Francis Frangipane: Allah Atas Gunung dan Lembah (Feb 7, 2010)


Peperangan yang kita hadapi terkadang adalah masa-masa kelemahan, kesukaran, dan kekacauan yg menghebat. Jika semua peristiwan dalam hidup kita dipetakan, maka ini adalah titik terendah kita. Namun Allah selalu menyertai kita di masa-masa kesukaran. Faktanya, lembah-lembah ini sering merupakan rencana Allah sebagai pengalaman kita mendaki ke puncak-puncak gunung.

Ada suatu kisah di Alkitab yg langsung berbicara tentang kebenaran ini dalam 1 Raj. 20:22-23:

Lalu tampillah nabi itu kepada raja Israel dan berkata kepadanya: “Baiklah, kuatkanlah hatimu, pertimbangkan dan pikirkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab pada pergantian tahun raja Aram akan maju menyerang engkau.” Pegawai-pegawai raja Aram berkata kepadanya: “Allah mereka ialah allah gunung; itulah sebabnya mereka lebih kuat dari pada kita. Tetapi apabila kita berperang melawan mereka di tanah rata, pastilah kita lebih kuat dari pada mereka.”

Musuh berkata bahwa Allah bangsa Israel adalah allah atas gunung, namun jika mereka berperang di tanah rata, pasti mereka akan mengalahkan bangsa Israel. Kita membaca di ay. 28:

Maka tampillah abdi Allah dan berkata kepada raja Israel: “Beginilah firman TUHAN: Oleh karena orang Aram itu telah berkata: TUHAN ialah allah gunung dan bukan allah dataran, maka Aku akan menyerahkan seluruh tentara yang besar itu ke dalam tanganmu, supaya kamu tahu, bahwa Akulah TUHAN.” – 1 Raj. 20:28

Tak peduli apa yang musuh katakan pada anda, Kristus adalah Allah atas gunung dan Allah atas lembah. Ia takkan berhenti menjadi Allah hanya karena anda berada di dalam lembah. Ialah Allah kemuliaan yang terlihat melalui kuasa dan mujizatNya. Di lembah, Ia menyingkapkan bahwa Ia setia, menolong kita di tengah kesukaran dan persoalan kita. Di dalam segala hal, Ialah Allah kita.

Saat kita berada di “puncak gunung” dari pengalaman kekristenan kita, kita dapat melihat masa depan kita dengan jelas. Kita memiliki sudut pandang dan keyakinan kita pribadi. Tapi saat kita berada di dalam lembah kehidupan seseorang, penglihatan kita terbatas dan masa depan kita tampak tersembunyi. Namun lembah juga merupakan tempat yang paling subur di bumi ini.

Lembah menghasilkan kelimpahan. Anda dapat mengharapkan tuaian yang baik ketika Tuhan diam bersama anda di dalam lembah kehidupan anda.

Ziarah ke Sion

Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah ke Sion! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat! – Mzm. 84:6-7

Baka berarti “tangisan.” Setiap kita memiliki saat-saat tangisan ketika hati dan pengharapan kita tampak hancur. Namun karena Allah telah menempatkan “ziarah ke Sion” dalam hati kita, kita hanya melintasi lembah itu; kita tidak tinggal di dalamnya.

“Melintasi lembah Baka…” Saat  kita berada di sisi tangisan, Penebus kita membuat pengalaman lembah kita menjadi “suatu tempat bermata air.” Satu-satunya hal yang memenuhi kita akan, pada waktunya, menyegarkan kita dgn hidup yg baru. Entah kita mendapat kekuasaan dan kesuksesan atau berada di lembah kelemahan dan keputusasaan, Allah adalah Allah kita untuk selamanya!

Apakah musuh mengisolasi anda, membuat anda meragukan kasih Allah? Jangan lupa, saat kita masih berdosa, Kristus telah mati bagi kita. Bahkan Ia tahu jumlah helai rambut anda. Allah peduli. KasihNya bagi kitalah yg menebus kekerasan hati kita dan hanya membawa kebaikan dari apa yg sebelumnya berupa kejahatan iblis, dan juga melatih kita untuk membebaskan orang lain.

Bagaimana Yesus menyiapkan diriNya untuk melakukan perkara-perkara ajaib? Bagian dari latihanNya melibatkan penderitaan. Kristus ialah manusia yg penuh penderitaan. Ia dekat dengan dukacita. Namun penderitaanNya merupakan maksud Bapa untuk mendekatkanNya dengan perasaan akan kebutuhan dan kesakitan manusia. Karena Ia merasakan apa yang kita rasakan, Ia mampu bertindak sebagai imam agung kita yang setia. Jika kita berserah pada rencana Allah di dalam kita, Allah akan mengambil penderitaan kita untuk memperbesar hati kita. Begitu kita bergaul dengan dukacita, maka kita dapat diurapi dgn belas kasihan untuk melepaskan orang lain.

Pencobaan-pencobaan Yusuf

Pikirkan Yusuf. Ia adalah anak termuda kedua dari Yakub dan adalah anak kesayangan ayahnya. Perjalanannya bersama Allah dimulai dengan mimpi dan penglihatan. Kehidupan Yusuf adalah suatu pola bagi banyak orang yang mrp panggilan murni dari Allah. Perjalanan kita juga bisa saja dimulai dengan “brosur perjalanan” mimpi dan penglihatan dimana Allah memberi kita gambaran tujuanNya bagi kita. Namun kita gagal untuk melihat bagaimana janji-janjiNya akan tergenapi di dalam hidup kita. Yusuf dikhianati oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh mereka. Ia difitnah oleh isteri Potifar. Ia dipenjarakan dan dilupakan oleh semua orang kecuali Allah yang dengan sabar memperhatikan dan mengukur tanggapan Yusuf terhadap kesukaran.

Kaya atau miskin, diberkati atau dicobai, Yusuf tetap melayani Allah. Ia diuji, namun ia selalu lulus. Yusuf dicobai di hadapan manusia, namun ia didapati tidak bersalah di hadapan Allah.

Akhirnya, di saat yg tepat, Allah pun menghubungkan semua bagian yg terlepas dari hidup Yusuf. Semua hal yg ia jalani yg tampak kejam dan tidak adil ialah cara Allah untuk membentuk manusia. Allah memakai semua yg kita jalani demi tujuan di masa depan yang hanya diketahui olehNya. Kita tidak melihat rencana akhirNya saat kita berada di dalam lembah. Kita harus mengingat visi kita, memelihara iman kita terhadap apa yang telah dijanjikan Allah kepada kita.

Seperti Ia mengijinkan Yusuf melalui banyak pencobaan, demikian juga Ia mengijinkan kita melalui banyak pencobaan. Sebab Ia tahu bahwa hidup kita – apapun yabg kita alami dalam anugrahNya – akan menolong orang lain untuk mendapati Allah Mahatinggi dalam hidup mereka.

Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: “Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku” (Kej. 41:51). Ada hal yang luar biasa akan kuasa Allah untuk menjadikan segala sesuatu kebaikan bagi kita. Dengan Yesus dalam hidup kita, pada akhirnya Allah akan membuat kita melupakan semua kesukaran masa lalu.

“Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: “Allah membuat aku berlimpah di negeri kesengsaraanku'” (Kej. 41:52). Allah menjadikannya kaya dalam segala hal. Di negeri kesengsaraan anda, ialah tempat dimana Allah akan membuat anda berlimpah-limpah.

Pikirkan area terberat saat ini dalam hidup anda. Di situ, Allah akan memberi anda kelimpahan untuk memuaskan hati anda dan memuliakan nama Allah. Pada akhirnya, Allah akan menyentuh banyak orang dengan apa yang telah anda peroleh. Di dunia yang dangkal ini, Kristus akan menghasilkan sesuatu di dalam anda yang mulia dan menghidupkan.

Allah tidak berjanji akan menjauhkan kita dari lembah dan kesukaran, namun Ia berjanji untuk memberkati kita di dalamnya. Tanpa ragu, setiap kita akan melalui lembah sebelum kita mencapai tujuan akhir kita di dalam Allah. Saat kita tetap setia padaNya di tengah pencobaan, karakter dan sifat Kristus akan timbul dari dalam roh kita; dan Kristus akan tersingkap bagi mereka di sekitar kita. Ia berniat menjadikan hidup anda kunci untuk membuka perlindungan Allah bagi orang lain.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s