Chuck Pierce: H. 19: Roh-roh yang Rusak Dapat Dipulihkan! (Feb 19, 2010)


Penyakit dan kelemahan adalah suatu pola dalam hidup saya. Bertumbuh dengan kelemahan dan kesakitan adalah cara hidup saya. Reaksi alergi yang parah, asma, radang perut, dan migrain yang berlebihan menjadi umum. Para dokter telah melakukan segalanya. Bahkan saya sudah meminum Valium dari kelas 4 SD. Sejak saya dipenuhi oleh Roh, saya telah belajar bagaimana melawan kuasa penyakit. Tapi saya belum seutuhnya mengalahkan kuasa kelemahan dalam hidup saya. Di awal tahun 1990-an, saya menerima beberapa laporan buruk perihal kerongkongan dan usus besar saya – mereka rusak dan menciptakan situasi berbahaya bagi hidup saya. Tuhan membawa saya melalui serangkai diagnosa buruk dari para dokter. Lalu, karena situasi internal saya, tubuh saya mulai menolak apapun yg masuk ke dalamnya dan memandangnya sebagai penyebab alergi. Saya mulai mengalami shock tubuh. Saya kacau sekali! Di titik ini, saya cemas akan masa depan saya.

Di National School of the Prophets yang dilaksanakan di Baltimore, Maryland tahun 2001, Cindy Jacobs, sahabat saya, berbagi dengan saya bahwa ia yakin penyakit saya berhubungan dengan trauma yang saya alami saat bertumbuh dewasa. Ia yakin bahwa kepemimpinan ayah saya yang hilang dalam keluarga kami dan kematian dininya masih berkuasa atas diri saya. Kesan pertama saya adalah, Bagaimana mungkin? Saya telah melalui begitu banyak pelepasan. Saya bahkan telah menulis buku tentang mengatasi kehilangan yang terjadi dalam keluarga saya.” Saya pulang dari Baltimore dalam kondisi sangat sakit dan tidak mampu menelan apapun. Saudara saya, Keith, yang mengajar Sekolah Minggu menelepon saya setelahnya. Ia berkata, “Saat saya mengajar, Tuhan berkata pada saya bahwa sakit yang engkau derita berkaitan dengan kematian ayah kita.” Saya berpikir, “Mengapa bukan saudara yang sakit? Ayahku adalah ayahnya juga.” Saat saya menanyakan hal ini, ia berkata, “Engkau memiliki ikatan emosional yg berbeda dengan ayah dibanding saya. Kematiannya melukai dan mempengaruhimu, namun tidak bagiku.”

Pernyataan ini membuka mata saya. Saya tersungkur di hadapan Tuhan dan mulai memintaNya untuk menghancurkan kesalahan kelemahan generasional ini yg terkait dengan trauma kehilangan yang saya alami dalam hidup saya. Sejak saat itu, Tuhan menuntun saya dalam suatu perjalanan pengertian bagaimana trauma mempengaruhi DNA kita dan melemahkan roh kita. Satu ayat yang menjadi ayat kehidupan bagi saya ialah Ams. 18:14: Orang yg bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yg patah?” Suatu roh yg rusak dapat terjadi ketika kesulitan-kesulitan hidup menghancurkan kemampuan kita untuk bertahan. Yesus datang untuk menyembuhkan tubuh kita. Namun, kita mendapati bahwa keinginanNya bagi kita adalah kita menjadi satu di dalam tubuh, roh, dan jiwa. Ketika Tuhan menunjukkan pada saya kuasa, saya dapat MELIHAT bagaimana masa lalu saya terus memegang roh kelemahan ini.

Apapun jalan yang anda pilih bagi pemulihan saat anda mengikuti Tuhan, temukan akar penyebab kelemahan anda, dan teruslah mendesak ke dalam proses pemulihan. Selama masa kelemahan saya, saya memutuskan untuk mengikut Tuhan hingga ke Nigeria. Saat itu Dr. Peter Wagner memimpin suatu pertemuan di sana bersama para pemimpin apostolik utama dari negara tersebut. Saya selalu melayani Peter dimana saja ia meminta saya, tapi pikiran untuk menuju Nigeria pada kondisi saya amat sulit terwujud. Namun Peter mendorong saya untuk pergi. Ia bahkan berkata, “Karena sebagaimana kuasa Allah bergerak di sana, engkaupun akan dipulihkan.” Ia benar. Saya mengatasi ketakutan saya untuk pergi ke negeri asing di kala sakit. Saya pergi ke Nigeria, dan saat berdoa (bersama 10,000 orang), Roh Allah turun. Saat perjamuan kudus, mereka yang sakit diundang untuk maju. Saya ada di baris depan. Saat saya maju, saya merasakan kutuk kelemahan meninggalkan tubuh saya.

Di tengah segala kekacauan, kita harus meminta pertolongan hikmat dari Roh Kudus. Ada masa-masa dimana seseorang berada dalam kondisi depresi atau kegelisahan dimana ia tak dapat melayani hingga pengobatan dijalankan. Saya menghadapi orang-orang yg menolak pengobatan karena meyakini bahwa hal ini berarti mereka tidak memiliki iman. Saya telah berbicara dengan para hamba Tuhan yang menolak melayani pelepasan bagi seseorang yang menjalani pengobatan sebab hal itu mengubah pola pikir. Jika hal ini mengubah pikiran untuk mampu berpikir logis dan fokus, maka mereka seharusnya menerima pelayanan ini. Kabar baiknya adalah tersedia bantuan bagi mereka yg memiliki masalah emosional dan mental. Lihatlah siklus-siklus dalam hidup anda dan bersiaplah untuk menghancurkannya. Allah dapat menghancurkan setiap struktur dan mulai memperbaiki roh anda yang rusak. Mintalah padaNya untuk menunjukkan bagaimana trauma is affecting our ability to SEE the future!

Hafalkan Ams. 18:14.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s