Chuck Pierce: Hari 6: Sabat adalah Pembersih Jendela untuk Menerangi Penglihatan! (Feb 6, 2010)


Kita telah memperkatakan bahwa kemiskinan takkan lagi menguasai atau mengikat kita.  akal budi kita adalah kunci untuk melihat! Saat Yesus mendefinisikan akal budi, Ia mengingatkan kita bahwa lawan dari penglihatan kita adalah MAMON. Mat. 6:19-24 berkata, Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

 

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu [akal budimu] gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon [kekayaan, uang, kepunyaan atau apapun yang kita miliki yg menipu].” (AMP) 

Tampak ada hubungan antara bagaimana kita melihat, keinginan hati kita, dan siapa yang kita layani. Allah menciptakan kita untuk melayaniNya dan menyisihkan satu hari dalam seminggu untuk beristirahat dan merenungkan semua yang sudah Ia perbuat dalam hidup kita. Inilah kunci bagi kita untuk melihat. “Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” (Kel. 20:11)  

Dengan mengingat hari Sabat, apakah kita dapat melihat dengan lebih jelas? Dari puncak gunung, Tuhan memberitahu bangsa Israel untuk mengingat hari Sabat dan menguduskannya. Hal ini berarti berhenti melakukan kegiatan apapun dan memutuskan siklus dari minggu sebelumnya. Allah membuat semua ciptaan dalam 6 hari dan berhenti di hari ke-7. Untuk menjadi AnakNya yg sempurna, kita diperintahkan untuk beristirahat pada hari Sabat. Lalu saya bertanya padaNya, “Apa masalah sebenarnya?” Saya mendengarNya berkata, “Sabat bukanlah bagian dari budaya ini!” Sampai surga dan bumi berlalu, kita harus mengakui hari Sabat (Mat. 5:17-19). Saat kita melakukannya, kita mengakuiNya sebagai Pencipta alam semesta. Inilah bagian dari mencariNya terlebih dahulu. Tersedia berkat, penglihatan, dan upah bagi mereka yg terlebih dulu mencariNya! Yes. 58:13-14 berkata, “Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya.

Hiduplah intim denganNya hari ini dan carilah Dia. Hancurkan siklus lama anda minggu yg lalu. Carilah Dia dengan cara yang baru. Mintalah padaNya untuk menyucikan akal budi anda dari setiap pengaruh dunia yang memasuki diri anda, dan siapkanlah diri anda bagi minggu ke depan!

Akal budi adalah jendela antara roh dan jiwa kita. Jendela ini mudah sekali terkotori. Hari Sabat adalah suatu bagian utama dari membersihkan jendela. 

Baca Yes. 58. Renungkan dan Hafalkan Mat. 6:22-24.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s