Francis Frangipane: Puasa Menghakimi (Jun 28, 2010)


Jika anda pernah menjalani puasa yg berkepanjangan, maka anda tahu bahwa itu mrp pengalaman yang mengubah hidup. Terdapat berbagai jenis puasa. Raja Niniwe bersama rakyatnya berpuasa  makan dan minum selama 3 hari. Allah mendengar ketulusan pertobatan mereka, dan menjadikan mereka sebagai contoh dari kuasa berpuasa dan doa tanpa henti (Luk. 11:32).

Puasa dapat menjadi suatu alat yang berkuasa untuk menolong merangsang kebangkitan atau, sebaliknya, dapat menurunkan praktik agamawi yang hampir tidak memiliki makna rohani. Kaum Farisi berpuasa 2x seminggu, tapi berpuasa agar dilihat oleh manusia. Puasa mereka menjadi suatu harga diri. Pada intinya, tujuan puasa ialah untuk menolong kita meraih tujuan rohani kita lebih cepat lagi, karenanya disebut berpuasa. Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran , karena mereka akan dipuaskan” (Mat. 5:6). Tujuan lapar kita adalah kebenaran untuk mengalami kemenangan, baik dalam hidup kita, atau dalam keluarga, gereja atau bangsa kita. Berpuasa akan membawa kita semakin cepat lagi.

Namun, kita tak boleh membiarkan puasa kita menjadi suatu bentuk penghukuman diri. Puasa bukanlah mengenai “perlakuan yang kejam terhadap tubuh” (Kol. 2:20-23). Selama berpuasa, anda harus memelihara tubuh dan juga giwa anda. Mendekatlah kepada Allah. Bacalah Firman Allah, hafalkan ayat-ayat atau berdoalah bagi diri anda dan orang-orang terkasih anda atau gereja.

Yes. 58 memberitahu kita bahwa puasa juga dapat menjadi waktu bagi Allah untuk menunjukkan kasihNya bagi orang lain. Allah berkata, “Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (ay. 6-7).

Karenanya, saat anda berpuasa makan, pikirkan juga cara-cara untuk menolong mereka yang membutuhkan dan yang terluka. Anda bias juga mendonasikan uamng makan anda bagi badan-badan yang peduli pada orang-orang yang menderita di tempat-tempat yang berkekurangan.

Puasa Para Pendoa Syafaat

Barangkali puasa yg paling mengubah hidup adalah puasa yang saya dorong untuk dilakukan oleh para pendoa syafaat. Saya meminta mereka untuk berpuasa selama sebulan dari menghakimi. Menarik untuk melihat reaksi mereka. Maksud saya, jangan biarkan pikiran kesimpulan anda menghakimi seseorang, sebaliknya, akhirilah dengan doa belas kasihan anda.

Sifat menghakimi, mengkritik, ialah suatu kutukan bagi Gereja, dan membawa kematian bagi kita d it brings death upon us as individuals. Mengapa? Karena setiap kali kita menghakimi, di saat yang sama Allah pun menghakimi kita, dan setiap kali kita mengutuk seseorang, kita pun sedang dikutuk (Mat. 7).

Banyak orang Kristen akan berdoa, terlibat dalam peperangan rohani dan mengusir iblis, namun sering musuh yang mereka perangi bukanlah bersifat iblis, tetapi konsekuensi. Hidup diukurkan kembali kepada mereka berdasarkan perilaku mereka kepada orang lain. Mereka berada di bawah penghakiman karena mereka selalu menghakimi (Mat. 7:2).

Ketika saya berkata “puasa menghakimi,” saya tidak bermaksud agar kita mengabaikan kearifan. Tetapi menghakimi orang bukanlah kearifan. Mencari-cari kesalahan bukanlah karunia Roh. Ketika kita melihat sesuatu yang salah, bukannya berbalik mengkritik, kita harus belajar berdoa meminta belas kasihan bagi situasi itu. Kita masih melihat apa yang salah, tapi kita melembutkan kemarahan kita dan berusaha memperbaiki apa yang salah oleh kuasa kasih Kristus.

Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan” (Mat. 5:7). Saat kita menolak dorongan untuk menghakimi atau menyalahkan, dan sebaliknya berdoa meminta kemurahan, hal yang luar biasa terjadi: sebuah pintu kemurahan yang baru terbuka di hadapan kita. Di setiap saat dalam hidup, ada dua pintu di hadapan kita. Satu adalah pintu yang membawa gelombang kemurahan ke dalam hidup kita, sementara pintu yang lain membuka hidup yg penuh halangan dan kesukaran. Bagaimana kita memasuki pintu kemurahan? Kunci untuk hidup yang diberkati oleh kemurahan Allah adalah dengan menyatakan kemurahan bagi mereka yang ada di sekitar kita (Mat. 18).

“Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman” (Yak. 2:13). Ini adalah ayat yang menenangkan: penghakiman tak berbelas kasihan akan terjadi bagi mereka yang tidak berbelas kasih.

Pernahkah anda berpikir mengapa versi Kristiani anda rasanya tidak seperti hidup berkelimpahan yang Yesus janjikan? (Yoh. 10). Barangkali hal ini terjadi karena anda terlalu menghakimi. Tapi, kabar baiknya adalah: belas kasihan menang atas penghakiman. Jika anda tahu bahwa anda adalah seorang pendosa dan bahwa ada area-area yang salah dalam hidup anda, namun anda tetap berusaha untuk berbelas kasihan, Allah berjanji bahwa Ia akan melakukan pada anda seperti cara anda memperlakukan orang lain. Area-area di dalam hati anda yang membutuhkan belas kasihan akan menemukan pemulihan di dalam hidup yang Allah karuniakan pada belas kasihan.

Saudara, renungkan musim perubahan berikutnya dalam hidup anda, mungkin ini saatnya untuk puasa menghakimi. Ya, selama 30 ini, lihatlah perubahan yang terjadi saat anda melakukannya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s