Tiffany Ann Lewis: Mintalah PadaKu… Kata Tuhan (Apr 11, 2010)


… kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar. – Ams. 13:22

Ada hal-hal yang disimpan bagi orang-orang benar yang berada di tangan orang-orang fasik. Saya percaya “hal-hal” ini akan dilepaskan kepada kita melalui doa. Para kekasih, kita dipanggil dan diciptakan untuk saat seperti saat ini, untuk menyatakan keinginan-keinginan hati kita dan meminta Raja agar KerajaanNya datang. Mari saya tunjukkan apa maksud saya.

Ada beberapa kata-kata berbeda dalam bahasa Ibrani yang diterjemahkan sebagai doa. Salah satunya ialah sha’a – diucapkan shaw-al’ (Strong’s #7592). Sha’al bukanlah kata biasa untuk doa; sebaliknya, ini adalah kata yang secara khusus dipilih oleh Roh Allah.

Kata yang paling umum untuk doa ialah palal. Palal berarti untuk turut campur, menengahi, memohon, dan membuat permohonan. Namun Sha’al berbeda secara arti. Sha’al memiliki arti biasa yang dapat anda pikirkan mengenai doa: untuk meminta, bertanya, memohon, dan untuk berharap; namun juga memiliki suatu kualitas yang sangat menarik yang hilang dalam terjemahan bahasa Inggris, yaitu untuk meminjam dan/ atau untuk menuntut.

Kita melihat akar (sha’al) ini dalam bagian puncak dari Alkitab, saat Allah membebaskan bangsa Israel keluar dari perbudakan melalui tercurahnya darah anak domba, yang karenanya menjadikan Paskah pertama. Namun lebih dari sekedar kemerdekaan…..ada juga janji di dalamnya.

Kita Tidak Keluar Dengan Tangan Hampa

Allah memberitahu bangsa Israel bahwa mereka takkan meninggalkan Mesir dengan tangan hampa. Mereka telah ditawan selama > 400 tahun, sebagai budak bagi Firaun. Lalu, apa yang mereka miliki? Barangkali nyaris tidak ada, namun demikian, “kekayaan” mereka secara harfiah sedang disimpan di tangan orang-orang yang menahan mereka.

Para wanita menerima instruksi yang sangat spesifik dimana mereka bertanggung jawab agar janji ini tergenapi. “… tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu” (Kel. 3:22). Kata “meminta” pada ayat di atas adalah kata Ibrani kita yang digunakan untuk doa – sha’al. Bayangkan sejenak bahwa anda meminta agar orang yang menawan anda memberi anda perak, emas dan kain-kain, agar saat anda keluar dari perbudakan anda menjadi kaya. Luar biasa! Namun, janji ini tergenapi dan kita melihat bangsa Israel keluar dari perbudakan dengan kekayaan orang-orang Mesir di tangan mereka (Kel. 12:35-36). Haleluya!

Kita telah ditebus dari dosa dan maut, namun masih ada lagi – hidup yang berkelimpahan – yang Yesus katakan dalam Yoh. 10. Berkelimpahan artinya melebihi dan melampaui kebutuhan atau ukuran. Hal ini tidak saja terkait dengan keuangan kita; Yesus datang untuk memberi kita damai sejahtera melebihi apapun, hubungan yg lebih berarti, sukacita dan kebahagiaan yang luar biasa.

Inilah musim penebusan kita dan musim dimana musuh menyimpan kekayaan kita. Kebenaran kita hanya diraih melalui satu hal – curahan Darah Anak Domba, Yesus Kristus. Ia membebaskan kita dari kubur dan memindahkan kekayaan bangsa-bangsa bagi kita.

Kemuliaan bagi Anak Domba – Raja Segala Raja!

Diundang untuk Meneguhkan Permohonan-permohonan Kita

Akar kita juga muncul di kitab yg amat terkenal – kitab Ester. Raja Ahasyweros memanggil nama Ester, mengundangnya maju, dan berkata padanya, “Apakah petisimu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.” (Est. 5:6)

Menarik untuk dicatat bahwa raja menanyakan dua hal. Pertama, ia bertanya apakah petisi Ester. Kedua, ia bertanya apakah permintaannya. “Petisi” (Strong’s #7596) berasal dari akar kata kunci sha’al, dan “permintaan” berasal dari baqqashah yang diucapkan bak-kaw-shaw’ (Strong’s #1246).

Baqqashah adalah suatu petisi, permintaan, dan berasal dari akar kata: untuk mencari, meminta, keinginan, tepat, permintaan. Namun juga, untuk mendapati, meneguhkan, untuk mencari wajah, hasrat, tuntutan, untuk bertanya, meminta, demikian juga untuk dicari. Kata ini melukiskan suatu gambar dari seseorang yang mencari, berharap mendapati, dan meneguhkan apa yang dimintanya. Ini bukan kata pasif, tetapi tindakan yang aktif, berkuasa dan positif. Itulah baqqashah.

Raja Ahasyweros mengundang Ester agar meminta sesuatu darinya saat ia meminta Ester untuk membuat permintaan. Tampaknya ada suatu keinginan di hati raja agar Ester meneguhkan apa yang ia cari. Hal ini mengungkapkan undangan Yesus yang diperluas bagi kita juga. “…Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.” (Mat. 11:12b)

Para terkasih, kita memilih posisi kerajaan di hadapan Raja semesta alam yang diberikan kepada kita melalui pengorbanan Anak Domba. Ia mengenal setiap kita. Kita dipanggil dan diciptakan untuk saat seperti saat ini: untuk berdoa dan meminta keinginan hati kita kepada Allah dan untuk menuntut agar kebenaran akan dicurahkan ke dalam hidup kita.

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibr. 4:16). Mintalah dengan penuh keberanian, mintalah lebih dari setengah Kerajaan…mintalah agar Kerajaan Allah sepenuhya terbentuk di bumi.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s