Victoria Boyson: Pengharapan Di Dalam Kasih (Sep 6, 2010)


Kerinduan Allah adalah agar anda berjalan di dalam segala sesuatu yang telah disediakanNya bagi anda.

Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki; TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Mzm. 147:10-11

Saya tahu betapa terkadang sulitnya mempercayai Allah sementara menanti perkembangan destiny anda. Tapi kita tidak berharap pada pengharapan itu sendiri; karena kita berharap pada kasih setia Allah bagi kita. Dan kasihNya bagi kita kuat untuk menaruh harapan kita kepadaNya, karena dari begitu banyaknya ciptaanNya di semesta ini, kesukaanNya…adalah anda.

Kesukaan Bapa Kita

Saya suka cara Daud mengekspresikan dirinya dalam Mzm. 147. Ia berkata kesukaan Bapa kita bukanlah kepada kegagahan kuda atau kekuatan kaki laki-laki. Tentu saja Ialah yang membuat hal-hal ini dan puas akan semua ini, tetapi mereka bukanlah apa yang menjadi kesukaanNya. Ya, Allahlah yang empunya bintang, bulan dan matahari dimana Ia dapat bersuka di dalamnya, tapi mereka tidak memiliki kesukaan besar bagiNya. Apa yang menjadi kesukaan Allah bukanlah dunia yang diciptakanNya. Semuanya adalah hadiah bagi pribadi yang paling Ia kasihi. Apa yang paling menyukakanNya, sahabatku, adalah ANDA.

Andalah kesayangan Allah. Andalah yang paling menyukakan hatiNya. Bukan ikan paus putih yang besar, pulau Hawaii atau Pegunungan Rocky, melainkan anda. Dan saat anda mengalihkan pandangan anda padaNya, hatiNya berdegup kencang. Andalah yg Ia kasihi – kesukaan terbesar bagiNya. Dan mereka yang menaruh harapan kepada kasih setiaNya, takkan pernah Ia abaikan.

Pengharapan Anda Adalah Penyembahan Anda

Pengharapan anda di dalam Allah adalah penghormatan dan pujian terbesar yang dapat anda berikan padaNya; hal ini menyukakan hatiNya. Anda takkaan bisa menyatakan kasih anda bagi Allah lebih besar lagi selain berharap akan kebaikanNya, mempercayai kasihNya. Allah ingin anda mengetahui bahwa Ia baik. Dan saat anda melakukannya, Ia akan terus memberkati anda.

Kasih Tak Berkesudahan

Ya, sulit rasanya untuk menanti dan berharap. Tapi, ingat, kita berharap pada kasihNya yang tak berkesudahan. Kasih Allah takkan berubah-ubah seperti kasih manusia. Mzm. 145:8: “TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.” KasihNya tanpa batas.

Allah takkan berhenti mengasihi kita saat kita gagal. Ia tak ingin kita gagal karena Ia tahu hal itu akan melukai kita, namun Ia jelas takkan berhenti mengasihi kita. Hari ini Ia mengasihi kita sama seperti Ia akan mengasihi kita seumur hidup kita. Ia tahu dengan pasti apa yang dapat Ia harapkan dari kita sebelum Ia mula-mula memilih kita, dan Ia pun tetap memilih kita.

Musim-musim yang Berubah

Bunga-bunga tidak mekar sepanjang tahun, namun apakah kita kehilangan harapan kepada mereka hanya karena mereka berhenti mekar untuk sesaat? Tentu tidak, karena kita mengerti musim-musim berbeda yang mereka alami. Dan Allah memahami bahwa kita melewati musim-musim dan perubahan yang berbeda-beda. Terkadang kita berbunga dan terkadang tidak.

Allah mengasihi kita dan menghargai kita sama halnya saat kita belum berbunga, karena Ia mengetahui segala sesuatu dan melihat segala sesuatu. Anda mungkin melewati suatu masa yang sukar saat ini, namun Allah melihat 10 tahun lagi dalam masa depan anda dan tersenyum. Ia tak pernah panik saat kita berbuat kesalahan, Ia cukup memakai kesalahan kita bagi kemuliaanNya. Itulah kasih yang menjadi pengharapan kita.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yer. 29:11

Tak peduli apapun yang anda alami saat ini, rancangan Allah bagi anda tetaplah sama. Ketika seorang anak kecil belajar berjalan dan tampak akan jatuh, orang tuanya takkan marah padanya. Mereka takkan marah kepadanya karena ia jatuh. Sebaliknya, mereka bersuka karena anak ini belajar untuk berjalan. Mereka tidak menganggapnya sebagai kegagalan, namun suka melihatnya belajar. Dan Bapa anda di Surga melihat anda dengan cara yang sama.

Allah tak pernah menyerah, tak peduli berapa kali kita gagal, karena rancanganNya bagi kita tak pernah berubah. Kita mungkin harus bertahan untuk suatu masa pemurnian atau kemunduran, tapi rancanganNya bagi kita tak pernah berubah. Ia pun takkan pernah menyerah atas kita, karena Ia melihat hasil akhir yang sudah selesai.

Terkecil Dari yang Terkecil

Dalam Hak. 6, bangsa Israel berseru kepada Allah untuk menyelamatkan mereka dari orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur yang menjarah tanah mereka dan tak meninggalkan apapun bagi bangsa Israel untuk bertahan. Mereka putus asa dan berseru meminta tolong pada Allah. Pertolongan yang Allah berikan adalah Gideon. Allah memiliki rencana besar bagi Gideon, namun Gideon tidak melihat hal ini dalam dirinya. Ada kejayaan di dalam dirinya, namun ia merasa tak layak untuk posisi itu dan bahkan berdebat dengan Allah karena memilihnya untuk memimpin bangsa Israel (ay. 15).

Allah berkata kepada Gideon untuk “pergilah dengan kekuatanmu ini.” Saat Gideon membantah dan bertanya, “Dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel?” Jawaban Allah sederhana. Ia berkata, “Akulah yg menyertai engkau” (Hak. 6:16). Jawaban bagi semua ketidaklayakan Gideon adalah sama, “Akulah yang menyertai engkau.” Gideon hanya ditinggalkan satu jawaban, yaitu berharap pada kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan baginya; itu sudah cukup.

Meski Gideon adalah terkecil dari yang terkecil dari suku bangsa Israel (Hak. 6:15), Allah memakainya untuk mengubah suatu bangsa. Dan Ia akan memakai anda dengan cara yang sama, karena Ia bersuka di dalam mereka yang berharap pada kasih setiaNya (Mzm. 147:11). Mungkin anda merasa tidak istimewa saat ini, tetapi Allah melihat kejayaan di dalam anda. Ia melihat seorang pahlawan yang gagah berani!

Kejayaan Ada Di Dalam Diri Anda

Seperti Gideon, Allah pun melihat kejayaan di dalam anda. Karena banyak kali dalam hidup anda, kejayaan dapat berupa suatu rahasia, yang masih berada di dalam diri anda. Allah dengan setia menyiapkan anda bagi destiny anda. Ia membentuk anda menjadi seseorang yang sesuai dengan kehendakNya: Seseorang yang cukup berani untuk mengetahui kejayaan ada di dalam diri mereka, namun cukup rendah hati untuk mengetahui darimana kejayaan tersebut berasal.

Akan menyusahkan bagi anda untuk mempercayai destiny anda saat anda merasa tidak layak, tapi ijinkan saya meyakinkan anda – kejayaan ada di dalam diri anda. Dan anda akan, seperti Gideon, menggenapi destiny anda di dalam Allah. Ia akan menyatakan jalan-jalanNya kepada anda jika anda menaruh pengharapan anda pada kasihNya yang tak berkesudahan. Taruhlah pengharapan anda pada kenyataan bahwa anda tahu bahwa Ia mengasihi anda dan bahwa Ia benar-benar menginginkan yang terbaik bagi anda. Ia ingin membuat mimpi-mimpi anda menjadi nyata. Ia ingin memberkati anda lebih dari keinginan anda untuk diberkati olehNya.

Berharaplah di dalam Allah – berharaplah di dalam kasih. Tinggalkan rasa takut, karena destiny anda berada di tangan yang terbaik. Ia mampu melakukan hal-hal yang jauh melampaui dan melebihi apa yang anda inginkan atau harapkan atau impikan (Ef. 3:20). KerinduanNya adalah anda dan melihat anda berjalan di dalam segala sesuatu yang telah disediakanNya bagi anda, dan Ia akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membawa anda tiba di sana. Bagaimanapun, itu adalah gagasanNya untuk memanggil anda di tempat pertama dan Ia akan menyelesaikan apa yang telah dimulai olehNya di dalam anda.

Anda sedang berada di dalam perjalanan hidup anda, karena itu ingatlah untuk menikmati setiap proses di dalamnya. Nikmatilah setiap aspek dalam perjalanan hidup anda dengan Bapa surgawi anda yang mengasihi anda. Dan pujilah Tuhan dengan senyuman anda. Di saat seperti saat ini, hal terbaik untuk dilakukan adalah tersenyum, karena anda berada di tangan yg terbaik, tangan Allah.

TUHAN akan menyelesaikan rancanganNya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! Mzm. 138: 8, NIV

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

2 Responses to Victoria Boyson: Pengharapan Di Dalam Kasih (Sep 6, 2010)

  1. Yandhi says:

    Isinya luar biasa, menakjubkan. Saya merasa isi artikel ini ditujukan kepada saya pribadi.

    • siskapurnama says:

      Thanks so much…I personally think that when I translate each of this articles, God Himself talking to me…hope you enjoy this blog as much as I translates them all..I’ll continue my translation after I got back from my holiday..God bless us all..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s