kepada murid-muridNya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Dan yang lebih penting lagi, Ia menanyakan pertanyaan yang sama kepada kita hari ini, “Menurutmu, siapakah Aku ini?” Banyak orang percaya bahwa roh seseorang dapat dipindahkan ke orang lain. Untuk alasan ini Elisa meminta dua bagian dari roh Elia. Yesus ingin tahu menurut orang-orang darimana Ia berasal: bapa di bumi, bapa di surga, atau roh siapa yang berdiam di atasNya. Kita tahu bahwa Ia adalah Mesias, diutus oleh BapaNya di Surga untuk menebus dunia yang berdosa.

Mat. 16:13-20: Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang (pewahyuan) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Roh Kudus masih mendatangi setiap kita untuk menanyakan pertanyaan yang sama, “Menurutmu, siapakah Aku ini?” Apakah yang akan menjadi respon anda?

Yesus Membangun GerejaNya Berdasarkan Pewahyuan Bahwa “Ialah Kristus, Anak Laki-laki Sulung Dari Allah yang Hidup”

Jika telinga anda terbuka untuk menerima pewahyuan dari Bapa di Surga tentang AnakNya, Yesus, anda akan dipakai untuk membangun GerejaNya. Jika hati anda menerima pewahyuan akan Kristus, anda akan dipercayakan dengan kunci-kunci Kerajaan.

Mengikat dan melepaskan ialah salah satu kunci Kerajaan Allah yang Allah berikan bagi mereka yang menerima pewahyuan. Melalui doa kita dapat mengikat hal-hal yang negatif, sakit-penyakit, dan pengaruh-pengaruh dosa agar menjauh dari seseorang dan melepaskan mereka dari pengaruh-pengaruh yang menyakitkan. Anda juga dapat mengikat buah-buah positif dan hal-hal dari Kerajaan Allah bagi mereka seperti kasih, terang, sukacita dan damai sejahtera.

Saat kita berdoa bagi seseorang, mereka mampu menjalankan keputusan mereka untuk membuat perubahan-perubahan positif dalam hidup mereka dengan bersepakat akan janji-janji Tuhan. Kita mewarisi Kerajaan dengan memiliki janji-janji Tuhan dan menjalaninya dengan indah.

Allah telah mengaruniakan kemampuan untuk mendeklarasikan dan memperkatakan hal-hal yang akan terjadi di bumi bagi mereka yang berjalan di dalam kuasa dan pewahyuan Kerajaan.

Ay. 22:27-29 Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu (hal-hal yang sudah engkau janjikan). Apabila engkau memperkatakan sesuatu, maka akan tercapai maksudmu (berdiri, muncul, terselesaikan, berhasil), dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu. Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!

Pewahyuan adalah bahan bangunan yang penting bagi Kerajaan. Jika kita tidak bertindak berdasarkan pewahyuan yang kita terima, untuk membagi dan mengajarkannya, maka pewahyuan itu akan menjadi sesuatu yang agamawi. Apakah manfaatnya pewahyuan jika tidak dilakukan berdasarkan ketaatan? Allah mencari “anak-anak Allah” yang bisa Ia tuangkan pewahyuan dan kasihNya. Kasih Allah yang bisa disingkapkan dan diwujudkan akan mengubah dunia dan orang yang hidup di dalamnya.

Allah Membangun KerajaanNya Dengan Batu-batu Terbakar yang Telah Melalui Dapur Ujian Dan Pencobaan yang Hebat Nyalanya

Saat Yesus mati di Salib, Ia adalah buah sulung dari hidup yang dibangkitkan. Dunia bergoncang, terkejut, dan bergoyang. Matahari menolak untuk bersinar. Langit menghitam dan tirai bait Allah terbelah dua. Ada bukti-bukti yang teramat nyata saat Darah Yesus yang berharga tercurah: bumi mengerang. Semua ciptaan mengerang kembali menanti anak-anak Allah menyatakan dirinya.

Allah membangun KerajaanNya dengan batu-batu terbakar yang telah melalui dapur ujian dan pencobaan yang hebat nyalanya untuk menjadi batu-batu hidup yang menyatakan sinar terangNya di dunia yang gelap ini.

Yes. 48:10: Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.

Di dunia ini kita akan mengalami ujian dan kesengsaraan, namun mereka tidak sebanding jika dibandingkan dengan kekayaan sejati yang akan kita miliki. Yesus berkata, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat! Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan ‘penjala manusia.'” Hal ini berbicara tentang proses Kerajaan Allah.

Mrk. 4:11-12: Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang (dari) luar (Kerajaan) segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun!'”

Kita semua memiliki area-area dalam hidup kita yang harus kita lepaskan dengan menyerahkan mereka kepada kekuasaan Allah, mengijinkanNya untuk menyembuhkan dan mengarahkan kita ke dalam tujuan dan rencana KerajaanNya.

Mzm. 119:1-3: Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.

Agar tetap memiliki hati yang murni, kita harus merenungkan ajaran dan jalan-jalanNya, menjalani hidup dengan segenap hati mengikuti perintahNya. Anugerah Allah akan menjaga kita dari rasa malu atau dari mempercayai dusta karena kita memilih pengertian dan kebenaranNya. Allah berjanji bahwa keselamatan dan kasih setiaNya akan turun atas kita.

Kita Mengubah Dunia Dengan Menjadi Serupa Dengan Gambar Kristus

Yesus sedang menjadikan kita sebagai penjala manusia, maka, dimanakah kita akan menangkap ikan-ikan ini? Jawaba yang jelas tentu saja saja adalah Gereja, namun sudahkah Gereja disiapkan, diperlengkapi, dan siap menangani banyaknya ikan-ikan yang ada di dalam perahu?

Saat Yesus berkata bahwa Ia akan membangun GerejaNya, menurut anda, apakah Ia berbicara perihal gereja-gereja yang kita miliki saat ini? Menurut anda, bagaimana rupa Gereja yang Yesus bangun? Akankah itu menjadi Gereja dimana Firman dinyatakan namun tanpa keberanian? Dimana tak ada mujizat dan tanda-tanda ajaib terjadi karena mereka tidak sungguh-sungguh mempercayai FirmanNya? Akankah itu menjadi Gereja yang memiliki bentuk kesalehan tetapi menolak demonstrasi kuasa Allah? Akankah itu menjadi Gereja dimana para pelacur, pecandu obat-obatan, dan pendosa yang tidak disambut dan dirangkul di dalam kasih karena mereka berbau rokok dan alkohol, berpakaian seronok, atau tidak menurut mode terkini? Akankah itu menjadi Gereja dimana orang miskin, janda dan yatim piatu tidak diurus secara layak?

Akankah itu menjadi Gereja dimana karunia-karunia Roh tidak didorong dan tidak diijinkan untuk terjadi dalam kebaktian-kebaktian untuk mempengaruhi jemaat yang hadir untuk mencari jawaban Allah bagi hidup mereka? Akankah itu menjadi Gereja yang tidak menjangkau mereka yang ada di dalam dunia yang gelap dan sekarat ini, bagi mereka yang tertipu oleh praktik-praktik New Age dan okultisme, karena Gereja terlalu takut bahwa mereka akan dikotori oleh roh tipu-muslihat? Jenis Gereja seperti apakah yang akan Yesus bangun? Jenis Gereja seperti apakah yang anda ingin untuk anda hadiri dan aktif menjadi bagian di dalamnya?

Kita mengubah dunia dengan menjadi serupa dengan gambar Kristus.

Yesus akan membangun suatu Gereja ilahi yang penuh kasih, kuasa dan otoritas Kerajaan. Gereja yang didasarkan pada pewahyuan, 7 pilar hikmat dan pengertian; Gereja dimana terjadi mujizat yang menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir roh-roh jahat, membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang buta, tuli, dan menyelamatkan mereka yg terhilang dari dosa-dosa mereka.

Yesus akan membangun Gereja yang akan memulihkan pengharapkan, dengan penekanan pada setiap dimensi dari Kerajaan Allah yang akan dinyatakan di bumi.

Kita adalah bait Allah yang hidup. Apakah bait anda adalah tempat yang memuja allah-allah atas uang, kesuksesan, dan ideal seorang manusia, ataukah anda seorang penyembah Allah yang sejati?

2 Kor. 6:16-18: Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini:  “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka  dan hidup di tengah-tengah mereka,  dan Aku akan menjadi Allah mereka,  dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu:  Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan,  dan janganlah menjamah (atau melekat) apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu,  dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan  demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.

Tujuh Pilar Hikmat yang Mendukung Gereja Allah

Yakobus memberi kita tujuh bahan bangunan penting, yaitu ciri-ciri atau pilar-pilar hikmat yang kita butuhkan untuk membangun kehidupan yang sukses agar dapat berjalan di dalam integritas dan karakter Kerajaan.

Yak. 3:17-18: Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

Hikmat surgawi itu adalah:

1. Murni; sepenuhnya bersih, tak bersalah, sederhana, rendah hati, sempurna; suci.
2. Pendamai; pribadi yang utuh, tenang, kalem, menyenangkan, limpah dengan perasaan damai.
3. Peramah; “lembut,” sepantasnya, berwatak halus, tidak berlebihan, sabar.
4. Penurut; mudah diajak berbicara, mudah untuk diatur.
5. Penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik; belas kasihan ilahi atau manusiawi.
6. Tidak memihak; tidak membedakan; tanpa rasa ragu, ambiguitas atau ketidakpastian. Kis. 10:34: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.”
7. Tidak munafik; tanpa kepura-puraan atau tidak bermuka dua, tanpa topeng, memandangNya dengan wajah tanpa selubung atau tanpa dibuat-buat.

Jika wajah kita tertutup oleh kemunafikan, dusta, kebohongan, atau segala sesuatu yang tidak murni, kita takkan mampu merefleksikan kemuliaanNya.

2 Kor. 3:16-18: Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Hati Adalah Tempat Penyimpanan Bagi Hal-hal yang Baik Ataupun Buruk

Apapun yang kita tanam di dalam pikiran-pikiran kita, bersepakat dengan emosi-emosi kita, maka saat berbicara, semua dari dalam hati kita akan mengalir keluar dan menjadi nyata dalam hidup kita. Kita akan menuai tuaian kita, entah baik ataupun buruk.

Pikiran-pikiran kita menabur tindakan.
Tindakan-tindakan kita menabur kebiasaan.
Kebiasaan-kebiasaan kita menabur karakter dan integritas kita.
Karakter kita menabur destiny kita.
Destiny kita menentukan kekekalan kita.

Hati adalah tempat penyimpanan bagi hal-hal yang baik ataupun buruk.

Luk. 6:45: Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Kita harus menyaring segala sesuatu yang timbul dari hati kita sehingga hanya hal-hal yang baik yang menjangkau hati kita.

Fil. 4:8-9: Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Raja Daud adalah seorang prajurit yang berani dan gagah perkasa, namun ia juga memiliki hati yang menyembah yang mencari Tuhan siang dan malam. Daud cepat untuk bertobat dan berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan.

Mujizat, Kata-kata Pemulihan dan Kasih Setia Yesus Menyebabkan Manusia Memuji Allah

Yesus seorang manusia yang sempurna, dengan kasih yang tidak memihak. Ia tidak melihat gender, ras, usia, pendidikan, ataupun kekayaan.

Luk. 18:35-43: Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?” Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.” Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

Mujizat, kata-kata pemulihan dan kasih setia Yesus menyebabkan manusia memuji Allah. Yesus kembali ke Kapernaum untuk melayani, dan berbondong-bondong orang datang untuk mendengar pengajaranNya dan menyaksikan mujizat-mujizat yang dahsyat. Rumah dimana Yesus berada tak dapat menampung semua orang yang mencariNya. Para pemimpin-pemimpin agama datang sebagai pencemooh, para penonton yang kritis untuk mencari kesalahan Yesus karena mereka iri terhadap kuasa Kerajaan yang Ia miliki. Kehadiran ahli-ahli agama merintangi orang-orang yang hendak mencariNya dengan iman, yang bersedia membayar harga dan memberi korban yang besar, untuk menerima FirmanNya, dari memasuki rumah itu.

Namun rintangan ini tidak menghentikan orang-orang yang mencari kesembuhan bagi teman mereka yang lumpuh. Mereka bersedia membayar harga untuk mengganti harga atap agar dapat melihat teman mereka berjalan menuju destinynya kembali. Tindakan mereka yang didasari oleh iman menunjukkan keyakinan mereka bahwa Yesus adalah jawabannya. Demonstrasi kuasa Allah melepaskan puji-pujian di dalam hati manusia. Harga apakah yang bersedia anda bayar untuk melihat kemuliaan Allah dinyatakan?

Mrk. 2:1-12: 1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Inilah waktunya bagi Gereja untuk berjalan di dalam pewahyuan akan kuasa nubuatan, tanda-tanda, perkara-perkara ajaib, kesembuhan dan mujizat kembali.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s