Chuck Pierce: Hari 14: Kuasa Musik, dan Efek Penyembahan yang Bersungguh-sungguh (Jul 9, 2010)


Hidup saya penuh dengan musik. Keluarga saya menyukai musik. Kami menonton sandiwara, konser, pertunjukan musik, festival jazz, dll. Semua anak saya berbakat musik. Bagi beberapa orang, musik tampak menjadi tujuan hidup mereka. Suara dan musik memainkan bagian yang besar dalam hidup kita. Orang-orang yang melayani bersama saya berbakat musik. Jika mereka tidak dikaruniai talenta musik, mereka tetaplah penyembah. Di Surga, penyembahan dan suara musik adalah satu.

Dimana pun saya melayani, musik dan suara hadir di mimbar untuk melepaskan kehendak Allah ke tempat dimana saya diutus. Tahun lalu, saya melayani di Paris. Para pemimpin dari kota itu hadir bersama kami. Di hati saya ada keinginan untuk berkeliling kota dan menabur sukacita. Saat penyembahan, saya terus mendengar Roh Kudus berkata ‘Suara sukacita ada di dalammu!’ Berkali-kali IA mengatakan hal ini. Lalu Ia menunjukkan kepada saya bahwa kita, umat Allah, harus melepaskan suara sukacita! Tak peduli apapun kondisi atau situasi yang kita alami, dan tak peduli apapun yang kita rasakan secara fisik, kita memiliki suara sukacita untuk dilepaskan. Kita harus mengerjakan hukum tabur-tuai, dan menabur dari sukacita di dalam kita merupakan buah Roh Kudus. Saat kita melepaskan suara sukacita dari bumi, Ia melepaskan sukacitaNya dari Surga menurut Mzm. 16:11, ‘Dalam hadiratNya ada sukacita berlimpah-limpah dan di tangan kananNya ada nikmat senantiasa.’ Sukacita itulah yang menjadi kekuatan kita untuk menghasilkan kemenangan ilahi! Saya tahu bahwa saya dapat menemukan suara di Surga yang akan menghasilkan sukacita bagi masyarakat Paris saat saya melayani dan mengunjunginya.

Surga penuh dengan suara karena Surga dipenuhi dengan penyembahan. Saat kita masuk dan dengan berani menemuiNya, kita memiliki akses kepada suara penyembahan Surga yang sama. Kita juga memiliki akses kepada emosi Surga yang sama. Suara menciptakan gerakan. Suara, penyembahan, dan musik itu penting. Akal budi anda seperti sebuah jendela antara jiwa dan roh anda. Pastikan tak ada satupun yang menutupi akal budi anda. Suara yang menuntun anda kepada kegerakan dan penyembahan akan menyebabkan akal budi anda tetap selaras dengan Allah. Akal budi adalah satu otoritas absolut dalam hidup kita. Ketika akal budi kita selaras dan berinteraksi dengan Firman Allah, maka “jendela” akan tetap jernih dan terbuka. Akal budi ialah pelita tubuh. Akal budi adalah mata rohani kita yang membuat kita dapat melihat alam rohani. Bersihkan dan buka jendela anda dan terimalah suara Allah! Ijinkan angin Roh membawa suara yang anda butuhkan melalui jendela Surga dan masuk ke tempat dimana anda kini berdiri.

“Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.” Pujian tak tergoyahkan harus selalu muncul dalam hidup anda. Pujian tak tergoyahkan membajak di tanah terkeras. Ketika tanahnya keras, ketika keadaan menyusahkan, perkenanan Allah turun pada mereka yang akan memuji. Tanah yang kosong akan terbuka. Perkatakan bahwa bajakan puji-pujian akan menembus Bumi yang tak memberi dan membuat jalan bagi benih Firman yang baik untuk ditanam. Firman Allah memberitahu kita untuk menundukkan diri kita kepadaAllah, mendekat padaNya dan menolak iblis. Saya yakin bahwa saat kita menyembah dan menundukkan diri kita kepada Allah yang kudus, kita dapat memiliki hubungan yang intim denganNya. Bahkan meski kita berjalan di bumi, kita naik menuju Surga. Saat masing-masing kita mencari Allah dan naik ke TakhtaNya, kita dapat mendengar suara Surga di dalam manusia roh kita di Bumi.

Baru-baru ini dalam penyembahan, LeAnn Squier, seorang musisi dan pemazmur yang luar biasa, mulai bernubuat. Saya mulai mendengar dan melepaskan pewahyuan bersamanya. Roh Allah mulai berbicara pada kami berdua: “Aku menciptakan suatu identitas yang unik di dalam umatKu. Bahkan di dalam pencarian suara bagi suaramu, identitasmu ditemukan di dalam suara yang unik yang ada di dalammu. Aku memindahkan kebisingan dunia dari dalammu. Kebisingan ini telah membuatmu menjadi seseorang yang bukan seperti Aku inginkan.

“Aku akan mulai menuang aliran suara yang murni dari Surga ke sekitarmu sehingga engkau akan mendengar akan menjadi apa engkau kelak. Engkau takkan memiliki suara seperti siapapun dan tempat manapun di bumi selain di tempat dimana Aku telah menempatkanmu. Engkau berada di dalam waktuKu, sehingga engkau takkan bersuara seperti hari, abad, atau dekade yang lain. Engkau akan memiliki suara dari saat ini. Engkau akan memiliki suatu identitas yang unik dan jelas sekali. Ada 10,000 dari 10,000 suara yang akan mulai bergabung dengan suaramu. Suara ini akan dicurahkan dari Surga, namun akan kembali muncul dari bumi.

“Aku mengangkat piala emasKu dari istana surgawiKu dan menyebarkan dan menaruh ribuan lagu-lagu dan suara di dalammu, di tempat tingalmu dan di daerah sekitarmu. Engkau akan melahirkan kata-kata yang menyatakan dan suara yang mengimpartasi dan melepaskan suara atas apa yang telah Kukerjakan dan atas apa yang sedang Kulakukan terhadap budaya masyarakat di sekitarmu. Suara ini takkan menjadi suara dengan ekspresi lokal, tetapi akan dihubungkan bersama-sama dengan harmoni suara-suara lain di dunia. Suara ini akan menghasilkan suatu sukacita di daerah-daerah di seluruh bumi ini.

“Ada suatu suara. SuaraKu akan muncul dengan kejelasan yang tak diragukan lagi. Mulailah melihat ekspresi yang baru. Mulailah mencari kata-kata baru. Mulailah mencari kata-kata baru yang secara akurat menyatakan suara pencurahan yang kini Aku lepaskan. Aku memberi tugas! Sebagian akan menyanyi! Sebagian akan menyusun musik! Sebagian akan menciptakan gerakan menari bagi suara. Engkau akan mengikat dan merantai musuh dan menghancurkan para penguasa yang mengendalikan dan menolak kegerakan RohKu di bumi. Aku mengatur ulang harimu dengan suara dan musik Surga. Masa ini takkan menjadi seperti masa manapun juga.”

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s