Tiffany Ann Lewis: Menjadi Satu Dengan Allah (Sep 12, 2010)


Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini… Mzm. 27:4a

Mazmur yang dahsyat ini adalah “mazmur wajib” bagi musim Liburan Besar. Mazmur ini dibaca dua kali sehari dari awal bulan Ibrani Elul terus-menerus hingga akhir perayaan Sukkot/ Tabernacles sebagai persiapan Hari-hari Raya Kudus Agung (Rosh Hashanah, Yom Kippur, dan Sukkot/Tabernacles).

Menurut tradisi, saat ini adalah saat untuk berdoa, berpuasa, dan perenungan diri, namun nada tambahan pengantin menjadi mengagumkan. Mari kita masuki pintu menuju ayat 4 ini lebih lagi dan akan saya jelaskan apa maksud saya kepada anda.

“Kesatuan” yang Aku Inginkan Dari Tuhan

Saya menyebutnya “pintu” karena dalam bahasa Ibrani, angka 4 diwakili oleh huruf yg memiliki gambar pintu; dalet. Karenanya, secara rohani, ayat 4 membuka pintu akan apa yang kit abaca selanjutnya. “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini…” Mungkin mengejutkan anda untuk mempelajari bahwa kata “hal” tidak menunjukkan apapun dalam Alkitab Ibrani, melainkan dimasukkan oleh para penerjemah. Mari kita lihat lebih dekat lagi bagian ini dalam bahasa Ibrani agar terungkap apa sebenarnya yang dimaksud dengan “satu hal” ini.

Kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai “satu” disini adalah echad. Echad adalah kata yang amat menarik sebab mewakili suatu kesatuan sekaligus mengakui adanya keragaman dan multiplikasi di dalam kesatuan itu. Suatu tempat penting, khususnya di waktu seperti ini, adalah dimana kita melihat tempat Allah bersemayam, yaitu Kemah Suci Musa. Tirai-tirai disambung menjadi satu (echad) entitas yang mulia, Mishkan (Kel. 26:6). Contoh lainnya terdapat di Yeh. 37:19 dimana tertulis bahwa Tuhan akan mengambil dua papan dan menjadikan mereka satu (echad) papan di tanganNya. Begitu juga dalam Kej. 2:24 dimana “…seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu (echad) daging.”

Tema pengantin yang terjalin dalam Mzm. 27 tersingkap lebih jelas lagi saat kita melihat echad dalam font Ibrani, dimana echad bukan diakhiri dengan “d”, melainkan sebagai echat dengan akhiran “t.” Detail yang tampak tidak penting ini sebenarnya mengherankan karena mengubah huruf akhir dengan “t” menjadikan echad sebagai kata feminin. Sebab saat Daud memakai kata echat dengan akhiran feminin tidak hanya menjadi tata bahasa yang salah, tetapi juga akan sepenuhnya keluar dari konteks. Tapi saya yakin bahwa pilihannya akan “echat” menyingkapkan bahwa ia mengerti dan memiliki hati seorang pengantin saat ia menulis mazmur ini.

Apakah yang ia inginkan? Apakah yang ia minta? Ingatlah bahwa satu “hal” ini tidaklah tertulis dalam bahasa Ibrani, karenanya saya berpikir, mungkinkah Raja Daud mencari dan menginginkan kesatuan atau persekutuan dengan Allah? Mungkinkah ia berkata, “kesatuan telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini”? Menjadi satu dengan Allah. Hummm… Apakah menjadi satu itu? Apakah kesatuan itu? “Persekutuan” mungkin merupakah suatu pengertian yang lebih dibanding apapun. Karenanya, mari kita baca Yoh. 17:20-21. “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga (menjadi satu) di dalam Kita…”

Dilanda Kekaguman Saat Mengetahui Bahwa Allah Rindu Setengah Mati Untuk Berhubungan Dengan Mereka Yang Telah DiciptakanNya

Bayangkan sejenak saat anda menjadi satu dengan Allah, yang adalah inti dari keberadaanNya. Bersatu dengan apa yang murni dan baik adanya. Bayangkan hati anda berdebar sama dengan hatiNya. Bayangkan pikiran-pikiranNya ditanamkan di dalam pikiran-pikiran anda; bayangkan keilahianNya akan menjadi satu dengan anda…cobalah anda bayangkan….

…yaitu rahasia yg tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yg sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! Kol. 1:26-27

Apa arti semua ini? Saya percaya semua jawabannya adalah berdiam di dalam keintiman yang sejati bersama Allah. MengenalNya, menemukanNya, dan dilanda kekaguman saat mengentaui bahwa Allah rindu setengah mati untuk berhubungan dengan mereka yang telah diciptakanNya.

Pernikahan adalah hubungan yang paling intim, dan menggunakan istilah rohani, Rasul Paulus mengutip Kej. 2:24 dan berkata, “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat” (Ef. 5:32). Keintiman diperkuat melalui persekutuan. Persekutuan rohani ini menyatukan roh kita dengan segala sesuatu yang dimilikiNya. Saat kita mendekat dengan Raja Damai Sejahtera, maka kita akan menerima damai sejahtera. Saat kita mencari Penasihat yang ajaib, maka kita akan menerima nasihatNya. Saat kita bersekutu dengan Sang Penghibur, maka kita akan dihiburkan. Saat kita bergaul dengan Allah Mahakasih, maka kita akan mengenal suatu kasih yang begitu hebat sehingga maut pun tak dapat menghalanginya.

Allah Tak Pernah Ingin Untuk Berdiam Di Dalam Sebuah Bangunan

Mengapa pesan ini begitu penting bagi mazmur musim ini? Karena kita membutuhkan hadirat Allah berdiam dengan begitu berkuasanya di dalam hidup kita lebih dari sebelumnya, dan saya yakin bahwa ayat-ayat yang ada di dalam Alkitab mengungkapkan bahwa kita dapat memiliki hadiratNnya. Seperti saya sebutkan sebelumnya, Kemah Suci Musa mewujudkan echad. Struktur bangunan ini adalah tempat Allah berdiam. Menariknya, bangunan ini terbagi menjadi tiga area terpisah namun hanya memiliki satu tempat kudus. Area pertama adalah pelataran luar yang dapat dimasuki semua orang, yang kedua adalah ruang kudus dimana hanya para imam (dari suku Lewi) yang dapat masuk, dan terakhir tapi bukan yang paling terakhir, adalah ruang mahakudus dimana hanya imam tinggi yang dapat memasukinya sekali setahun, saat Hari Raya, dengan darah hewan persembahan.

Allah tak pernah ingin untuk berdiam di dalam sebuah bangunan; Ia ingin berdiam di dalam kita, untuk menjadi satu (echad) dengan kita. Kita adalah tempat kediaman Allah. “…kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh” (Ef. 2:22). Inilah yang menarik Yesus menuju SalibNya. Saat Ia menghembuskan nafas terakhirNya, tirai yang menghalangi akses menuju ruang Mahakudus terbelah dua dari atas sampai ke bawah.

Ruang Mahakudus dapat dilihat sebagai simbol keintiman, karena ruang ini hanyalah ruang bagi 2 pihak: imam tinggi dan Allah. Di dalam kamar tersembunyi ini hanya ada sebuah perabot, Tutup Pendamaian, yang juga mengungkapkan paradigma pengantin. Mari saya jelaskan.

Kasih Allah Bagi UmatNya Seperti Kasih Seorang Suami Bagi Pengantin WanitaNya

Tutup Pendamaian ditaruh di dalam Tabut Perjanjian. “Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya (kanaph) ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu. Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.” (Kel. 25:20-21). Ini dianggap sebagai bagian perabot yang paling kudus dibanding semuanya, karena di dalamnya terdapat 2 Loh Allah, dasar iman kita – yaitu kontrak pernikahan yang mengikat Allah dengan umatNya. Karenanya Tutup Pendamaian dapat dipandang sebagai symbol kasih Allah bagi umatNya, kasih seperti kasih seorang suami bagi pengantin wanitaNya.

Bahkan sayap-sayap kerubim mengungkap hubungan pernikahan ini. Kata “sayap-sayap” dalam bahasa Ibrani adalah kanaph (diucapkan kaw-nawf’). Tidak hanya kanaph ialah sayap seperti yang anda anggap diwakili di sini, sayap ini juga merupakan punca baju dan punca tallit (selendang doa) – baju yang harus dikenakan setiap pria Israel yang saleh. Instruksi Allah bagi baju ini didapati di dalam Bil. 15:38, “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca (kanaph) baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca (kanaph) itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.”

Tallit dapat juga berfungsi sebagai huppah, yang adalah penutup bagi mempelai wanita dan pria saat mereka saling mengucap janji pernikahan mereka. Bayangkan Tutup Pendamaian yang ditutupi dengan sayap-sayap kerubim sebagai huppah, tirai penutup bagi mempelai.

Kita Dapat Menghampiri Takhta Kasih Karunia, Kapan Saja, Setiap Hari

Satu hal telah kuminta – persekutuan dengan Allah dan untuk dinaungi di dalam kemahNya. Para kekasih, kita dapat mengalaminya hari ini. Kita dapat menghampiri takhta kasih karunia kapan saja, setiap hari, dan mendapati apapun yang kita butuhkan di setiap situasi yang kita hadapi. Kita akan mendapati damai sejahtera, nasihat, ketenangan, kasihNya. Kita akan mendapati semua hal tentang Allah, tepat di takhta kasih karunia itu, dan tallit (selendang doa) mengungkapkan satu cara untuk sampai di sana – melalui pintu gerbang doa dan merenungkan Firman Tuhan.

Melalui doa dan merenungkan Firman kita dapat melampaui kekhawatiran-kekhawatiran dunia ini, dan Mzm. 27 ialah tempat yang baik untuk memulai. Ialah terang yang menembus kegelapan dan tekanan. Ialah Juruselamat kita, sejujurnya, terhadap siapakah kita harus takut? Ia menaruh kita di atas telapak tanganNya dan tak ada satupun yang dapat memisahkan kita dari Kasih Allah. Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

Ketika segala sesuatu berantakan…teruslah mengejar hadiah utamanya: kesatuan dengan Allah. Ia di dalam kita – dan kita di dalamNya. Segalanya pasti akan menjadi lebih baik. Amin dan Amin.

Mazmur 27

Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya.

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku! Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku. Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s