Chuck Pierce: Hari 15: Siklus Kelemahan Harus ENYAH! (Feb 15, 2010)


Inilah saatnya untuk meruntuhkan siklus kehancuran. Suatu “siklus” ialah satu interval selama suatu urutan peristiwa yang terjadi berulang-ulang. Suatu siklus juga dapat berupa suatu urutan peristiwa yg terjadi secara periodik, sesuatu yg terjadi berulang-ulang dalam satu waktu tertentu. Suatu siklus dapat dikaitkan dengan suatu waktu atau peristiwa dan disusun secara ilahi agar suatu luka atau ketidakadilan yang berulang turun-temurun. Setan suka menahan kita untuk memutari gunung yang sama atau menahan kita dalam suatu pola siklus. Namun Allah memiliki obat penawar bagi kelemahan kita. Melalui darah dan kuasa penebusan Tuhan Yesus Kristus, kita dapat menghancurkan setiap pola-pola lama yang ada dalam hidup kita. 

Saat kita bersiap masuk ke suatu tingkat kebebasan yg baru, kita harus menghadapi kuasa-kuasa yang ingin menahan kita di musim yang lama. Kita telah melihat bagaimana kemiskinan berusaha menciptakan penguasa untuk mencegah kita melihat kelimpahan kita. Kini, mari lihat bagaimana kelemahan berusaha mencegah kita untuk berdiri tegak. Kelemahan ialah istilah yang mencakup lebih dari sekedar penyakit & kesakitan. Istilah ini pun terkait dengan dukacita & penderitaan.  Mat. 8:16-17 menegaskan bahwa Yesus “mengusir roh-roh jahat dengan sepatah kata, dan menyembuhkan orang-orang sakit, yang menggenapi perkataan nabi Yesaya bahwa: ‘Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita’” (Yes. 53:4). Kelemahan juga dapat merujuk pada ketidakmampuan akan suatu hal atau hal lainnya. Kelemahan dapat terjadi sebagai hasil dari kerusakan moral atau rohani yang menyebabkan kehendak kita menyimpang dari Allah. Kelemahan dapat dihubungkan dengan pengaruh dari suatu roh jahat (Luk. 13:11).  

Kelemahan dapat juga dikaitkan dengan keseluruhan kelemahan dalam tubuh kita atau dalam segala hal yang menciptakan kelemahan, seperti dukacita. Rm. 15:1 berkata bahwa mereka yang “kuat wajib menanggung kekurangan orang yang tidak kuat” (NASB). Kekurangan ini termasuk kelemahan. Tidak hanya Kristus menanggung kekurangan dan kelemahan kita, namun kita juga dipanggl untuk menanggung kekurangan dan kelemahan saudara-saudari kita dalam Kristus.  Inilah yang dimaksud dengan doa syafaat. Rm. 8:26 berkata, Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”   

Kita telah dipanggil untuk berdoa bagi mereka yang sakit, yang mengijinkan kita untuk membawa seseorang yang lebih lemah dibanding diri kita ke hadapan Allah. Saat kita bergerak di musim ini, kita harus mulai menetapkan kuasa-kuasa yang dikirim oleh Setan untuk menghalangi kita melihat destiny kita dinyatakan.  

Baca Luk. 13, 18. Hafalkan Mzm. 107:20. Renungkan Mzm. 103:1-6.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s