Chuck Pierce: Aku Mengatur Ulang Jam Perayaanmu PLUS Thailand: Suatu Bangsa Prototipe! (Sep 1, 2010)


Lawan dari keyakinan dan perasaan berharga adalah mengasihani diri. Mengasihani diri terjadi saat kita merasa dijamin untuk menerima sesuatu namun ternyata kita dilewati. Hal ini dapat terjadi dalam kehidupan nyata ataupun rohani kita. Mengasihani diri membantu kita menentukan momen kita, atau, dapat saya katakan, menyebabkan kita kehilangan momen kita. Kita merasa bahwa kita layak menerima suatu berkat, dan kita kehilangan iman saat kita melihat suatu berkat terlepas dari hidup kita.

Salah satu kisah terbaik dari mengasihani diri adalah seorang lumpuh di kolam Betesda (Yoh. 5). Yesus mengetahui baik kondisinya dan kemudian, melalui Petrus, bertanya apakah pria itu ingin disembuhkan. Pria ini mulai menjelaskan mengapa ia belum dan tidak dapat disembuhkan. Yesus tampaknya berhenti mendengarkan sifat mengasihani dirinya dan tetap menyembuhkannya.

Kita dapat dengan mudah luput memandang janji-janji Allah saat kita berada di situasi-situasi sulit. Ini sebabnya kita tak dapat melihat Allah menggenapi destiny profetik kita. Meski Tubuh Kristus melalui masa-masa pencobaan, kita takkan menjadi gentar dan tawar hati. Musuh mengambil keputusan selama masa-masa pencobaan kita dengan memakai strategi untuk melemahkan kita. Keputusasaan melahirkan harapan yang tertunda, yang membuat kita kepahitan. Saat kita memiliki suatu takaran kehilangan pengharapan di dalam diri kita, maka kita akan kehilangan pengharapan kita akan Allah.

“Masa depan” dan “pengharapan” adalah kata yang searti. Masa depan kita dikaitkan dengan suatu pengharapan akan tindakan Allah. Inilah waktunya bagi Gereja untuk memiliki tingkat pengharapan yang diperbarui dan dinaikkan ke tingkat berikutnya. Yes. 59 dan 60 adalah doa berkuasa yang menuntun kita untuk melihat agar hal ini terjadi dalam hidup kita. Harapan harus berubah dan naik menuju iman. Iman menghasilkan kemenangan. Kemenangan menuntun kepada suatu demonstrasi kuasa Allah dan manifestasi akan janji-janjiNya.

Siklus Mengasihani Diri

Nubuatan membuka masa depan kita. Namun sekali kita terluka atau mengalami kegagalan, kita dapat luput melihat masa depan kita. Kuasa iblis terbesar yang harus kita lawan adalah sifat mengasihani diri. Mengasihani diri menarik perhatian bagi kegagalan kita dan menahan kita untuk melihat kemuliaan Allah dinyatakan dalam hidup kita. Bukannya kegagalan yang menuntun kita menuju rencana lanjutan Allah yang sempurna bagi hidup kita, diri kita bangkit dan berkata, “Betapa malangnya diriku.” Setiap kali kita mengalami kegagalan, trauma, luka atau ketidakadilan, kita dapat memilih untuk hidup dengan sistem kepercayaan bahwa Allah dapat memulihkan dan mengampuni atau kita dapat mengijinkan pola pikir kita untuk membentuk penolakan, pembelaan diri adan mengasihani diri.

Selama masa kegagalan dan terluka, kita cenderung untuk menuduh Allah atas trauma yang kita alami. Kuasa dari tuduhan ini menuju pada tipe ketiadaan bapa. Bukannya mengalami roh adopsi, kita merasa diabaikan dan terhilang. Dari pembelaan diri kita, sebenarnya kita membentuk suatu pemberontakan terhadap otoritas. Juga kita menjadi susah untuk diajar. Kita memiliki pola pikir yang berkata, “Tak seorangpun yang dapat memahami apa yang sedang aku alami.”

Kita juga mulai berpikir bahwa tak ada solusi bagi masalah kita. Kita membangun pikiran, “Tak ada jalan keluar.” Kita jatuh ke dalam apatis karena tidak memiliki harapan kesembuhan atau pemulihan. Karena kita tahu bahwa kita seharusnya menjalani hidup yang ilahi, mekanisme agamawi menjadi penghiburan bagi kita. Kita mungkin memiliki pemrasaan martir dan berkata, “Malangnya aku. Inilah salib yang harus kupikul. Betapa beratnya!” Pikiran ini membuat kita tidak berperang saat kita seharusnya berperang. Bukannya berperang dan meningkat, kita menjadi budak rasa nyaman dan status quo. Kita lupa bahwa kita dipanggil untuk bersekutu dengan penderitaan Kristus – persekutuan yang menuntun pada kuasa kebangkitanNya di dalam kita.

Sifat Mengasihani Diri Menuntut Pemberian Hak!

Sifat mengasihani diri menuntut pemberian hak! Ketika diri sendiri yang memegang kendali, kita menuntut jalan dan hak kita mengamankan sesuatu! Lawan dari memegang bagian anda ialah perasaan bahwa anda diberi hak atas sesuatu yang tidak seharusnya anda miliki. Memberi hak berarti “untuk memberi nama atau gelar. Karenanya, saat gelar menjadi bukti properti atau klaim, memberi hak berarti untuk memberi klaim, atau memberi hak untuk memiliki atau menerima.” Sehingga, banyak keluarga dan pelayanan terpecah karena iblis ini yang bersekutu dengan sifat kedagingan kita. Pemberian hak bekerjasama dengan mengasihani diri dan menuntut, “Itu seharusnya milikku.” Terkadang, “ituyang anda tuntut, seharusnya menjadi milik anda namun tanpa perlu anda jatuh ke dalam jalan-jalan kedagingan dan seperti Hawa, “memakan buah terlarangdi luar waktu.

Kami memiliki seorang teman baik yang tinggal di Houston. Ia adalah salah seorang wanita yang bertalenta yang saya kenal. Ia adalah seseorang yang terus berjuang untuk memahami dirinya. Tidak hanya ia berharap untuk mengetahui siapa dirinya sebenarnya, namun ia juga ingin tahu mengapa Allah menciptakannya dan mengapa ia mengalami masalah denganNya saat Ia tampak berdiam diri. Memahami mengapa ia bereaksi seperti caranya bereaksi dan bagaimana Allah bereaksi terhadapnya adalah pencarian dalam hidupnya. Ia menulis kepada saya saat ia berusaha memahami mengapa ia merasa menuntut haknya:

Baru-baru ini saya mendapati diri saya terjatuh dalam frase “perasaan pemberian hak” – bukan tentang diri saya tentunya, namun tentang orang lain. Saya selalu peduli terhadap mereka yang menghadapi isu-isu ini, dan karenanya, tentu saja, Allah menunjukkan kepada saya bagaimana, saya, juga, memiliki isu ini dalam hidup saya (Pernahkan saya akan berhenti belajar?). Saya menjadi tertarik akan hal ini, meski, saya melihatnya memunculkan keburukannya dalam hidup saya. Saat saya dan teman saya berdiskusi tentang masalah gangguan makan dan cara untuk mengatasinya, ia berkata, “Semuanya berkaitan dengan masalah pemberian hak.” BINGO! Saya tahu bahwa saat ia mengatakannya, hal ini menunjukkan sesuatu. Kemarin adalah hari membayar tagihan, dan sekali lagi saya berpikir mengapa mengelola hal adalah hal yang sulit bagi saya. BAM! Sekali lagi hal ini menyentak saya: pemberian hak. Saya rasa saya telah mengetahuinya di dalam pikiran saya tapi tak pernah secara langsung. Hak apakah yang saya tuntut? Pembalasan.

Betapa jahatnya! Pembalasan? Saya adalah anak dari Allah yang hidup, Mempelai Kristus, anak perjanjian, sahabat Allah. Dan saya menuntut hak pembalasan? Ya, tentu tidak. Sebenarnya, saya seharusnya hidup dengan penuh rasa syukur dimana saya berkata, “Terimakasih, Tuhan” di setiap titik hidup saya. Dan ada begitu banyak hal dalam hidup yang tidak lagi menjadi pilihan di dalam hidup ini bersama Kristus, hal-hal yang tadinya kita suka lakukan namun tidak lagi memberi rasa nyaman saat kita lakukan – seperti halnya makan. Kita merasa berhak melakukannya karena kita tidak lagi bisa melakukannya. Dan kita terus melakukannya hingga kita mencapai titik dimana kita telah terlalu menuruti keinginan hati dan melewati batas.

Hiduplah karena anugerah dan bukan karena hukum! Kasih tidak menuruti keinginan hatinya sendiri! Dengan cuma-cuma Ia telah memberi, karena itu berikanlah dengan cuma-cuma!

Aku Mengatur Ulang Jam Perayaanmu!

Kebaktian Getting Over the Hump and Taking Your Hill hari Rabu sungguh luar biasa. Selama penyembahan, Anne Tate tampil dan bernubuat, “Aku mengetahui kedatangan dan kepergianmu. Karena Aku mengetahui waktu dimana engkau akan datang dan waktu dimana engkau akan pergi, Aku telah melepaskan hal-hal pada musuh yang akan membuatmu mampu untuk mendengarnya dan mengetahui dimana ia berada. Dengan pergantian Paskah, Aku membuat Lewiatan, menelan sebuah jam, dan hal ini akan membuatmu melihat ke tempat dimana ia bersembunyi. Engkau akan mengetahui kemana ia mendekat dan hal ini akan membuatmu melihat kembali sehingga ia akan tersingkap saat melakukan kegiatannya.”

Lalu saya mendengar Roh Allah berkata, “Musuh takkan mampu bersembunyi darimu pada hari-hari di depan ini, karena Aku membuat suatu kegerakan di tempatnya bersembunyi. Engkau akan mengetahui kapan ia bergerak. Engkau akan mengetahui bagaimana menanti musuh. Takkan lagi musuh bersembunyi di dalam lubang, karena Aku akan menunjukkannya kepadamu dan memberimu penglihatan akan kemuliaanKu jauh di dalam bumi. Karena kemuliaanKu, engkau akan melihat di bumi, dan engkau akan melihat semua gerakan musuh.”

Diana Lookabaugh melanjutkan, “Janganlah engkau bersembunyi. Jangan bersembunyi karena engkau adalah terangKu di bumi. Aku memiliki terang di dalammu dan jangan menaruhnya di bawah gantang. Taklukkanlah musuh dan dusta dengan kebenaran.”

“Engkau Akan Mengerti Jam Musuh”

Lalu Carol Boren membagi mimpi dimana ia pergi ke suatu tempat yang dalam. Saat ia menurun, seekor tikus melompat dan mengejutkannya. Di dalam mimpinya ia berkata, “Lain kali aku pasti siap.” Ia terus berjalan dan saat tikus berikutnya melompat, ia segera siap dan mulai mengejarnya. Ia memiliki sesuatu seperti spatula di tangannya dan memukulnya, namun tidak membunuhnya. Allah mengarahkannya untuk berpaling ke samping, dan saat ia melakukannya, ia bisa memotong kepala tikus itu. Ia tahu Allah berkata bahwa kita memiliki senjata yang diperlukan untuk menaklukkan dan mengalahkan musuh, tapi kita harus melihat cara kita melakukannya.

Selama kebaktian, Allah berkata, “Engkau akan mengerti jam musuh, dan engkau takkan gentar akan penyerangan di musim di depan ini. Biarkan terangmu bercahaya. Terangmu akan menghalau kegelapan. Musim ini bukanlah musim untuk menaruh terangmu di bawah gantang. Inilah musim bagi kepergianmu. Inilah musim bagi kedatanganmu. Musuh akan mencoba meyakinkanmu akan banyak hal. Pergi dan kalahkanlah proses pikirannya. Pergi dan kembalilah dengan laporan yang mengalahkannya. Jangan dengarkan suara yang membuat ketakutan di dalammu, tetapi pergilah, dan Aku akan memberikanmu laporan yang akan mengalahkannya.

“Karena Aku bergerak dan engkau bergerak bersamaKu, musuh berusaha menghentikanmu untuk bergerak maju. Aku akan menjumpaimu dalam perjalananmu. Aku akan menjumpaimu di jalan kemana Aku menyuruhmu untuk pergi. Bahkan beberapa orang yg telah berjalan bersamamu di masa lalu kini mengatakan hal-hal yg mencoba mencegahmu bergerak menuju masa depanmu. Maka teruslah berjalan dan Aku akan memberimu laporan. Aku akan memberimu otorisasi. Aku akan memberimu materai untuk melewati dan melalui suara musuh.

“Musuh mencoba membuatmu berpikir bahwa dirimu terlalu lemah untuk menjalani pertandingan dan mengakhirinya dan mengakhiri proyek-proyek tertentu yang ditugaskan kepadamu. Atau ia mencoba meyakinkanmu untuk tidak bergerak maju. Jangan dengarkan! Sebaliknya, tempatkan dirimu dalam konfrontasi. Engkau takut jika musuh akan menyerangmu. Jangan takut! Hari ini Aku mengatur ulang jam agar ketakutan terhadap musuh takkan terjadi.”

Raymond Banks lalu membagi penglihatan bagaimana kami berada dalam kereta yang sedang bergerak maju di dalam rel. Kami mendekati gunung untuk melewati terowongan yang sempit. Beberapa orang menaruh kaki mereka di luar kereta untuk menghentikannya dan berkata, “Aku takut kegelapan. Aku tak tahu akan melewati apa.” Tetapi Yesus berkata, “Angkat kakimu dan masuklah ke dalam kereta, karena Aku akan membawamu melewati dan memasuki hal-hal baru. Aku akan membawamu menuju terang dan memasuki hal-hal yang telah Kutetapkan bagimu di musim ini. Sebenarnya, Aku akan menukar keretamu karena terlalu banyak dari kalian yang ingin agar kereta ini terus berjalan dalam suatu kerangka waktu di siang hari. Sebaliknya, Aku menaruh engkau di kereta peristirahatan malam hari. Aku akan membawamu menuju tempat-tempat di malam hari lebih jauh dibanding yang dapat engkau lewati saat siang hari.”

Dalam Tubuh Kristus, banyak yang telah berjuang untuk mengetahui bagaimana berjalan di masa-masa dan musim-musim Allah. Namun demikian, saat kita mulai melepaskan saat-saat malam kita kepadaNya di musim ini dan belajar untuk berjalan di dalam Roh bersama Allah, Ia akan mulai mengatur ulang bagaimana kita melangkah. Kita akan menjadi jauh lebih efektif. Kita takkan perlu berkonsentrasi terhadap musuh, namun kita akan mengetahui kapan musuh akan mengancamkita dan kita akan mampu untuk menghentikannya.

Suatu Mimpi: Berjalan Menuju Perayaan

Saya pun membagi satu mimpi yang baru saya alami saat kami menyiapkan satu pertemuan besar. Pertemuan ini akan berlangsung dalam suatu tempat yang luar biasa yang melewati gunung. Untuk tiba di sana, kami harus melewati gunung. Ketika saya berkemas dan siap menuju tempat tersebut, seorang pembawa pesar mendatangi saya dan berkata, “Sadarkah anda bahwa banyak hewan pengerat di tempat ini yang membawa penyakit yang dapat menular di pertemuan itu?” Saya ingat saya langsung memikirkan hal ini sembari berkemas, bersiap untuk pergi dan merayakan. Segera Roh Allah berkata pada saya dalam mimpi ini, “Pergilah!”

Saya memulai perjalanan dan orang-orang yang menyertai saya akan berhenti di sepanjang jalan pada tempat-tempat yang lain, dan tidak lanjut menuju tempat dimana perayaan akan diadakan. Perjalanannya berat dan melewati tempat-tempat yang sempit. Beberapa orang terus berjalan, tapi setelah sekian lama hanya saya dan anjing saya, Maggie, yang terus melangkah untuk merayakan. 

Kami berhasil tiba di tempat itu dan tempat itu benar-benar luar biasa indah dan memiliki kolam air mancur berisi ikan koi. Maggie berhenti dan berkata, “Aku harus masuk ke dalam untuk melihat jika ada musuh di sana.” Ia menyelam masuk ke dalam air di sekitar tempat itu dan kembali kepada saya dengan satu kata, “Teruskan.” Ia mengatakan hal yang sama dengan yang Allah katakan pada saya sebelumnya. Kami masuk ke dalam tempat yang mewah itu dan dipenuhi dengan emas. Begitu kami masuk, segala sesuatu di dalam tempat itu memulai perayaannya.

Saat terbangun, pikiran pertama saya adalah, “Mana tikusnya?” Kebalikan dengan si pembawa pesan, tak ada tikus di sana. Saya mendengar Allah berkata, “Perjalanan itu berat. Banyak suara mencoba menghentikanmu dari melangkah maju. Upah bagimu besar di musim depan ini. Teruslah masuk dalam perayaan. Engkau harus merayakan kemenangan saat ini atas hal-hal yang telah engkau doakan dan gumulkan. Rayakan kemenanganmu saat ini, dan saat engkau sampai ke tempat dimana engkau melihat jawaban atas doa-doamu,  kemangan akan menjadi nyata di hadapanmu!

“Saat ini engkau berpindah menuju tempat perayaan. Dari tempat perayaanmu, banyak orang akan menerima keselamatan. Banyak yang akan dilahirkan, karena perkataan-perkataanKu akan keluar dari tempat-tempat perayaan di bumi. Teruslah maju saat ini dan jangan takut. Karena engkau akan menari dan bernyanyi dan bersuka, dan hal-hal yang telah lama engkau nantikan dan harapkan untuk diselamatkan akan diselamatkan.

“Hari ini adalah perayaan bagi umatKu. Aku mengatur ulang jam perayaanmu. Teruslah maju. Jangan ijinkan suara musuh membuat ketakutan yang berkata, ‘Engkau takkan menyanyi dan menari di tempatmu yang baru.’ Teruslah melangkah hari ini karena waktumu telah Kuatur. Perayaan dan keselamatan yang lama engkau nantikan kini akan terjadi. Mereka yang mengenal adopsiKu dan yang memegang harta warisanKu akan merayakan di dalam kemuliaanKu.”

Thailand: Suatu Bangsa Prototipe!

Thailand adalah satu prototipe bangsa yang sedang diubahkan. Seperti yang anda ingat, saya berada selama sehari di Bangkok pada bulan Agustus 2008. Pengurapan profetik saat itu teramat kuat dan saya mengucapkan kalimat berikut ini:

Engkau akan dikenal sebagai Negara Nyala Api! Lihatlah, AKU membuat API di antara kuasa-kuasa dan penguasa-penguasa yang telah memerintah negara ini dan umatKu kini kembali bangkit di negara ini. Kini Aku akan mengubah pemerintahan bangsa ini dengan suatu cara baru. Aku akan melepaskan API untuk memurnikan hal-hal yang tidak memerintah menurut cara pemerintahanKu yang telah lama Kurindukan untuk terjadi.”

Lalu saya melihat enam kepala yang berbeda-beda. Lewiatan memiliki arti yang sama dengan pemerintahan. Saya percaya bahwa inilah struktur Lewiatan yang menguasai Thailand. Ketika kepala ketujuh bangkit, dengan cepat saya bahwa kuasa struktur ini akan hancur. Saya mendengar Allah berkata, “AKU membangkitkan satu kepala baru dan kepala ini akan menunjukkan Kepala ApiKu. Saat ini Aku akan menudungi umatKu. Mereka akan kembali bagkit dan mulai malam ini, Aku akan mengelilingi bangsa ini dengan Api Allah!”

Sehari setelah pertemuan kami di tahun 2008, demonstrasi mulai terjadi di jalan-jalan di Bangkok. Demonstrasi ini terkait dengan pemerintahan negara! Saya menantikan untuk kembali ke Bangkok di bulan Oktober untuk suatu pertemuan nasional. Tolong doakan tim kami yang telah hadir di sana dan fondasi yang mereka letakkan bagi masa depat masyarakat dan bangsa ini.

Inilah laporan dari tim pelayanan kami di Thailand:

Allah sedang bergerak di Thailand! Tampaknya setiap tahun kami datang ke Thailand, Allah memiliki tanda dan perkataan profetik bagi kami. Tahun lalu kami harus berhenti saat iring-iringan mobil Raja lewat di depan kami dan Allah berkata, Sang Raja sedang tiba.” Hari Kamis kemarin saat kami meninggalkan bandara, seorang pastor di Thailand menunjukkan bahwa sebuah Sky Train menuju bandara baru saja diselesaikan dan dibuka pada hari Senin. Ia berkata, “Sky Train kini dibuka.” Kalimat ini tampak seperti sebuah kalimat yang tepat bagi tahun ini: “Sky Train” atas Thailand kini terbuka!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s