Mahesh and Bonnie Chavda: Inilah Saatnya Bagi Pembebasan dan Kebangkitan Besar-besaran (Jun 29, 2010)


Baru-baru ini, seekor paus abu-abu sepanjang 40 kaki terlihat di pantai Israel, mengejutkan para peneliti seluruh dunia. Paus abu-abu hanya ditemukan di Samudera Pasifik, dan temuan ini adalah pertama kalinya dalam sejarah modern. Tebakan kami, satu-satunya paus abu-abu yang ditemukan di Laut Mediterania selama > 2,700 tahun lalu hanyalah peristiwa nabi Yunus yang dramatis!

Kapanpun peristiwa luar biasa semacam ini terjadi, perhatikan dengan seksama, khususnya jika hal ini terjadi di Israel. Apa yang terjadi secara fisik di Israel selalu menjadi tanda akan apa yang Allah lakukan di alam roh. Ia berbicara kepada kita sebagai suatu bangsa, suatu Gereja dan individu di saat ini. Allah sedang menyamakan hari-hari kita dengan hari-hari Yunus dan Ia sedang membangkitkan kepekaan rohani kita untuk mengenali waktu dimana kita saat ini berada.

Banyak orang menganggap kisah Yunus pastilah sebuah fabel. There’s no way that a man could be swallowed by a whale and turn up three days later a little worse for the wear, but fully alive.** Namun Yesus tidak berpikir demikian. Ketika orang-orang skeptik di masaNya menuntut suatu tanda bahwa Ia adalah Anak Allah, Yesus menjawab, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!” (Mat. 12:38-41).

Sekali lagi dalam Mat. 16, Yesus berkata, “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi” (Mat. 16:2-4).

Kini di tahun 2010 Allah memberi kita suatu tanda yang lain! Seperti jaman Yunus, Ia mengutus pembawa pesanNya dalam suatu perjalanan untuk berbicara pada kita di saat ini. Allah ingin kita merenungkan apa yang dikatakan kitab Yunus pada kita bagi masa kini.

Kesaksian Yunus Akan Allah dan Jalan-jalanNya

Kitab Yunus memberi kita satu jenis peristiwa penting dalam sejarah: kematian Yesus, penguburan dan kebangkitanNya dari kubur. Ini adalah peristiwa tunggal yang mempengaruhi hidup, masa lalu, masa kini, dan masa depan anda, secara pribadi. Allah menunjukkan adanya suatu pembebasan besar-besaran di jaman kita.

Kesaksian Yunus memberitahu kita sedikit petunjuk akan Allah dan jalan-jalanNya. Pertama, Allah menjumpai nabiNya Yunus dan berkata, “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” (Yun. 1:2). Allah menyebut Niniwe sebagai kota yang besar. Pada jaman Yunus, kota itu jelas suatu kota yg besar, yang terentang hampir 60 mil dalam dua arah. Kota itu juga mrp teror bagi semua sekitarnya, dikenal karena tekanan dan pembunuhan tanpa belas kasihan. Namun definisi Allah akan besar berbeda dari manusia. Kata yang diterjemahkan sebagai “kejahatan” dalam bahasa Ibrani juga berarti “bencana.” Allah mendengar seruan penduduk kota Niniwe bagi pembebasan dari penguasa dan kuasa kegelapan yang berdiam atas kota dan budaya mereka. Ia menugaskan Yunus untuk pergi dan mengusir kegelapan yang menekan mereka.

Tentu Yunus tidak melihatnya seperti itu. Barangkali ia lari karena kesaksian dari teman atau orang-orang yang dikenalnya yang pernah disiksa oleh penduduk Niniwe. Barangkali ia lari karena segudang alasan dimana menurutnya kota Niniwe layak untuk dihakimi dan dihancurkan dan ia tidak mau menjadi pembawa pesan kasih karunia Allah bagi mereka.

Berapa banyak dari kita mendapati bahwa mustahil untuk lari dari Allah dan panggilanNya? Alkitab berkata bahwa ia berniat untuk lari dari “hadapan Allah.” Ia pergi ke Yope naik kapal; lalu tidur dengan nyenyak di dalam ruang kapal yang paling bawah. Namun gagal! Angin ribut datang menerpa kapal itu. Setelah membuang semua muatan kapal dan menyerah, sang kapten kapal memutuskan bahwa itulah saatnya untuk berdoa. Lalu ia turun mendapatkan Yunus dan berkata, “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.” (Yunus 1:6).

Yunus adalah jenis Gereja masa kini. Tertidur dan tampak menjauh dari panggilan kita, disesaki dengan kenyamanan sementara dunia atau puas dengan lingkungan sekitar kita, kini Allah ingin menggoncang kita untuk bangun dan memberi kita perkataan damai sejahtera dan arahan bagi orang-orang dan bangsa-bangsa di sekitar kita.

Di Tengah Saat Tergelap, Allah Ingin Memberi Anda Perkataan yang Diurapi Bagi Mereka Di Sekitar Anda yang Dicekam Ketakutan

Bangsa-bangsa kini bergoncang. Banyak orang ketakutan. Mata uang Euro jatuh. Minyak keluar dari kedalaman Teluk di Amerika, menghancurkan mata pencaharian dan lingkungan sekitar pantai untuk waktu yang lama. Iran dan Korea Utara memamerkan kekuatan mereka, dan Israel sekali lagi menjadi sumber kemarahan dunia. Segala sesuatu sedang bergoncang.

Namun saat orang ketakutan, mereka siap mendengarkan Allah. Nakhoda dan anak buah kapal meminta Yunus untuk bertanya pada Allahnya. Ketika ia memberitahu mereka perkataan Allah dan mematuhinya dengan membuang Yunus ke laut, mereka pun selamat. Mereka memuji Allah, memberi korban persembahan bagiNya, takut akanNya dan mengikrarkan nazar. Kebangkitan pun terjadi. Maka Allah berkata kepada GerejaNya, “Ketika dunia sekitarmu bergoncang, ini bukan saatnya untuk takut, tapi bangunlah dan beritakan Firman Allah.” HadiratNya ada di tengah badai. Kita harus mengenali hadirat Allah di setiap situasi. Ia telah memanggil kita ntuk menjadi terang dan garam dunia. Di tengah saat tergelap, Ia ingin memberi anda perkataan yang diurapi bagi mereka di sekitar anda yang dicekam ketakutan.

Sementara orang-orang fasik bersukacita, Yunus tenggelam kian dalam. Paru-parunya ditekan, terbakar dan barangkali mengingat doa terakhirnya ketika tiba-tiba ia ditelan dan berada di dalam perut seekor ikan besar. Alkitab berkata Allah telah menyiapkan seekor ikan besar. Allah mengetahui akhir sejak awal. Ia tahu apa reaksi Yunus atas panggilanNya, dan Ia mendahuluinya. Siapa yang tahu berapa lama dan seberapa jauh ikan besar Yunus berenang. Bisa saja beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan. Namun Allah tahu hari tertentu di tempat tertentu dimana ikan ini akan memiliki misi untuk mengantarkan Yunus menuju destiny-nya dan pada akhirnya untuk membebaskan sebuah bangsa dari kehancuran!

Inilah Perkataan Bagi Rumah Anda…Inilah Waktunya Bagi Pembebasan Besar-besaran

Ini sebabnya mengapa kami mencatat saat seekor paus muncul di Israel baru-baru ini. Jika Allah dapat menyuruh seekor ikan dari Samudera Pasifik untuk memberi kita tanda, kami ingin memberitahu anda bahwa Allah akan memberi kita suatu pembebasan besar-besaran. Kini Ia menyiapkan kita bagi suatu kebangkitan yang dahsyat dan mengembalikan destiny kita sebagai suatu bangsa dan suatu Gereja. Tak peduli seberapa jauh kita telah berjalan sebagai suatu bangsa, suatu ekonomi, sebuah pribadi, kita memiliki Allah yang dahsyat. Tak ada jarak yang terlalu jauh bagiNya untuk mengangkat kita dan menempatkan kita kembali pada panggilan kita.

Inilah perkataan bagi anda dan rumah anda. Mulailah memperkatakan pembebasan Allah bagi anak-anak anda. Mulailah bersyukur atas kemenanganNya. Perkatakan FirmanNya dan janji-janji profetik yang telah Ia berikan bagi anda dan bagi kelaurga anda.

Inilah waktunya pembebasan besar-besaran. Inilah waktunya bagi kebangkitan besar-besaran.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s