Kim Clement: Destiny Anda dan Suatu Reformasi Besar-besaran Dari Tahun 2010 dan Seterusnya (Jun 15, 2010)


Wow, betapa luar biasanya tahun 2010 sejauh ini. Tahun ini telah membawa beberapa peristiwa dan pengalaman yg sungguh menggairahkan hidup saya. Di akhir bulan Maret, saya mengalami pertemuan yg luar biasa dengan Allah dan Ia meminta saya untuk berdoa dan berpuasa selama 18 bulan. Hal-hal luar biasa terjadi dan saya melihat intervensi ilahi Allah di sekitar saya sebagai hasilnya. Inilah sebagian hal-hal yang saya terima.

Yusuf Dilatih Oleh Orang-orang yang Akan Diperintahnya Kelak

Yusuf adalah satu dari 12 bersaudara yang berasal dari Israel. Ia dibesarkan untuk percaya bahwa hanya ada 1 Allah. Ayah dan ibunya, Yakub dan Rahel, mengajarkannya jalan-jalan Allah, dan budaya dimana ia dibesarkan jauh berbeda dari budaya Mesir. Meski hanya sedikit yang ia tahu, destiny-nya tersimpan di Mesir. Ia tak pernah mengira bahwa untuk sesaat di suatu hari ia akan menjadi orang kedua yg berkuasa di kerajaan Mesir, di bawah Firaun. Bahkan setelah mendapat mimpi tentang posisinya di kerajaan, ia tak dapat mengerti destiny yg terbentang di hadapannya.

Serangkaian kejadian yang terjadi setelah ia mengungkapkan mimpinya kepada ayah dan saudara-saudaranya adalah hal terakhir dari pikiran masa mudanya. Bagaimana mungkin ia dapat menjadi penguasa di Mesir tanpa latihan dan pengalaman? Saat saudara-saudaranya menurunkannya ke dalam sumur, hatinya berdebar-debar dan mulutnya kering. Ia pasti mengira-ngira apa arti dari kejadian buruk itu. Sebenarnya, Yusuf akan dilatih olah orang-orang yg akan diperintahnya kelak. Bagi mereka yang banyak diberi, maka banyak hal yang akan dituntut dari mereka.

Daniel adalah Orang yang Terpilih Untuk Suatu Tugas Ilahi di Suatu Budaya Asing

Saat berhadapan dengan destiny, kita tak dapat mengabaikan isu budaya. Destiny anda mendikte situasi masa kini anda. Jika anda dapat mengatasinya, maka anda akan menerimanya, dan jika menolaknya, maka tantangan masa kini anda akan sesulit yang anda bayangkan. Satu-satunya hal yang harus anda tolak ialah iblis, dan dibutuhkan hikmat untuk mengenal perbedaannya.

Pernahkan Daniel bermimpi bahwa suatu hari ia akan menjadi penguasa di Babilonia? Ketika ia masih seorang anak kecil, dibesarkan sebagai seorang Yahudi, bayangannya hanyalah menjadi suami, ayah, rabi, tukang kayu atau petani. Ia tak pernah membayangkan bahwa saat berusia 15 tahun, ia akan dikebiri, takkan pernah memiliki anak, diambil dari rumahnya yang berharga di Yehuda sebagai budak di Babilonia. Meski demikian, destiny-nya tersimpan di Babilonia.

Sebagai wakil dari Yehuda, ia dipilih bersama ketiga orang kawannya, untuk dilatih di sekolah orang Kaldea. Bukannya dipaksa untuk bekerja sebagai budak pekerja seperti yang lainnya, ia disekolahkan untuk melayani raja Babilonia. Karenanya ia wajib untuk belajar bahasa Babilonia, menyerap kebiasaan Babilonia dan berunding dengan pejabat-pejabat asing demi kepentingan raja Nebukadnezar. Daniel dipaksa untuk melayani kaum barbar yg membunuh bangsanya. Ia dilatih di dalam “universitas Babilonia.”

Tekanan untuk dibentuk menjadi orang Babilonia pastilah menjadi-jadi. Tapi Daniel memutuskan mengimbanginya dengan tidak memakan makanan yang sama dengan makanan orang Babilonia. Daniel adalah orang yang terpilih untuk suatu tugas ilahi di suatu budaya asing.

Apa yang terjadi pada Daniel terjadi kembali di masa kita. Tekanan yang mereka berikan kembali terjadi. Babilonia, kota kuno itu telah hancur. Babilonia, kekuatan spiritual dunia, tak pernah beranjak. Anda memiliki pilihan yang sama dengan Daniel dan kawannya untuk dihadapi.

Ia akan masuk ke dalam tahun-tahun sejarah sebagai suara yang menuntun raja-raja Babilonia dan mengajar mereka dengan pengetahuan dan hikmatnya akan Allah Mahakuasa, akan karunianya, dan yang lebih penting lagi akan karakternya. Raja-raja Babilonia akhirnya memaklumatkan bahwa hanya ada satu Allah, dan itu adalah Allahnya Daniel.

Yusuf, Daniel dan Daud: Apakah Persamaan Di Antara Mereka?

Daud, seorang gembala muda yang sederhana, memiliki suatu destiny – untuk menjadi Raja Israel yang dikasihi. Lalu, mengapa 13 tahun atau lebih berikutnya dihabiskannya dengan berlari dari seorang raja maniak – Saul, tinggal di dalam gua-gua, gunung-gunung, dan ya, bahkan di tanah asing, sebelum ia akhirnya mengambil takhta kerajaan Israel?

Setiap karakteristik mereka memiliki beberapa persamaan – suatu pengertian dan penghargaan yang dimurnikan terhadap kelompok sosial lainnya dan suatu hasrat untuk membawa reformasi dan rekonsiliasi.

Allah telah mengungkapkan kepada saya di awal Maret 2010, dan terus sepanjang dekade, aka nada reformasi besar-besaran, sama kuatnya seperti pada masa Martin Luther di abad ke-16. Kata reform (memperbaiki) berarti, “Untuk mengubah; meninggalkan apa yang salah, korup, tidak relevan dan tidak memuaskan.” Di dalam reformasi, sesuatu yang mengendalikan selalu diakhiri dan sesuatu yang relevan selalu muncul.

Jika orang-orang Kristiani Tidak Relevan Dalam Hal-hal Umum, Bagaimanakah Kita Akan Relevan Dalam Hal-hal yang Besar?

Di abad ke-16, terjadi tekanan agamawi dan orang hanya diajarkan tentang iman, baik surat gadai ataupun fanatisme tak dapat membenarkan manusia dan hanya iman di dalam sumbangan dan perbuatan baik yg dapat membenarkan manusia, yaitu dengan menyumbangkan uang bagi gereja.  Martin Luther, seorang biarawan Katolik, menulis 95 Tesis-nya yang terkenal dan memakukannya ke pintu All Saints Church pada 31 Oktober 1517, hampir 500 tahun yang lalu – suatu kejadian yang kini dilihat sebagai percikan munculnya Reformasi Protestan.

Luther kemudian membuktikan bahwa sistem agamawi yang berlaku berlaku sewenang-wenang dan kehilangan pandangan akan apa yang dilihatnya sebagai beberapa kebenaran sejati Kristiani. Yang penting baginya adalah doktrin pembenaran – tindakan Alah dalam membenarkan orang berdosa – hanya oleh iman melalui anugerah Allah. Ia mengajarkan bahwa keselamatan atau penebusan adalah hadiah anugerah Allah, yg dapat diperoleh hanya melalui iman di dalam Yesus, Sang Mesias. 95 Tesis segera diterjemahkan dari bahasa Latin ke dalam bahasa Jerman, dicetak dan disebarkan luas, membuat kontroversi sebagai salah satu sejarah awal dalam pecetakan. Dalam 2 minggu, salinan Tesis telah menyebar di SELURUH JERMAN; dan dalam dua bulan menyebar di seluruh daratan Eropa.

Kini kita memasuki suatu periode reformasi besar-besaran. Para reformis sedang muncul. Mereka akan disebut orang-orang musyrik, sama halnya dengan para reformis abad ke-16, namun di luar dari penyiksaan, akan muncul suatu kegerakan yang jauh lebih besar dari apa yang muncul di jaman Martin Luther, yang melahirkan Gereja Protestan.

Dua hal besar yang harus diperhatikan pada beberapa tahun ke depan adalah Reformasi dan Rekonsiliasi. To reconcile berarti, “Menyatukan kekuatan-kekuatan yang bertentangan.”

Saya yakin Allah memberitahu saya bahwa gerakan Reformasi dan Rekonsiliasi ini akan membawa perubahan dan terobosan besar dalam Kerajaan Allah bagi tahun 2010.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s