Theresa Phillips: Allah Berkata, “Caramu Dalam Meresponi Akan Menentukan Masa Depanmu” (Aug 30, 2010)


Wow, sungguh luar biasa apa yang dapat ALLAH lakukan saat kita mengijinkanNya! Kita telah melihat serbuk emas, bulu, batu, dan manna muncul, namun ada beberapa tanda hadirat  ALLAH di antara kita yang hari-hari ini sedang dibahas dan dipertanyakan. Ia selalu hadir, Ia dekat dengan kita, dan Ia akan senantiasa beserta dengan kita.

Beberapa tanda dan perkara ajaib menimbulkan pertanyaan atas kehadirannya. Saat berlari, kita melihat kesembuhan terjadi! Kita terpesona atas kata-kata pengetahuan. Kita menanti perkataan profetik dengan sukacita. Kita mengagumi karunia bahasa lidah oleh Roh Kudus. Kita MENYUKAI karunia-karunia ini! Namun bagi beberapa orang, realitas dari dimensi ini tampak terlalu berlebihan. Beberapa orang bahkan percaya bahwa itu semua tidaklah nyata, bahwa mereka hadir “bukan bagi masa kini.” Meski demikian, saya tetap mempercayai perkataan sederhana bahwa SEGALA SESUATU adalah mungkin, dan bahwa saya dapat melakukan segala sesuatu di dalam Kristus yang memberi saya kekuatan (bahkan percaya dengan respon positif).

Harus saya akui bahwa saya tertantang baru-baru ini untuk berbicara tentang para malaikat dan manisfetasi-manifestasi yang tak biasa akan “kemuliaan.” Meski demikian, tantangan hanyalah membuat saya semakin menggali lebih dalam lagi atmosfir tempat Sang Raja bertakhta. Selama 14 tahun saya telah mempelajari protokol kerajaan dan monarki-monarki tertentu, dll, dengan memakai studi sebagai suatu alat pengertian akan cara-cara ilahi dari Sang Raja, lalu menerapkan konsep-konsep di bawah ini. Hal ini benar-benar telah menjadi jalan hidup saya, dan memberikan kepada saya banyak pengertian dan kunci-kunci.

Allah Menunjukkan Segala Sesuatu… Pada WaktuNya

Sepanjang waktu, saya telah memperhatikan orang-orang yang suka naik menuju ketinggian dimana hadirat Allah nyata dengan mudahnya dan kembali dari tempat-tempat surgawi dengan kesaksian-kesaksian yang luar biasa (baik di dalam ataupun di luar tubuh, saya tidak tahu)… 2 Kor. 12:2: Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya.

Kuncinya disini adalah bahwa ALLAH tahu; plus, mereka mempercayai apa yang mereka alami dan mereka membaginya dengan antusiasme yang besar! Beberapa orang meresponinya dengan iri atau barangkali dengan roh tidak percaya yang kritis… Allah mengetahuinya.

Saya juga telah memperhatikan saat banyak orang berkata bahwa mereka ingin “naik” namun frustasi karena “HAL itu” belum terjadi pada mereka. Namun, mereka menanti dengan harapan besar akan sentuhan Allah yang nyata dan baru itu. Bagaimanapun juga, akankah ALLAH sungguh-sungguh menahan hal ini dari siapapun?

Yak. 1:17: Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Kuncinya disini adalah “terang” yang dalam teks ini dapat berupa “pewahyuan” akan suatu tempat yg akan diterangi… pada waktuNya. Karena saya telah belajar, DI DALAM waktuNya, ALLAH akan menunjukkan segala sesuatu. Namun demikian, beberapa orang merasa hal ini dapat menjadi kesalahan jika dibahas ke dalam penyembahan menaik tipe ini.

Kembangkan Suatu Mentalitas Seseorang Yang Mudah Untuk Diajar

Lalu saya memperhatikan dengan rasa hati-hati yang besar dan belas kasihan yang melimpah atas umat ALLAH yang puas dengan mentalitas “apa adanya diriku”, yang berarti mereka takut untuk melangkah melewati ambang batas “normal” dan masuk ke dalam suatu tempat keintiman yang lebih besar lagi dari apa yang pernah mereka alami. Kuncinya disini adalah mengembangkan suatu mentalitas seseorang yang mudah untuk diajar.

Ams. 14:6: Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia (karena matanya yang buta dan telinga yang tuli akan hikmat), sedangkan bagi orang berpengertian (yang mudah untuk diajar), pengetahuan mudah diperoleh.

Tetapi, banyak orang yang takut untuk belajar, dan kemudian menjadi kritis. Maka, saya bertanya kepada Tuhan: “Bagaimana mungkin, Tuhan?” dan “Mengapa, Tuhan…?” Yang membawa saya menuju suatu perkataan yang telah Allah katakan kepada saya selama beberapa waktu. Perkataan ini sederhana, namun tetap membutuhkan beberapa pemikiran. Ia berkata, “Caramu dalam meresponi akan menentukan masa depanmu.”

Astaga! Tolong aku, Tuhan!

Cara Kita Mendengar

Hal ini membuat saya berpikir! Dengan segera saya bertanya: Dimanakah saya berbuat dosa? Dimanakah saya berbuat salah? Bagaimana dengan ini dan itu? Saya langsung bertobat untuk beberapa waktu, seandainya ada hal-hal yang saya lupakan. Meski demikian, ayat ini keluar bagi saya:

Luk. 8:18: Karena itu perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.

Saya menemukan satu kata kunci cemerlang disini, yaitu: “cara kamu mendengar…”

Maka, saya mulai merenungkan frase yang saya dengar saat Ia dengan jelas berkata, “Caramu dalam meresponi akan menentukan masa depanmu” dan kini saya mengumpulkan sedikit demi sedikit dari perkataan tersebut. Masa depan saya sepenuhnya bergantung pada respon saya (tindakan intelektual), bukan pada reaksi saya (tindakan emosional).

Walaupun emosi tak dapat menguasai kita, kita masih memiliki emosi, karena Ia sendiri adalah ALLAH yang penuh perasaan. Ef. 4:30 berkata, “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan” (tindakan dipulihkan ke kondisi yang lebih baik). Maka, kita tahu bahwa Ia juga memiliki perasaan. Indah sekali! Tetap, kita harus membedakan efek dari kuasa emosi atau respons emosi. Pilihan ada pada kita.

“Tuhan, Seperti Apakah Sebenarnya KemuliaanMu Itu?”

Dengan berlinang air mata, saya berseru kepadaNya, “Tuhan, mengapa kami tidak memahami seperti apakah sebenarnya kemuliaanMu itu?” Di saat penantian dalam keheningan, saya tiba pada pengertian bahwa kemuliaan adalah Dia. Kemuliaan adalah bukti bahwa Ia hadir. Serbuk-serbuk emas yang kita lihat berjatuhan di lantai dengan sukacita adalah bukti akan rumahNya (RumahNya adalah kota yang terdiri dari emas tulen – Why. 21:18.)

Ay. 22:23-25: Apabila engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, dan merendahkan diri; apabila engkau menjauhkan kecurangan dari dalam kemahmu, membuang biji emas ke dalam debu, emas Ofir ke tengah batu-batu sunga, dan apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu.

Bulu yang kita lihat muncul adalah perlindungan dariNya. Dapatkah hal ini menjadi hadirat Roh Kudus? Lagipula, Roh Kudus dihubungkan sebagai seekor Merpati.

Mzm. 91:4: Dengan kepakNya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayapNya engkau akan berlindung, kesetiaanNya ialah perisai dan pagar tembok.

Batu dan manna adalah simbol akan pertumbuhan.

Why. 2:17: Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: “Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.”

Ya, manna telah dirasa dan dikecap. Mengapa tidak? Bukankah Ia yang berkata?

Kel. 16:33: Sebab itu Musa berkata kepada Harun: “Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah dan tempatkanlah itu di hadapan Tuhan untuk disimpan turun-temurun.”

“Ia Akan Melakukan Juga Pekerjaan-pekerjaan yang Aku Lakukan, Bahkan Pekerjaan-pekerjaan yang Lebih Besar Daripada Itu”

Yoh. 14:12: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.

Jika apa yang saya baca ini benar, saya sedang diberi kesempatan memiliki akses atas semua hal yang telah dikerjakanNya, dan akan saya warisi. Musa adalah seseorang dengan tanda-tanda ajaib dan perkara-perkara supranatural yang luar biasa. Ia bahkan berdiri di atas batu yang tampak seperti batu nilam:

Kel. 24:10: Lalu mereka melihat Allah Israel (yang merupakan manifestasi yang meyakinkan akan hadiratNya); kakiNya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah.

Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata, pelataranNya terdiri atas emas murni dan sungai air kehidupan yang jernih bagaikan kristal, dan para malaikatNya memakan manna. Dan kita bersama-sama didudukkan denganNya (Ef. 2:6).

“Perlihatkanlah KemuliaanMu Kepadaku”

Lalu saya bertanya, “Bagaimana denganku, Tuhan? Bagaimana dengan kemuliaan?” Kini, bukanlah hal yang baru untuk berkata, “Perlihatkanlah kemuliaanMu kepadaku.” Musa telah melakukannya dalam Kel. 33. Karena di dalam kemuliaan Allah Ia berbicara, menempatkan kita ke tempat di sebelahNya dan Ia melewati kita, mengimpartasi diriNya kepada kita. Lalu kita menjadi pembawa kemuliaan. Kita membawa apa yang telah dipercayakanNya kepada kita. Kita mempelajari bagian kita. Lalu, apapun yang kita perbuat, kita melakukannya seperti untuk Dia. Karena kemuliaan adalah Dia. Karena kita ada di DALAMNya, Ia di DALAM kita; kita harus membawaNya kepada bangsa-bangsa!

Bersedialah untuk berbeda dengan merespon sepenuhnya, “Ya, Tuhan! Ya!” Karena “Ya” menghadirkan anugerah, dan dimana ada anugerah, di sana ada perkenanan Sang Raja. Bagaimana kita meresponi apa yang Ia lakukan akan mempengaruhi masa depan kita! Hal ini dapat membalikkan kita sepenuhnya dan mengubah suatu bangsa.

Tujuannya adalah untuk mengakhiri pertandingan dengan baik. Tidak kehilangan sukacita kita. Tidak menjadi tawar hati atau bersaing. Cukup untuk mengakhiri dengan baik. “Baik sekali perbuatanmu itu, hai engkau yang setia, engkau telah merespon dengan baik,” kata Tuhan.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s