Cindy McGill: Pedoman untuk Bertahan Di Masa-masa Pencobaan Sekarang Ini (Jun 9, 2010)


Saya rasa dapat dikatakan bahwa kita berada di masa-masa pencobaan yang pelik yang kita alami untuk waktu yang lama. Baik itu finansial, emosi, rohani, fisik, atau lainnya, masa-masa ini jelas menantang kita untuk merentangkan diri. Kita berada di dalam proses. Dengan memegang Yesus Kristus, kita mendapati kekuatan, hikmat, pengertian kita, iman yang lebih lagi dan kemampuan untuk melewati badai. Rancangan dari surga dihadirkan agar kita dimurnikan bagi hari-hari ke depan. Allah telah memulai pekerjaan di dalam kita dan Ia telah berjanji untuk menyelesaikannya.

Memahami Proses

Jika kita dapat memahami “mengapa kita mengalami apa yang kita alami saat ini,” maka kita dapat melewatinya. Setiap nubuatan atau janji Allah yang dibuat bagi hidup kita akan bertahan selama pengujian terjadi. Tak ada satupun bertahan atau terbukti hingga ditaruh di atas api, untuk mengeluarkan kenajisan. Tanggungjawab yang meningkat menuntut persiapan yang meningkat.

Sepanjang Alkitab kita melihat proses persiapan Allah bagi mereka yg disiapkanNya untuk memberi pengaruh yang besar. Terkadang, kita benar-benar mendapatkan apa yang saya sebut dengan “obat bius Roh Kudus” untuk masa-masa dimana banyak hal direnggut dari hidup kita untuk memberi kita kekuatan di hari-hari yang akan datang. “Obat bius” ini adalah suatu tempat yang menenteramkan dari Allah di dalam proses perubahan dan pemurnian.

Allah menyiapkan bagi kita tempat-tempat yang telah disiapkanNya bagi kita dan proses pemurnian ini berguna untuk menguatkan karakter kita dan menghasilkan ketetapan hati yang tak tergoncangkan untuk tetap setia kepada Allah di hari-hari mendatang. Kita benar-benar belajar untuk melakukan banyak hal menurut cara Allah. Pengampunan, mengalahkan yang jahat dengan kebaikan, terus mencari, meminta dan mengetuk, yang menghasilkan ketekunan yang lebih lagi di dalam iman, adalah bagian dari proses persiapan kita bagi masa depan.

Memeriksa Ulang Kewarganegaraan Kita

Kewarganegaraan kita adalah di Surga dan sistem nilai kita juga ada di sana. Ketika kita dapat mengamankan diri kita di dalam pencarian akan Kerajaan Allah, maka pencobaan-pencobaan dunia ini takkan melemahkan kita. Lalu kita dapat melihat gunung dimana pertolongan kita berasal dan menjaga emosi kita (roh kita) agar tidak jatuh ke dalam ketiadaan pengharapan, keputusasaan, dan depresi. Di mana harta kita berada, di situ juga hati kita berada.

Fil. 4:8 berkata untuk memikirkan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Kita belajar untuk membawa pikiran-pikiran kita takluk di bawah Kristus. Di Kerajaan ini ada hak-hak istimewa: mujizat, kesembuhan, kemampuan untuk melihat segala hal dengan jelas, perlindungan dari si jahat, kekuatan yang datang dari sukacita, dll. Kita dapat membayangkan diri kita duduk di Surga, melihat banyak dari perspektif Surga. Dari posisi itu, kita dapat memperoleh penilaian yang akurat atas apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Pengorbanan Menghasilkan Berkat

Di bawah ini adalah beberapa hal dimana kita dapat berpartisipasi dalam berkorban:

• Pengorbanan Puji-pujian. Ketika hal-hal tergelap tampak terjadi, hal utama yang harus kita lakukan adalah memuji, karena pujian adalah senjata peperangan yang terkuat yang mengganti penguasa dan pemerintahan di tempat-tepat tinggi. Iblis takkan dapat masuk ke dalam saat-saat pujian. Pengorbanan puji-pujian didasarkan pada iman, yaitu memuji Allah untuk jawaban akan hal-hal yang belum kita lihat terjadi. Puji-pujian ini untuk kasih dan perlindunganNya bagi kita, kebaikanNya, anugerahNya dan kuasaNya, baik kita merasakannya atau tidak.

Puji-pujian mengantarkan hadirat Allah ke dalam situasi kita. Pujian mengubah atmosfir dan menyelaraskan roh kita dengan RohNya. Pujian mengangkat roh kita keluar dari keputusasaan dan menguatkan kepercayaan kita akan rencana Allah. Ketika kita berkonsentrasi saat memuji Allah, gangguan-gangguan lainnya takkan dapat mengalihkan perhatian kita.

• Pengorbanan Persembahan. Persembahan adalah prinsip Kerajaan. Ingat kisah pemberian si janda miskin dalam Luk. 21. Saat orang kaya mengeluarkan kekayaan mereka, si janda memberi semua yang dimilikinya. Yesus menganggap apa yang diberikannya sebagai hadiah terbesar. Jika kita tidak memberi di masa-masa kekurangan, maka kita takkan memberi di masa-masa berkat. Ini fakta. Pemberian yang berkorban adalah suatu ujian. Saya yakin Allah mencari mereka yang takkan menimbun dan akan terus memberi meski masa-masa sukar terjadi. Merekalah yang sejatinya dapat dipercaya di hari-hari yang akan datang.

Janda di Sarfat pada 1 Raj. 17 menghadapi hal ini. Saat ia merasa ia dan anaknya menghadapi makanan terakhir mereka, Elia meminta untuk diberi makan pertama kali. Saya yakin hal ini pasti mengagetkan, tapi di dalam ketaatan akan perintah Elia, ia membuat sepotong roti baginya, dan tanda ketaatannya ini membuatnya memiliki persediaan. Tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli-bulinya tidak berkurang. Di masa pencobaan finansial di saat ini, Allah mencari mereka yang akan memberi lebih dan lebih, dan Ia pun akan memberkati lebih dan lebih lagi.

• Tindakan Kebaikan yang Berkorban. Tindakan kebaikan yang spontan membawa kesukaan besar bagi hati Allah. Itu sifat Allah. Ketika kita mengalihkan mata kita dari diri kita dan melihat untuk menolong orang lain di masa membutuhkan, kita akan mendapati depresi menjauh dari kita.

Terus Mendesak Menuju Kemegahan

Suatu kebangkitan rohani yang besar sedang mulai terjadi. Petunjuk kita sederhana. Mikha 6:8 berkata bahwa 3 hal yang Allah tuntut dari kita: berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup rendah hati. Peperangan adalah milik Allah. Ia akan berperang bagi kita saat Ia kita tempatkan di depan kita. Gerakkan setiap orang untuk mengasihi dan melakukan perbuatan baik. Kasih selalu mendahulukan hal-hal yang terbaik. Tinggal dan diamlah di dalam damai sejahtera. Berfokuslah kepada Allah dan bukan kepada berita dan peristiwa yang sedang terjadi. Allah SUNGGUH-SUNGGUH memegang kendali. Ketika kita belajar untuk mengendalikan kekuasaan, maka kita akan mewarisi bumi. Allah menyediakan hal-hal besar dan yg lebih besar lagi di depan bagi kita.

Teruslah melalui proses, pertahankan fokus anda dan Allah akan membawa kita menuju suatu tempat yang luas dimana kemuliaanNya akan terlihat di seluruh penjuru bumi.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s