C. Pierce: Hari 9: Roh dan Mempelai – Sejarah Kegerakan Roh (Jun 24, 10)


Kita berada di ambang kegerakan Roh Kudus selanjutnya di bumi. Ini sebabnya penting untuk memahami sejarah gerakan Roh, agar kita dapat “MELIHAT” gerakan Allah selanjutnya.

Yesus menyebut diriNya sebagai “Mempelai Pria.” Allah bukanlah Allah yang memadamkan karunia dan panggilan kita berdasar gender kita! Karenanya, semua pria Kerajaan Allah harus mendapatkan Mempelai Wanita. Semua pria dan wanita dalam Kerajaan harus menjadi apa yang disebut “Mempelai WanitaNya.” Para suami belajar bagaimana mengasihi Gereja melalui cara mereka mengasihi mempelai wanita mereka. Menurut saya, pria menikah belajar untuk mengasihi diri mereka sendiri berdasarkan pemahaman mereka akan mempelai wanita mereka. Untuk “mendapatkan Mempelai Wanita” harus menjadi frase yg dimengerti oleh pria dan wanita Gereja.

Mempelai tentu saja adalah Gereja! Gereja adalah perawan suci yang harus didapatkan (2 Kor. 11:1-2). Mereka adalah, yang karena iman melalui anugerah, meraihNya untuk membentuk suatu hubungan dan pergi bersama denganNya ke seluruh bumi. Ini bisa berarti orang, bangsa, jalan besar dan jalan kecil, mengikuti Ia yg kita kasihi. Keseluruhan kesaksian saya terangkum dalam 2 pernyataan, “Aku akan memulihkan segala sesuatu yg HILANG darimu” dan “Ikutlah AKU dan engkau akan melihat kebangkitan dan pemulihan!” Inilah pernyataan yg membangun hidup saya!

Dalam Why. 21:9 Gereja disebut “Mempelai, Pengantin Anak Domba.” Di Perj. Lama, Yesus  dan bangsa Yahudi ialah Suami dan Mempelai. Ia ditunangkan dan menikah dengan bangsaNya. Nabi Hosea mengungkapkan dengan baik hubungan antara suami dan mempelainya yg tidak setia dengan Ia yang membentuk mereka dan membangun hubungan dengan mereka. Saat Gereja mendapatkan Mempelai dan bertambah dewasa di dalam hubungan ini, bangsa Israel akan dipulihkan oleh anugerah, pengampunan dan ditetapkan kembali sebagai bangsa mula-mula, status isteri-pertama yang Allah inginkan dalam penciptaanNya. Hal ini akan memberi bangsa Israel suatu status unik di antara bangsa-bangsa pilihan Allah lainnya (Rm. 11). Hal ini akan membawa mereka kembali pada panggilan “Mempelai” mereka. Lalu segala bangsa akan berdamai dengan panggilan ini dan mendapat status yang dipulihkan.

Kita, Gereja, Mempelai Kristus, harus meraih Kekasih kita saat Ia mengutus kita untuk mengumpulkan milik pusakaNya di antara bangsa-bangsa (Mzm. 2). Kita diberi aroma sebagai Mempelai melalui karya baptisan Roh Kudus. Mempelai Pria bersuka atas Mempelai WanitaNya! Kita tak boleh ragu di atas tempat tidur kita yg nyaman untuk membuka pintu dan meninggalkan tempat tidur kita untuk bersukaria di hadapan Allah kita saat Ia meloncati dari gunung ke gunung, yaitu budaya masyarakat kita.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s