K. Pelton: Belajarlah untuk Bergantung dan Bermimpi Besar! (17/5/10)


Baru-baru ini saat saya melayani di Alberta, Roh Kudus memberi penglihatan yang melibatkan satu adegan dalam film “The Polar Express.” Dalam film ini, sekelompok anak dibawa dalam kereta ajaib menuju Kutub Utara. Ketika mereka berada di dalam KA, setiap anak mengeluarkan sebuah tiket emas bersama surat yang dilubangi oleh kondektur KA. Saat setiap anak kembali ke rumah setelah kunjungan mereka ke Kutub Utara (dengan pelajaran yang sangat berharga tentang masa kanak-kanak dan keyakinan), sang konduktor mengambil setiap tiket dan melubangi lebih banyak surat ke dalam tiket mereka yang terangkum dalam “sudah mendapat pelajaran.”

Seorang anak perempuan mendapat kata “Memimpin” dilubangi ke dalam tiketnya, sementara anak laki-laki yang lain mendapat kata “Percaya.” Namun seorang anak laki-laki yang masih belia menerima kata “(Lean) Bersandar.” Dengan penasaran ia menatap kondektur karena ia tidak mengerti pentingnya kata ini. Sang konduktor mengatakan padanya untuk membacanya kembali, dan ia melihat bahwa kata itu sebenarnya adalah “(Learn) Belajar.”

Saat itu Roh Kudus mengingatkan saya akan Kid. Agung 8:5, Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya?

Lalu Roh berkata kepada saya, “Agar dapat mempelajari hal-hal yang baru di waktu yang baru ini, pertama-tama engkau harus belajar untuk bersandar. Engkau harus terlebih dahulu bersandar padaKu agar engkau dapat belajar dariKu.”

Terhadap Apakah Engkau Bersandar? ”

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka ia akan meluruskan jalanmu.” – Ams. 3:5-6

Bersandar pada Kekasih kita kerap menuntut kita untuk menjauh dari pengertian kita sendiri. Jalan-jalanNya bukanlah jalan-jalan kita, ataupun pikiranNya bukanlah pikiran kita. Hal ini kerap membuat kita tidak mengerti. Ketika bersandar dan bergantung kepada Allah akan arah, Ia sering meminta kita melakukan hal-hal dan pergi ke tempat-tempat yang tidak masuk di akal. Dan ketika kita mulai menaati tuntunanNya, “bersandar padaNya” akan semakin penting lagi. Keintiman dan ketergantungan penting bagi kita untuk menerima pengetahuan dan pewahyuan akan bagaimana kita berjalan dan kemana kita pergi – begitu juga waktu saat kita melangkah. ”

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu…” Apakah kepercayaan itu? Menurut kamus, kepercayaan berarti, “Suatu keyakinan atau anutan yang teguh terhadap kejujuran, integritas, dapat diandalkan, keadilan, dll dari hal atau orang lain (iman; ketergantungan).”

Ini bukan sesuatu yang baru, namun pada hari-hari mendatang, akan semakin penting bagi kita untuk lebih mendekat lagi kepada Kekasih kita agar dapat mendengar suaraNya dan sepenuhnya bersandar pada perkataanNya yang akan menuntun dan mengarahkan kita.

Mengganti Dusta Dengan Kebenaran

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. – Mzm. 25:4-5

Bulan lalu pelayanan lokal kami berkumpul bersama untuk doa dan penyembahan. Saat kami bersama, Roh Kudus menyuruh kami untuk mengambil selembar kertas dan menulis semua dusta yg kami perjuangkan atau yang telah menguasai kami dalam kehidupan pribadi kami. Kami yang hadir mengijinkan Allah memeriksa hati kami dan kami menuliskan semua yang ditunjukkanNya kepada kami. Lalu kami membakar kertas-kertas kami dan melepaskan dusta dari hidup kami.

Bilamana Allah dapat menuntun kita di dalam kebenaranNya jika kita mempercayai dusta bahwa tak ada tempat bagiNya? Allah ingin agar kita terbebas dari dusta sang pendakwa yang menjerat kita. Musuh telah menangkap kita di dalam jaring dusta untuk waktu yang lama dan menahan kita untuk memasuki milik pusaka kita. Perasaan saya mengatakan bahwa kini ktia memasuki masa-masa dimana hal mujizat akan menjadi umum bagi mereka yang bersandar pada Allah mereka.

Kini kita bergerak menuju masa-masa yg akan menuntut kita untuk menerima instruksi-instruksi yang mendetail dan seksama dari Roh Kudus. Jika kita ingin melihat tuaian jiwa besar-besaran, kita perlu mengetahui bagaimana kita memperhatikan mereka, memelihara mereka dan berjalan bersama mereka. Meski musuh tampaknya telah menghancurkan umat Allah, saya merasa kebenarannya adalah bahwa Allah telah turun dan dengan murah hati melepaskan kita dari segala hal yang dapat menghancurkan kita di hari-hari yang akan datang.

Saat ini saya mendorong kita untuk mengijinkan Roh Kudus menunjukkan pada anda setiap dusta yang telah menawan anda, dan mengijinkanNya untuk mengubah itu semua menjadi kebenaran yang akan memerdekakan anda.

Bagi Dia yang Mampu

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. – Ef. 3:20-21

Inilah waktunya bagi mereka yang mengetahui bahwa DIA MAMPU! Allah terus berbicara pada saya untuk “Bermimpi Besar.” Lalu, setelah saya bermimpi sebesar yg saya bisa, Ia berkata bahwa “hal-hal besar” saya masih belum cukup besar! Ia memerintahkan saya dan suami saya untuk mencari properti di dalam penglihatan yang Ia berikan kepada kami untuk membuka suatu rumah bagi 10 anak laki-laki yang tidak memiliki keluarga. Saya mulai (di dalam iman) mencari rumah yang sangat murah sebagai tahap awal. Lalu Allah menyuruh kami untuk mencari di suatu properti yg akan dijual di suatu jalan tertentu. Satu-satunya properti yg hendak dijual adalah sebidang tanah seluas 218530.246 m² yang terdiri dari 3 rumah, lumbung, studio, dll, dengan kisaran harga jutaan dollar. Tempat ini memiliki segalanya yang kami butuhkan untuk berpindah ke mimpi yangtelah diberikanNya kepada kami. Lalu Ia berkata, “Milikilah tanah itu.” Apa? Ini gila! – namun kini kami sedang berada di dalam proses untuk mempercayai suatu mujizat.

Mengapa saya membagi hal ini? Karena Allah mungkin bertanya kepada anda sesuatu yang akan melebihi apa yg anda minta atau bahkan bayangkan. Ia mungkin memberi kepada anda sesuatu yg lebih dari yang anda bayangkan, namun anda harus bersedia untuk mendengar dan menaati apapun meski tak masuk akal.

Apakah saya memiliki kekayaan untuk membeli tanah ini? Tidak, namun Bapaku di Surga mengetahui dimana semua kekayaan disimpan dan hal ini memberiNya kesenangan yang besar untuk memindahkannya ke dalam tangan anak-anakNya. Apakah yang Allah minta dari anda? Apakah mimpi-mimpi anda? Apakah mimpi-mimpi yang dimilikiNya bagi anda? Siapkah anda untuk melihat Allah melakukan hal-hal yang tak terkira yg lebih dari apa yg anda minta atau bayangkan? Maka Ia mampu melakukan hal-hal yang lebih! KuasaNya bekerja di dalam anda agar anda dapat melakukan segala hal yang dapat anda lakukan melalui Dia yang menguatkan anda. Bersiaplah untuk bermimpi hal-hal besar dan kemudian belajarlah untuk mengikuti tuntunanNya saat anda bersandar padaNya.

Bermimpilah hal-hal besar, Para Kekasih!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s