Barbie Breathitt: Masa Lalu Sudah Berakhir! Apakah yang Anda Lihat Bagi Masa Depan Anda? (Jun 11, 2010)


Yoel 2:25-27 memberi kita suatu janji pemulihan: “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.”

Apakah yang Anda Lihat?

Apakah yang anda lihat bagi masa depan anda? Apakah anda melihat harapan atau keputusasaan, iman ataukah ketakutan? Apakah anda lelah melihat bagaimana musuh mencuri dari anda dan menjarah harapan dan mimpi-mimpi anda? (Yes. 42:22-23).

Allah menyingkapkan tiap langkah yang diambil oleh Yeremia untuk memasuki musim barunya untuk meraih masa depannya. Awalnya Yeremia tidak dapat melihat masa depannya dengan jelas; ketekunan dan kemurniannya tidak muncul hingga Allah menyingkirkan ketakutan, keraguan, dan penyesalannya. Kita selalu ingin menunjukkan kesalahan kita, kelemahan dan kegagalan kita, dan kurangnya latihan dan keahlian kita. Sebenarnya kitalah alasan mengapa kita tak dapat melakukan apapun, atau mengapa kita tidak menjadi orang yang tepat untuk suatu tugas. Allah menetapkan Yeremia sebagai seorang nabi; Yeremia hanya berfokus pada kesalahan masa lalunya, karena ia tak dapat melihat masa depannya yang cemerlang.

Yer. 1:4-10:  Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”

Kasih Allah yg senantiasa bagi Yeremia memberinya keahlian dan pengertian untuk membangun mata profetiknya untuk melihat penglihatan dan telinganya untuk mendengar firman Allah. “Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?” Jawabku: “Aku melihat sebatang dahan pohon badam.” Lalu firman TUHAN kepadaku: “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku” (Yer. 1:11-12). Allah terus membicarakan potensi Yeremia dan menolak untuk mengijinkan Yeremia untuk berfokus pada permintaan maafnya, ketakutannya dan kegagalannya.

Allah juga berbicara pada hal-hal positif yang kita miliki dan akan menjadi apa kita kelak, bukan pada hal-hal negatif kita. Sebagai contoh, Allah tidak berbicara pada sakit penyakit kita; Ia berbicara pada kesehatan kita. Ia tidak berbicara pada kemiskinan atau kekurangan kita; Ia berbicara pada kekayaan dan kelimpahan kita. Ia tidak berbicara pada kegagalan atau kesalahan kita; Ia berbicara pada keberhasilan kita. Ia tidak berfokus pada masa lalu; Ia berbicara paa masa kini dan masa depan. Allah berbicara dalam bahasa pengharapan untuk mendorong setiap kita agar berhasil. Kita tidak suka untuk ditinggalkan dalam kegelapan, maka Allah membawa kita keluar menuju terang. Ia ingin agar kita mengetahui rencana-rencana indah yang Ia miliki bagi masa depan kita, sebesar keinginan kita agar Ia menyingkapkannya kepada kita.

Allah Memberi Kita Visi yang Baru Untuk Menuntun Kita Dengan Suatu Cara Baru

Baru-baru ini saya menerima mimpi sebagai tanggapan atas pertanyaan saya kepada Roh Kudus untuk menolong saya memahami berada di mana kita di waktu “transisi dan perubahan” ini. Saya memimpikan sebuah mobil berwarna oranye berisi orang banyak. Mobil ini mewakili kehidupan, karir, gereja, dan bisnis orang-orang dimana mereka berada di dalam proses pembuatan keputusan dan perubahan. Mobil ini berwarna oranye sebab tiap orang memakai pikiran mereka, kepandaian mereka dan alasan dalam membuat keputusan. Tak seorangpun mencari Allah ataupun bertanya bagaimana caranya agar berhasil di dalam proses transisi ini.

Mobil ini berada di pertengahan jalan di suatu jalan raya besar. Saat lalu lintas akan memaju-mundurkan sisi mobil, saya dapat merasakan kekuatan angin dari mobil lain yang melaju menggoyang mobil itu. Rasanya tak mungkin untuk terus melaju karena muncul kabut; sehingga tak jelas untuk melihat bagaimana untuk maju, mundur ataupun berbalik. Ini terlalu beresiko. Roh Kudus berkatabahwa kita harus menantikanNya dan pimpinan RohNya bagi gerakan kita atau langkah kita selanjutnya, tak peduli seberapa menakutkan dan tak nyaman rasanya. Ia berkata bahwa Ia akan memberi visi baru dan menuntun kita dengan suatu cara baru. Ia ingin agar kita sepenuhnya bergantung pada suaraNya, visiNya, dan tuntunanNya.

Yes. 43:18-21 berkata: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku. ”

Allah memberi kita wawasan profetik agar kita dapat melihat musim kita yang baru, namun kita harus menanti hingga mata kita menerima visi tertentu dan suara kita mendengar suaraNya yang berkata, “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya!” (Yes. 30:19-22).

Masa Lalu Telah Berakhir…

Ketika kita menangkap gambaran terang dan kebaikan Allah bagi hidup kita di tengah-tengah tempat kegelapan dimana kita berada, kita menerima “visi.” Visi melepaskan harapan. Harapan memampukan kita untuk berubah. Perubahan melepaskan destiny. Destiny mengeluarkan kita dari masa kini dan mendorong kita menuju masa depan. Begitu kita menangkap kilasan akan menjadi apa kita di masa depan, maka kita mampu untuk menjadikannya kenyataan hari ini. Inilah salah satu cara utama Allah untuk mempercepat kebaikan di dalam hidup kita melalui mimpi dan penglihatan. Semakin banyak kita melihat dan percaya, semakin lebih lagi hal itu akan menjadi nyata bagi hidup kita. Kita harus melihat visi itu dan menjadi sepertinya!

Allah melahirkan impian dan visi di dalam kita untuk menghadirkan pewahyuan, pencerahan dan inspirasi. Pewahyuan adalah penemuan akan kebenaran. Pencerahan adalah penerangan ilahi atau intelektual. Inspirasi ialah menyatakan kebenaran yg ditemukan dan dimengerti pada orang lain. Menginspirasi artinya menghirup atau bernafas di dalam Roh untuk merangsang pikiran, untuk menciptakan atau mengaktivasi emosi ke tingkat emosi yg lebih tinggi lagi. Menginspirasi secara rohani ialah menuntun, mempengaruhi, atau membangkitkan oleh pengaruh ilahi Roh Kudus. Melalui pewahyuan, pencerahan dan inspirasi, Roh Allah memanggil Roh Kudus di dalam kita untuk menuntun kita menuju hal-hal tersembunyi, rahasia dan misteri Allah.

Mzm. 42: 8-9 berkata: Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku. TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.

Allah telah berbicara kepada saya bahwa “inilah waktunya untuk memperlebar” dan meningkat, untuk menerima promosi dan pertambahanNya. Namun, jika saya berfokus pada kesukaran-kesukaran masa lalu dan bukannya pada potensi masa depan saya yang menjanjikan, rasa takut akan menghentikan saya untuk membuat perubahan-perubahan yang diperlukan untuk melangkah memasuki hal-hal yang baru.

Yes. 54:2-4: Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. Janganlah takut! Anda takkan dikecewakan…

Allah Sang Juruselamat anda berkata: “Masa lalumu sudah berlalu; ia tak dapat menentukan potensi, ekspektasi atau pengharapanmu kecuali engkau mengijinkannya memerintah masa kini dan masa depanmu.” Allah telah berjanji untuk menyingkirkan rasa malu, aib, dan cemoohan yang menimbulkan rasa takut anda. Allah memanggil anda kembali ke kasih mula-mula anda.

Sukses Ada Di Dalam Mulut Anda!

Ul. 30:11-14 berkata bahwa sukses ada di dalam mulut kita! “Sebab perintah ini, yg kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

Allah ingin agar kita memperkatakan firmanNya untuk melepaskan perkenanan, keselarasan yang strategis, terobosan dan kelimpahan. Saat kita memutuskan bahwa masa lalu sudah berakhir, dan ini saatnya untuk melangkah memasuki hari yg baru, terang Allah akan menyinari jalan kita yang baru. Ayub 22:28-30 berkata, “Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang (perkenanan Allah) akan menyinari jalan-jalanmu. Ketika orang merendahkanmu, engkau akan berkata, ‘Aku sedang diangkat’; dan Ia akan mengangkat dan menyelamatkan mereka yang rendah hati. Ia bahkan akan membebaskan orang (yang engkau doakan) yang tidak bersalah; ya, Ia akan meluputkan oleh karena tanganmu yang bersih.”

Api Allah menyentuh mulut Yesaya dan Yeremia dengan anugerah ilahiNya agar mereka mengatakan firmanNya yang hidup tentang masa depan. Allah menempatkan perkataanNya yg berkuasaNya di dalam mulut Mempelai yang diurapiNya. Ia akan menyatakan bahwa Kerajaan Allah telah tiba dan bahwa kehendakNya akan dinyatakan di bumi, pada setiap bejana dunia, seperti di Surga. Penganugerahan kuasa ilahiNya adalah terbukanya pintu-pintu ganda bagi masa depan kita karena Ia mendahului MempelaiNya untuk menjaga agar pintu-pintu gerbang tetap terbuka. Ia hendak meluruskan tempat yang berliku-liku, dan menyingkapkan harta benda yang tersembunyi di tempat-tempat kegelapan yang rahasia (Yes. 45:1-3).

Untuk bergerak maju ke musim yang baru, kita dituntut untuk lebih lagi membangun iman akan anugerahNya. Allah mengimpartasi anugerah untuk menyingkirkan dan menaklukkan setiap kelemahan kita, memberi kita kuasa untuk bergerak maju. Yeremia berkata kepada Allah bahwa kemudaannya dan ketidakfasihannya dalam berbicara akan merintanginya untuk berbicara bagi Allah. Karena itu, dengan menyentuh area-area kelemahan Yeremia, Allah mengimpartasi anugerah ilahi yg menyingkirkan kelemahan Yeremia. Allah mempercayai kita. Ia berjanji bahwa jika kita memiliki iman di dalamNya dan di dalam penganugerahan kuasa ilahiNya, Allah akan  menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menggenapi masa depan kita.

2 Pet. 1:2-4: Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yg berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Setiap Hari Kita Menerima Anugerah dan Karunia Baru Dalam Perjalanan Hidup Kita

Kita tidak sendirian di dalam perjalanan hidup kita ini. Allah berjanji untuk pergi mendahului kita dan mengalahkan musuh-musuh kita. Ia hidup sebesar-besarnya di dalam kita, dan setiap hari Ia menyertai kita – senantiasa menguatkan kita. Dusta iblis berkata, Engkau tidak dipanggil, tidak diperlengkapi, dan tidak diurapi. Jika kita mendengarkan atau setuju dengan dustanya, kita takkan percaya bahwa anugerahNya dapat menggantikan kelemahan terbesar kita.

Setiap malam Roh Kudus turun menaungi kita dengan kasihNya untuk melingkupi kita dengan mimpi dan visi untuk menyingkapkan potensi kita.

Roh Kudus menuntun dan mengajar kita saat kita melangkah memasuki setiap musim yang baru. Janji-janji Allah benar adanya. Perkataan yang diucapkanNya kepada kita menyiapkan kita untuk melihat masa depan kita. Yer. 1:12 berkata, “Lalu firman TUHAN kepadaku: “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku.'” Allah menggenapi janji-janjiNya kepada Yeremia, dan Ia pun akan setia menggenapi janji-janjiNya bagi anda!

Saat Allah menaruhkan perkataanNya dalam mulut Yeremia, Ia bertanya sekali lagi, “Yeremia, apakah yang kau lihat?” Kali ini Yeremia tidak menjawab dengan pembelaan diri, alasan, atau pembenaran akan kekurangan atau kelemahannya, sebaliknya, ia merespon dengan tepat penglihatan profetik yang diterimaNya, “Aku melihat sebatang dahan pohon badam, tanda kewaspadaan dan aktivitas, yang mekar di akhir musim salju.”

Pohon badam adalah pohon yang pertama kali mekar di musim yang baru dengan kelopak yang berbentuk seperti badam/ almond. Almond menandakan keperawanan, harapan, kewaspadaan dan kelimpahan; kesehatan, hadiah, otoritas, kebahagiaan; persembahan terbaik anda (Kej. 43:11), karena kerajinan dan kerja keras akan menghasilkan produksi tuaian yang berlimpah, dan untung menghasilkan kekayaan; pilihan Allah, kesuksesan dan berkat finansial (Bil. 17:8); dan kebangkitan kasih setia Allah (Yer. 1:11-12).

Saat Yeremia menerima anugerah Allah, matanya terbuka untuk melihat dari perspektif Allah. Visi Allah memampukan Yeremia untuk mengatasi kelemahannya dan dengan berani memasuki destiny dan masa depannya. Saat kita menerima anugerah Allah yang besar di musim transisi ini dalam hidup kita, mata kita juga akan dibukakan untuk melihat dari perspektif Allah terkait destiny kita. Nabi Yeremia “terbangun” untuk melihat musim barunya dan masa depannya. Ia menerima anugerah untuk menggenapi panggilan destiny ilahinya.

Setiap pagi kita terbangun dari suatu mimpi baru, itulah hari yg baru, awal yg baru, kebangkitan yg baru; kita membuka mata kita untuk melihat terang pagi hari. Allah mencurahkan anugerah yg baru, pencerahan dan mimpi ilahi, yg akan membangkitkan kita menuju musim baru kita. Surga mendekat untuk memberi kita kuasa untuk menggenapi destiny kita. Allah mengutus malaikatNya untuk menjagai, menuntun, dan melindungi setiap kita, untuk memastikan bahwa perkataanNya terjadi dalam hidup kitas. Allah adalah pelindung dan pembela orang yang lemah. Hanya Allahl yang mengetahui masa depan! Inilah waktunya untuk mendekat kepada Allah agar kita dapat melihat destiny ilahi dan masa depan kita.

Tingkap-tingkap Surga Sedang Terbuka!

Yeh. 37:1-9: ….Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.” Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.”  

Sahabat, penting bagi kita agar fokus kita kembali dan terus memandang Allah agar kita diberi kekuatan di tengah masa perubahan, transisi, dan guncangan di bumi. Allah memiliki rencana ilahi bagi masa depan kita yang berhasil (Yer. 29:11). Untuk meninggalkan masa lalu dan semua kegagalan dan kekecewaannya dan memasuki masa depan kita, harus ada langkah-langkah yang kita ambil untuk memasuki hal-hal yang baru. Kita meninggalkan musim yang lama dan bergerak maju menuju musim yang baru. Ia memiliki kabar baik bahwa Ia akan melepaskan semua yang terbelenggu dan membuka pintu-pintu penjara! Bacalah Yes. 43:1-5.

Tingkap-tingkap Surga sedang terbuka dan suatu panggilan telah diserukan bagi kita untuk naik ke tempat yang lebih tinggi lagi untuk melihat Lembah Tulang-tulang Kering dari perspektif surgawi. Saat kita memperkatakan perkataan keselamatan dan hidup yang profetik bagi mereka yang mati atau tertidur secara rohani, kita akan membangkitkan jiwa-jiwa dari kematian, dan menarik mereka menuju hidup yang abadi dan kebenaran Allah. Inilah waktu yang menentukan bagi mereka yang menanti untuk memasuki kehidupan Kerajaan. Dengan iman, perintahkan nafas hidup Allah untuk memasuki tentara yang tersebar dan terpencar ini, agar mereka segera bangkit dan hidup. Perkataan Allah yang diurapi takkan kembali dengan sia-sia, tetapi ia akan taat untuk melakukannya dengan tuntunan Roh Kudus.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s