Matt Sorger: Rahasia-rahasia Agar Tetap Relevan Di Dalam Dunia yang Berubah Ini (Jul 22, 2010)


Allah telah memberi mandat bagi Gereja untuk menjangkau dunia dengan kuasa dan kasihNya. Agar dapat melakukan hal ini, kita harus tetap relevan dalam “menjangkau generasi yg muncul.”

Saya ingin membagi suatu nasihat profetik dari Allah kepada anda. Agar tetap relevan, ada dua hal rohani penting yang kita bahas. Hal ini melampaui bagaimana kita melihat dan hal-hal apa yang kita gunakan untuk dapat mengabarkan Injil. Ini menyentuh nilai-nilai utama kita sebagai Orang Percaya. Satu hal yang saya perhatikan yang sedang Roh Kudus lakukan dalam GerejaNya ialah “menyusun dan mengatur ulang pandangan kita.” Para pemimpin menyadari bahwa jika Gereja terus bertumbuh dan menjadi sehat, pandangan kita tidak boleh hanya ke dalam, namun juga keluar.

Ubahlah Pandangan Anda

Suatu Gereja yg kuat dan sehat akan berfokus pada jemaatnya. Ia akan mendisiplinkan, mengajar, menyembuhkan, memulihkan, dan memperlengkapi umat Allah untuk menjadi diri mereka yang sebenarnya. Tapi, ada suatu tujuan di dalam pikiran. Tujuan membangun Gereja yang kokoh bukan sekedar memenuhinya dengan kursi-kursi dan jemaat setiap minggu. Tujuan melayani Tubuh Kristus ialah agar Gereja dapat pergi dan menjangkau dunia. Jika kita kehilangan pandangan kita keluar, maka Gereja akan jauh dari relevan terhadap dunia sekitar kita.

Allah sedang mengatur ulang pandangan kita. Gereja-gereja sedang berubah. Dan semuanya dimulai dari pandangan – pandangan jemaat dan pandangan para pemimpin. Tujuan seharusnya tidak sekedar memenuhi bangunan demi memiliki jemaat yang banyak. Tujuan seharusnya ialah: Mari berdampak kepada orang banyak sebanyak mungkin di dalam keempat dinding Gereja, agar kita dapat menjadi Gereja tanpa dinding dan mengubah lingkungan kita, komunitas kita, dan dunia dimana kita hidup.

Kita dipanggil oleh Allah agar kita dapat diutus olehNya. Tapi tak seorang pun akan diutus hingga kita membuka mata kita untuk melihat banyaknya kesempatan yang ada di depan.

Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan Sesungguhnya dari Orang-orang yang Sesungguhnya

Kita akan tetap relevan saat pandangan kita mengarah keluar. Kita harus memeriksa dan bertanya pada diri kita beberapa hal. Apakah kita melihat orang baru yang diundang oleh teman setiap minggu dalam kebaktian gereja kita? Apakah ada orang-orang yang diselamatkan setiap minggu di gereja kita? Apakah kita telah mengajar dan mendisiplinkan Orang-orang Percaya yang baru ini dengan tepat? Namun lebih dari apa yang kita lihat di Gereja pada hari Minggu, apakah orang-orang digerakkan untuk menginjil dan membagi iman mereka  dalam hidup mereka sehari-hari?

Mudah rasanya untuk memperhatikan diri sendiri hingga titik dimana perkataan, pikiran dan waktu kita terkonsumsi oleh hal-hal yang terjadi dalam hidup kita pribadi. Pelayanan tidak selalu menyenangkan ataupun nyaman. Berbagi pesan dari hati Allah atau menjangkau dan menyentuh hidup seseorang dengan kasih Allaah takkan selalu terjadi saat hari anda berjalan baik. akan ada saat-saat dimana anda merasa ditinggalkan sendirian. Atau saat-saat dimana anda merasa tidak ingin berbicara dengan siapapun. Mungkin justru di saat-saat itulah Allah akan memakai anda semaksimal mungkin untuk memajukan KerajaanNya dalam hidup seseorang. Untuk menjadi relevan, kita harus tetap bersikap tidak mementingkan diri sendiri. Semakin kita asyik dengan diri kita sendiri, maka kita akan semakin kurang relevan dan efektif.

Bahkan Yesus mengalaminya. Pada Mat. 14:10-16 Yesus mengalami bahwa Yohanes Pembaptis, sepupuNya, dipenggal kepalanya. Ia pergi ke tempat sunyi untuk sendirian. Namun orang banyak mengikutiNya. Mereka membutuhkan kesembuhan dan makanan. Yesus dapat saja tetap berfokus pada kepedihan dan kebutuhanNya sendiri. Tapi sebaliknya, Ia berfokus pada orang banyak dan mereka yang dikirim Bapa kepadaNya untuk dijangkau. Yesus sangat relevan dengan masa itu. Tidak hanya Ia menyembuhkan orang sakit, namun Ia juga memberi makan semua orang yang kelaparan. Untuk menjadi relevan kita harus memenuhi kebutuhan sesungguhnya dari orang-orang yang sesungguhnya.

Teruslah Tertanam – Itulah Generasi Ilahi

Hal ini membawa saya pada hal lain. Untuk menjadi relevan, kita takkan pernah menjauh dari kuasa Allah. Ada suatu gerakan besar di dalam Gereja masa kini yang berusaha menyingkirkan kuasa Allah dari pertemuan-pertemuan gereja agar kita tidak menyakiti perasaan siapapun. Namun kenyataannya adalah, tanpa kuasa Allah orang-orang takkan dapat diubahkan atau dibawa ke tempat kemana Allah menetapkan mereka. Ada kegerakan-kegerakan yang luar biasa dalam sejarah Gereja yang dipenuhi baik dengan pengajaran dan khotbah Firman Allah yang penuh kuasa, demikian juga dengan kemerdekaan dan kuasa Roh Kudus. Tidak saja orang banyak belajar Firman Allah, namun mereka juga bertemu dan mengalami Allah dalam cara-cara ajaib.

Fakta yang menyedihkan adalah banyak orang di dalam Gereja telah menjauh dari mengijinkan kuasa Roh Kudus untuk bergerak karena mereka takut kehilangan jemaat dari gereja mereka. Apakah kita telah menjadi begitu dimurnikan dan bermartabat sehingga kita menutup pintu bagi Roh Kudus? Hasilnya, banyak hal yang terlihat baik di permukaan, namun dibawahnya, jemaat duduk di pertemuan gereja minggu demi minggu dengan belenggu yang sama yang mereka miliki selama bertahun-tahun karena tak ada pengurapan dan kuasa untuk memutuskan kuk mereka.

Jika Gereja ingin tetap relevan bagi suatu generasi ilahi, kita harus kembali merangkul semua hal yg ingin Roh Kudus lakukan bagi umat Allah. Kita harus memberi ruang bagi Roh Kudus untuk bergerak dan melayani kebutuhan-kebutuhan terdalam dalam hidup orang banyak. Generasi ini akan memiliki pola pikir yang sangat ilahi. Lihat saja film-film Holywood yang sedang keluar.

Jika kita tidak memenuhi kebutuhan ini dengan melangkah memasuki arus kuasa ilahi Allah, kita bisa kehilangan suatu generasi. Generasi yang lebih muda ini lapar akan hal-hal yang nyata. Mereka ingin mengalami kuasa Allah dalam hidup mereka. Hal ini hanya dapat terjadi saat kita memutuskan untuk tetap relevan, tidak hanya di dalam tampilan dan gaya kita, namun juga dengan  melihat keluar dalam pandangan kita terhadap dunia dan tetap terhubung dengan Sumber.

Saat Allah bebas bergerak di dalam kehadiran dan kuasaNya, kita akan tetap relevan di dalam menjangkau generasi ini bagi Kristus.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

One Response to Matt Sorger: Rahasia-rahasia Agar Tetap Relevan Di Dalam Dunia yang Berubah Ini (Jul 22, 2010)

  1. Herianto says:

    Syalom………………
    Saya sanagat se7 dengan apa yang ibu katakan di atas yaitu bagaimana qta membagun gereja ?? Apakah menjangkau atw hanya mengisi kursi??//
    Sekarang ini ada banyak hamba Tuhan yang katakan jika kita membangun gereja yg penting bukan lagi bagimana kita betul2 menjangkau jiwa.
    Makasih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s