C. Pierce: Hari 16: Menjadi Utuh Di Dalam Tubuh, Jiwa dan Roh (Jul 22, 10)


Banyak kali ketika menyerahkan hidup kita kepada Allah, jiwa kita terbagi menjadi kepingan-kepingan hidup kita yang tersebar dimana-mana. Kuasa menyebar ini dihubungkan dengan kutukan yang terjadi karena dosa dan kefasikan dalam hidup kita. Saat kita berbuat dosa, bagian-bagian manusia yang Allah kehendaki bagi kita tertinggal di belakang, terhubung dengan waktu kita yang terhilang dan tindakan yang kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri. Kita menukar kemurnian, berkat, kesehatan, dan/ atau bagian rencana Allah yang sempurna bagi hidup kita demi saat dimana sesuatu yang kurang begitu penting memuaskan hasrat kita. Karenanya, bagian-bagian dari kita sebagai seorang manusia utuh yang seharusnya tercecer di sepanjang jalan hidup kita di setiap tempat dimana godaan menuntun kita kepada dosa.

Meski kita di dunia Barat cenderung membagi hidup kita menjadi fisik, mental, dan rohani (atau tubuh, jiwa dan roh), faktanya adalah bahwa pandangan Alkitabiah dengan tepat menyatakan seseorang adalah sempurna adanya, tidak ada bagian-bagian yang terpisah, tetapi saling terkait. I Tes. 5:23 berkata, ‘Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.’ Disini kita lihat bahwa kepentingan Allah dalam menguduskan tidak terbatas pada kondisi rohani seseorang, tapi pada seseorang secara utuh. Konsep yg terkait dengan seseorang secara holistik tidak berasal dari pemikiran Timur Jauh ataupun New Age; tetapi berasal dari Allah.

Faktanya, pesan Yesus adalah kesempurnaan seseorang. Banyak kali Ia meresponi mereka yang disentuhNya dengan berkata, ‘Imanmu telah menyelamatkanmu.’ Mengapa? Seperti yang sebelumnya disebutkan, dosa dapat menyebarkan bagian-bagian hidup kita. Dosa mempengaruhi setiap bagian dari diri kita. Dosa bukan sekedar noda gelap dalam dunia roh yang tak terlihat; ia dapat mempengaruhi ktia secara fisik, jiwa aatupun roh. Banyak orang menghadapi penyakit saat ini karena dosa dalam hidup mereka. Untuk alasan ini, kita harus mengubah pola pikir Barat kita dan menyadari bahwa kita membutuhkan pemulihan dan kesempurnaan ke setiap bagian dari hidup kita. E. Anthony Allen, dalam bukunya Transforming Health, menyatakan:

Cara orang berpikir, merasa, berhubungan dengan mengatur hidup mereka dapat memangkas dan bahkan membunuh. Namun pemulihan ilahi dan harapan yang diperbarui dapat mengubah proses kesembuhan normal. Pengampunan, rekonsiliasi, pelepasan, pemulihan dan pembaharuan ilahi membawa kesembuhan. Dimana Allah bertakhta, disitu ada kesembuhan. Kesempurnaan tidak muncul oleh adanya ‘pengobatan,’ tetapi oleh kesembuhan.

Itu sebabnya Yesus berkata, ‘Imanmu telah menyembuhkanmu.’ Ketika Ia menyembuhkan Ia juga memulihkan. Pemulihan adalah suatu proses yang menyeluruh. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk mengumpulkan bagian-bagian yang tersebar-sebar oleh dosa yang menyeret hidup kita dan menyatuhkannya mereka kembali ke dalam kesempurnaan.

Itulah yg terjadi pada hidup saya. Saat Allah berkata, ‘Aku akan mengembalikan padamu segala sesuatu yang terhilang darimu,’ saya memasuki proses perubahan dari hidup yang terpecah-pecah menjadi suatu kesempurnaan yang memberi saya kuasa untuk meraih semua berkat-berkat rohani yg Allah siapkan bagi saya di tempat-tempat ilahi. Tubuh, jiwa dan roh saya telah mengalaminya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s