Chuck Pierce: Hari 17: Yesus Menyembuhkan – Teruslah Mendesak dan LIHATLAH KuasaNya! (Feb 17, 2010)


Saya berharap saya dapat berkata bahwa saya tak pernah sakit lagi sejak saya mulai “melihat” bagaimana kelemahan bekerja terhadap rasa kehilangan dan trauma. Namun, sejak saat itu, suatu kuasa untuk menolak penyakit telah berdiam di dalam saya. Ketika kuasa kelemahan muncul di depan saya, saya berserah kepada Allah, menolak iblis dan melihatnya enyah dari hadapan saya.

Yesus menyembuhkan orang sakit. Ini adalah salah satu pelayanan utamaNya. Ia berhadapan dengan banyak penyebab penyakit organik dan individu-individu yang mengalami kegilaan, cacat lahir dan infeksi. Orang buta, tuli, lumpuh dan mereka yang menderita mendekatiNya untuk meminta pertolonganNya. Saya khususnya menyukai kisah wanita dengan roh kelemahan yang “memohon dengan sangat” dalam Mrk. 5:25-34. Ia adalah contoh yg luar biasa dari penaklukan pribadi. Ia menaklukkan struktur agamawi masa itu, celaan karena ia seorang wanita dan stigma orang najis. Ia terus mendesak untuk menyentuh Tuhan. Hal ini membuat Tuhan melepaskan “kebaikanNya” (KJV; “kuasa” dalam NKJV) dari tubuhNya sendiri yg menyembuhkan sakitnya.

Pada budaya Ibrani di masa itu, banyak orang yakin bahwa penyakit adalah akibat langsung dari dosa (Yoh. 9:1-3). Tapi Yesus mengubah konsep ini dengan menyembuhkan seseorang yang buta sejak lahir. Ketika murid-muridNya bertanya, “Siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Yesus menjawab bahwa penyakitnya bukan karena ia atau orang tuanya, “tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia” (Yoh. 9:3). Banyak pilihan yang salah menghasilkan akibat-akibat yg mempengaruhi tubuh kita, namun Yesus datang untuk memperluas anugerah untuk membawa kita keluar dari perbudakan hukuman akan dosa menuju kesembuhan dan kesempurnaan. Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa dan menyembuhkan (Mat. 9:1-8; bandingkan dalam Mrk. 2:1-12; Luk. 5:17-26).

Di beberapa kesempatan, Yesus menggunakan ludahNya sendiri sebagai olesan atau urapan (Mrk. 7:32-35; 8:22-25; Yoh. 9:6-7). Saya mendapati hal ini mengagumkan – salah satu cara utama DNA dikumpulkan untuk percobaan ialah melalui contoh air ludah. Yesus mengunakan ludahNya sendiri, menaruhnya pada mata orang buta dan melihat bola matanya terbentuk. Ia juga menyembuhkan mereka yang menderita kegilaan dan epilepsi – penyakit biasanya dikaitkan dengan kuasa iblis (Mrk. 9:18). Yesus menetapkan sakit demam dan disentri (Mat. 8:14-15). Sterilitas dan kemandulan juga masalah-masalah utama dalam masa-masa alkitabiah. Apapun sebab penderitaan mereka, orang-orang mendapati bahwa Yesuslah Penolong yg sesungguhnya.

Ia ada di sana bagi anda. Jadilah seperti wanita di atas dan “teruslah mendesak” semua struktur yg menghentikan anda untuk mengalami kebebasan dan “melihat” suatu kesempurnaan dan damai sejahtera yang baru yang menanti anda.

Baca Mat. 9, Yoh. 9.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s